Gelorakan Dakwah Ramah Lingkungan dari Masjid

Suara Muhammadiyah

21 August 2025

1022
Training of Trainers (ToT) Audit Energi dan Penguatan Dakwah Ramah Lingkungan

Training of Trainers (ToT) Audit Energi dan Penguatan Dakwah Ramah Lingkungan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dengan penuh semangat, H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog, Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah, mengisi acara Training of Trainers (ToT) Audit Energi dan Penguatan Dakwah Ramah Lingkungan dengan pantun segar yang mengundang senyum peserta. 

“Makan mie ayam memakai sumpit, tambah nikmat ditemani jahe panasnya. Kita gelorakan etos dari masjid kita bangkit. Ingat, apapun masalahnya masjid solusinya,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah. Acara berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 19-22 Agustus 2025. Bertempat di Hotel SM Tower Malioboro Yogyakarta. 

Dalam kesempatan itu, Jamaludin menegaskan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat dan masyarakat. Menurutnya, masjid ramah lingkungan adalah gerakan nyata yang menunjukkan bukti keimanan sekaligus wujud kepedulian sosial.

“Masjid Muhammadiyah ramah lingkungan, cabang dan ranting yang unggul, hanya akan lahir jika para pimpinan dan kader selalu menghidupkan nilai tajdid: kreatif, inovatif, dan solutif,” katanya.

Salah satu inovasi yang tengah dijalankan LPCRPM adalah Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) dan Gerakan Masjid Percontohan. Program ini dirancang untuk mentransformasi masjid Muhammadiyah menjadi masjid makmur memakmurkan—yakni masjid yang hidup, berdaya, dan memberikan manfaat seluas-luasnya.

Melalui program tersebut, masjid diharapkan menjadi pusat dakwah sekaligus ruang relasi sosial yang aman, nyaman, bersih, serta mampu menjawab kebutuhan umat lintas generasi selama 24 jam. Masjid juga diarahkan menjadi pusat pendidikan kaderisasi marbot, model pemberdayaan ekonomi, hingga wadah pengembangan digitalisasi dakwah.

Untuk mewujudkan visi tersebut, LPCRPM PP Muhammadiyah menetapkan sejumlah kriteria masjid unggulan, di antaranya: milik resmi Muhammadiyah dengan SK takmir persyarikatan, pelaksanaan ibadah sesuai keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid, tersedianya kajian rutin al-Islam dan Kemuhammadiyahan, program pemberdayaan ekonomi dan sosial, ramah lingkungan, ramah disabilitas dan lansia, ramah anak, serta dikelola secara akuntabel dengan integrasi keuangan bersama Lazismu.

Jamaludin menutup pesannya dengan mengutip KH. Yunus Anis: “Apabila ada desa yang aman, masjid dan langgarnya yang bersih lagi besar, serta pengajiannya yang teratur – sedang penduduk di situ selalu membicarakan hal keislaman – tentulah dapat dipastikan bahwa di situ ada gerombolan Muhammadiyah dan perbuatan-perbuatan dari usahanya.”

Dengan semangat itu, Muhammadiyah meneguhkan kembali komitmennya menjadikan masjid sebagai pusat dakwah ramah lingkungan, sekaligus mercusuar kemajuan umat dan bangsa. (diko)

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Ke....

Suara Muhammadiyah

14 February 2026

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Keluarga besar Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Amal Usa....

Suara Muhammadiyah

18 June 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin 'Aisyiyah Wilayah Sulawe....

Suara Muhammadiyah

18 May 2026

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Rasa syukur disampaikan oleh Ketua LPCRPM Jamaluddin Ahmad dalam s....

Suara Muhammadiyah

13 November 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Global Sustainable Development Congress (GSDC) kembali diselengga....

Suara Muhammadiyah

25 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah