Fiqih Khitabah: Seni Dakwah Yang Mencerahkan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
71

Fiqih Khitabah: Seni Dakwah Yang Mencerahkan

Oleh: M. Saifudin, Lc., Pengasuh Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ

Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” (QS. An-Nahl: 125)

Ilmu khitabah menempati posisi penting dalam tradisi dakwah Islam. Khutbah bukan sekadar pidato keagamaan, melainkan sarana membangun iman, membimbing umat, serta menggerakkan perubahan sosial melalui kekuatan kata-kata. Mimbar menjadi sarana pendidikan umat, tempat nilai-nilai tauhid, akhlak, persatuan, dan kepedulian sosial ditanamkan secara langsung kepada masyarakat.

Sebagaimana wasiat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam agar ajaran Islam terus disampaikan kepada manusia, meskipun hanya sedikit:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR. Bukhari)

Menyadari pentingnya dakwah melalui khutbah yang mencerahkan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menyelenggarakan program Sekolah Tablig bagi para da’i Muhammadiyah dengan kurikulum yang terarah dan sistematis. Salah satu pengelola penyelenggaraannya ialah tim dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukoharjo. Di antara submateri yang diajarkan ialah Fiqih Khutbah atau Ilmu Khitabah, yaitu ilmu tentang prinsip dan metode menyampaikan pesan agama secara jelas, teratur, dan menyentuh hati, agar mampu membimbing umat menuju kebaikan, perubahan, dan kemajuan hidup sesuai tuntunan Islam.

Disarikan dari kitab Al-Khutbah Al-Islamiyah karya Abdul Athi Muhammad Syalbi dan Abdul Mu’thi Abdul Maqshud, terbitan Al-Maktab Al-Jami‘i Al-Hadits, Alexandria, Mesir, cetakan tahun 2006, berikut kunci-kunci sukses khutbah: 

Dijelaskan dalam kitab itu bahwa keberhasilan sebuah khutbah sangat bergantung pada penerapan adab-adab yang benar oleh penyampainya. Khutbah bukan sekadar kemampuan berbicara di depan umum, tetapi merupakan amanah dakwah yang berkaitan langsung dengan penyampaian nilai-nilai agama kepada masyarakat. Karena itu, seorang khatib tidak cukup hanya memiliki keberanian berbicara, melainkan juga harus memiliki kesiapan ilmu, akhlak, dan kepribadian yang baik.

Kitab tersebut menjelaskan beberapa adab penting yang harus dimiliki seorang khatib dan perlu dikuasai, sebelum menyampaikan pesan-pesan dalam khutbahnya.

Pertama adalah ketulusan niat semata-mata karena Allah Ta’ala. Keikhlasan menjadi fondasi utama agar khutbah tidak berubah menjadi sarana mencari pujian, popularitas, atau kepentingan pribadi. 

Kedua, seorang khatib harus menggunakan bahasa yang jelas, mudah dipahami, dan tidak berbelit-belit. Bahasa yang sederhana namun tepat akan memudahkan jamaah memahami pesan yang disampaikan tanpa merasa terbebani. 

Ketiga, materi khutbah harus disesuaikan dengan kebutuhan, keadaan, dan tingkat pemahaman pendengar. Khutbah yang baik adalah khutbah yang mampu menjawab persoalan umat dan hadir sesuai kondisi masyarakat yang dihadapi. 

Keempat, khatib perlu menjaga kesopanan, ketenangan, dan wibawa saat berbicara agar pesan dakwah dihargai dan didengarkan dengan baik oleh jamaah.

Buku ini juga memuat berbagai pidato penting dalam sejarah dan praktik Islam. Di antaranya adalah khutbah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam di Haji Wada’, yang berisi penegasan tentang persaudaraan sejati, perlindungan hak jiwa dan harta setiap individu, penghapusan tradisi keliru masa jahiliyah, serta peninggalan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai panduan hidup yang abadi.

Terdapat pula khutbah Abu Bakar di Saqifah Bani Sa’idah, yang berisikan pesan-pesan penenangan bagi umat yang sedang berduka pasca wafatnya Nabi. Di dalamnya ditegaskan prinsip-prinsip kepemimpinan, kewajiban taat kepada pemimpin selama ia berpegang pada kebenaran, serta pentingnya mengutamakan persatuan demi keutuhan agama.

Selain itu, dibahas juga khutbah Jumat dari zaman modern yang mengangkat tema gaya dakwah yang tepat, yaitu disampaikan dengan hikmah, bahasa yang mudah dipahami pendengar, sikap santun, serta tanpa unsur paksaan. Dakwah dipandang sebagai tanggung jawab bersama seluruh umat untuk membimbing sesama menuju jalan yang diridhai Allah Ta’ala.

Selain memegang teguh adab tersebut, seorang khatib juga wajib memiliki bekal pribadi yang memadai. Ia harus menguasai ilmu yang disampaikan secara mendalam dan memahami isi materi hingga ke akar maknanya. Penguasaan ilmu yang baik akan membuat khutbah lebih kuat, terarah, dan tidak mudah menimbulkan kesalahan dalam penyampaian ajaran agama.

Di samping itu, seorang khatib dituntut memiliki kematangan akhlak serta senantiasa mengamalkan apa yang disampaikan kepada orang lain. Perpaduan antara ilmu yang luas, akhlak yang mulia, dan pengamalan nyata inilah yang membuat nasihat lebih mudah diterima dan membekas di hati pendengar. Jamaah tidak hanya sekadar mendengar kata-kata, tetapi juga melihat keteladanan langsung dari pribadi yang berbicara di atas mimbar.

Kitab ini juga menekankan pentingnya penyusunan materi khutbah secara rapi dan sistematis. Setiap gagasan harus disusun dengan urutan yang logis, serta didukung pemilihan kata dan gaya bahasa yang tepat. Penyampaian yang runtut dan indah akan membantu jamaah mengikuti isi khutbah dengan lebih mudah, serta membuat pesan yang disampaikan lebih lama tersimpan dalam ingatan mereka. Karena itu, seni berbicara dalam khutbah tidak boleh diabaikan, asalkan tetap berada dalam batas kesederhanaan dan nilai-nilai syariat.

Khutbah Islam memiliki karakteristik yang khas dan berbeda dari pidato umum lainnya. Seluruh isi khutbah harus berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, serta memiliki tujuan utama untuk mendekatkan manusia kepada Allah Ta’ala. Khutbah Islam tidak hanya berisi penjelasan hukum agama, tetapi juga ajakan kepada segala kebajikan, peringatan agar menjauhi kemungkaran, kabar gembira bagi orang yang taat, serta peringatan tegas bagi mereka yang melanggar aturan-Nya. Oleh karenanya, diperlukan cara penyampaian yang terbaik sebagaimana firman Allah Ta’ala:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (QS. An-Nahl: 125).

Sejak masa awal perkembangan Islam, khutbah menjadi salah satu sarana dakwah paling penting dalam menyebarkan ajaran Islam, mencerahkan dan memajukan kaum muslimin, serta mengokohkan iman dan akhlak masyarakat di tengah pesatnya perubahan zaman. Karena itu, khutbah harus dilandasi keikhlasan, semangat pengabdian, dan orientasi kemaslahatan umat, bukan sekadar kepentingan pribadi ataupun pencitraan. Hal ini sejalan dengan pesan KH Ahmad Dahlan: “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.” Pesan tersebut menegaskan bahwa dakwah dan perjuangan Islam harus dibangun dengan semangat beramal, berkorban, dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat dan bangsa.

Nashrun minallahi wa fathun qarib.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Marwah Hakim  Oleh: Ahsan Jamet Hamidi Kabar tentang dugaan pelanggaran kode etik oleh hakim ....

Suara Muhammadiyah

17 November 2023

Wawasan

Bukan Sekadar Satu Atap: Esensi Hidup Bersama dalam Naungan Sakinah Oleh: Ahmad Afwan Yazid, M.Pd, ....

Suara Muhammadiyah

7 January 2026

Wawasan

Oleh Bahrus Surur-Iyunk Anggota LPCRPM PWM Jawa Timur, Penulis buku Nikmatnya Bersyukur, Merajut Ga....

Suara Muhammadiyah

28 February 2024

Wawasan

Memperingati Milad Muhammadiyah  ke-111 dan Milad UHAMKA ke-66 Oleh: Harinaredi, M.Pd Kesadar....

Suara Muhammadiyah

18 November 2023

Wawasan

Merawat Sampai Akhir Hayat Oleh: Babay Parid Wazdi, Kader Muhammadiyah & Aktifis IPM 1988-1991....

Suara Muhammadiyah

22 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah