Festival Motekar PIAUD UM Bandung Tanamkan Cinta Budaya Lokal

Publish

11 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
537
Dok Istimewa

Dok Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Suasana Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, tampak meriah pada Jumat-Sabtu (08-09/08/2025). Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) bersama mahasiswa menggelar Festival Hari Anak “Motekar” dengan mengusung tema ”Ngamumule Kabudayaan Karuhun Minangka Pangladen Jati Diri Bangsa.”

Festival ini tidak hanya menghadirkan keceriaan bagi anak-anak, tetapi menjadi sarana pelestarian budaya dan pembelajaran kreatif. Selain berbagai kegiatan menarik, acara juga dirangkai dengan seminar Hari Anak yang menghadirkan Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora Dr Irianti Usman MA sebagai narasumber utama.

Ketua Panitia Reza Syahri Ramdani mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak usia dini di Indonesia yang dinilainya cukup memprihatinkan. Menurutnya, seminar ini menjadi salah satu langkah untuk menjawab tantangan tersebut.

“Kami berharap melalui seminar ini, terutama akademisi dan calon guru, semoga semakin perhatian kepada kondisi anak-anak Indonesia. Semoga hasil seminar ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, festival tahunan prodi PIAUD ini juga dimeriahkan dengan lomba mewarnai yang diikuti anak-anak TK se-Kota Bandung. Anak-anak tampak antusias mengikuti lomba, lalu bermain permainan tradisional dan menggunakan alat peraga hasil karya mahasiswa PIAUD UM Bandung.

Ketua Program Studi PIAUD Dian Kusumawati menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang memadukan unsur edukasi, budaya, dan kebersamaan keluarga. Ia menilai, acara seperti ini sudah jarang ditemui di Kota Bandung. “Kegiatan ini termasuk yang sudah jarang ditemukan di Kota Bandung untuk mencari tempat bermain yang edukatif dan positif untuk orang tua mengajak anak-anaknya,” ungkapnya.

Dian juga berharap, Motekar memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi mahasiswa di ruang kuliah, tetapi bagi masyarakat luas. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara guru di sekolah dan orang tua di rumah dalam membentuk anak yang berakhlak dan bermanfaat bagi bangsa.

Uniknya, Motekar juga menjadi bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mahasiswa PIAUD untuk mata kuliah pengembangan sosial, emosi, moral, serta pengembangan fisik motorik anak usia dini. Hal ini membuat acara memiliki nilai akademis sekaligus praktis bagi para mahasiswa.

Sekretaris Prodi PIAUD Isya Siti Aisyatul Mbz menambahkan bahwa permainan yang dipamerkan di Motekar adalah hasil karya mahasiswa semester 1 hingga 6. ”Semoga acara Motekar ke depannya dapat semakin memperkenalkan berbagai jenis permainan tradisional, menjadi media pembelajaran bagi anak usia dini, serta memberikan manfaat khususnya bagi guru-guru PAUD,” tandasnya.*(FK)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GARUT, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Dr. Ma’mun Mur....

Suara Muhammadiyah

23 April 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Menyikapi tingginya animo sekolah Muhammadiyah mengikuti Olympic....

Suara Muhammadiyah

8 February 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pengurus Asosiasi Pengelola Asrama (Aslama) Penguruan Tinggi Muha....

Suara Muhammadiyah

29 August 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menerima kehormatan sebag....

Suara Muhammadiyah

8 January 2025

Berita

Ketum PP Muhammadiyah Buka PKKMB Umri  PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

15 September 2023