Grand Launching SPMB SMP MSUS, Siapkan Pendidikan Berkualitas Internasional

Suara Muhammadiyah

17 October 2026

122
Dok Istimewa

Dok Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Muhammadiyah menyiapkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS). Sekolah ini mengusung perpaduan pembelajaran sains, nilai-nilai Islam, perspektif global, dan penguatan karakter. Kegiatan belajar mengajar ditargetkan dimulai pada Juli 2027, sementara pengenalan penerimaan siswa baru telah dimulai pada Oktober 2026.

Kepala SMP MSUS, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA., menyampaikan rencana tersebut dalam acara Grand Launching dan penerimaan siswa baru SMP MSUS di Gedung SD MSUS, Gatak, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Sabtu (17/10/2026).

Ia menjelaskan, persiapan sekolah meliputi penyusunan kurikulum, perekrutan tenaga pengajar, pengembangan perangkat pembelajaran, serta pembangunan gedung di Jalan Titi Bumi, Banyuraden, Gamping, Kabupaten Sleman.

“Kurikulum kami buat dengan konsep Muhammadiyah progresif. Memadukan kurikulum nasional plus dan menuju kurikulum internasional yang memadukan sains, nilai Islam, standar global, dan penguatan soft skill serta karakter anak-anak,” ujarnya.

Pembangunan Gedung Ditargetkan Rampung Sebelum Tahun Ajaran 2027

Pembangunan gedung menjadi salah satu tahap penting dalam persiapan operasional SMP MSUS. Bachtiar menyampaikan, peletakan batu pertama dijadwalkan pada 21 Oktober 2026.

Pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar delapan bulan. Dengan demikian, gedung tersebut ditargetkan siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada Juli 2027.

“Kami undang secara lisan Bapak Ibu untuk benar-benar menyaksikan bahwa SMP MSUS ini benar-benar ada dan siap untuk memulai tahun ajaran baru tahun 2027,” ujarnya.

Selain menyiapkan fasilitas, sekolah juga mengembangkan perangkat pembelajaran dan prosedur operasional. Langkah ini dilakukan agar kegiatan akademik dapat berjalan sejak awal sekolah beroperasi.

Kurikulum Muhammadiyah Progresif Perkuat Kompetensi dan Karakter

SMP MSUS mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, pendidikan keislaman, dan keterampilan peserta didik. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kompetensi siswa sekaligus memperkuat karakter mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Bachtiar memperkenalkan sejumlah guru yang telah direkrut. Mereka akan mengampu mata pelajaran, antara lain bahasa Inggris, bahasa Jawa, matematika, pendidikan jasmani, pendidikan agama, bahasa Arab, serta seni budaya.

Kehadiran mata pelajaran bahasa Jawa juga menunjukkan perhatian sekolah terhadap pelestarian budaya lokal. Pada saat yang sama, SMP MSUS juga membuka peluang bagi peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia.

Bachtiar menambahkan, modul pembelajaran telah disiapkan bersama para guru. Sekolah juga tengah merampungkan standar operasional prosedur sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pembelajaran.

Dalam peluncuran penerimaan siswa baru, SMP MSUS menawarkan insentif bagi calon peserta didik yang mendaftar pada tahap awal. Sepuluh pendaftar pertama akan memperoleh pembebasan biaya pendaftaran dan biaya SPP pada tahap awal.

“Bagi 10 pendaftar pertama, akan kami bebaskan biaya pendaftaran,” ujarnya.

Program tersebut menjadi salah satu upaya sekolah untuk memperkenalkan layanan pendidikan SMP MSUS kepada masyarakat menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada 2027.

Kehadiran SMP MSUS menjadi bagian dari pengembangan layanan pendidikan Muhammadiyah bersama UMY di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekolah ini diharapkan memperluas pilihan pendidikan menengah bagi keluarga yang menginginkan keseimbangan antara prestasi akademik, nilai keislaman, dan pembentukan karakter.

Bachtiar mengapresiasi kepercayaan Muhammadiyah dan UMY dalam mempersiapkan sekolah tersebut. “Terima kasih kepada Muhammadiyah dan UMY yang mempercayakan kepada kami untuk menyiapkan sekolah menengah yang berkualitas, Islami, dan bereputasi internasional di Yogyakarta,” katanya.

SMP MSUS Berstandar Cambridge

Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menyampaikan bahwa MSUS menerapkan sistem pendidikan yang mengacu pada standar Cambridge. Persiapan sekolah tersebut meliputi perekrutan guru, penyusunan kurikulum, serta penyediaan perangkat dan sarana pembelajaran.

Ia menjelaskan bahwa standar Cambridge yang direncanakan untuk SMP MSUS tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ujian internasional, tetapi juga menjadi acuan dalam membangun sistem pendidikan. “Standar Cambridge bukan hanya ujian Cambridge, tetapi keseluruhan standarnya,” katanya.

Achmad mengatakan UMY menyiapkan berbagai komponen pendidikan agar mengacu pada standar Cambridge. Komponen tersebut meliputi kurikulum, perangkat pembelajaran, serta sarana dan prasarana sekolah. “Karena itu, kurikulum, perangkat, sarana, dan prasarana distandarkan dengan standar Cambridge,” ujarnya.

Persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya SMP MSUS membangun sistem pembelajaran yang berorientasi global. Selain kurikulum, kompetensi guru dan kesiapan fasilitas menjadi unsur penting untuk memastikan standar pendidikan dapat diterapkan secara konsisten.

Pendirian SMP MSUS menjadi bagian dari upaya UMY memperluas kontribusinya dalam bidang pendidikan. Kontribusi tersebut tidak hanya diberikan pada jenjang perguruan tinggi, tetapi juga pada pendidikan dasar dan menengah. “Kami berkontribusi tidak hanya pada pendidikan tinggi, tetapi juga pendidikan dasar dan pendidikan menengah,” kata Achmad.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung pendirian sekolah tersebut. Kolaborasi antarlembaga di lingkungan Muhammadiyah diharapkan menjadi landasan untuk mengembangkan layanan pendidikan yang berkualitas di Yogyakarta.

Achmad menilai Muhammadiyah memiliki modal kelembagaan untuk mengembangkan sekolah unggulan karena telah lama bergerak dalam bidang pendidikan, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Menurutnya, pengembangan sekolah dengan standar pendidikan yang lebih tinggi dapat menjadi salah satu cara Muhammadiyah menjawab perubahan kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia.

Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian orang tua memilih sekolah swasta yang dinilai memiliki pengelolaan dan layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan anak. “Sekarang aspirasi orang tua, terutama kalangan menengah ke atas, adalah mencari sekolah dengan standar pendidikan di atas standar nasional,” katanya.

Karena itu, pengembangan SMP MSUS tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah lembaga pendidikan Muhammadiyah, tetapi juga memperluas pilihan sekolah bagi masyarakat. Kualitas pengelolaan, kompetensi guru, dan konsistensi penerapan kurikulum akan menentukan kemampuan sekolah dalam memenuhi harapan tersebut.

Pembangunan gedung SMP MSUS direncanakan dimulai pada 21 Oktober 2026 di Jalan Titi Bumi, Banyuraden, Gamping, Sleman. Achmad memperkirakan proses pembangunan berlangsung selama delapan hingga sembilan bulan.

Dengan target penerimaan 90 murid pada angkatan pertama, SMP MSUS kini memasuki tahap persiapan pembangunan dan pengembangan sistem pembelajaran. Kesiapan fasilitas, tenaga pengajar, dan kurikulum menjadi faktor penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang telah dijanjikan kepada calon murid dan orang tua.

Selain mengembangkan SMP MSUS, UMY bersama sejumlah unsur Muhammadiyah merencanakan pembangunan sekolah berbasis pesantren di Kabupaten Kulon Progo. Program tersebut akan dikembangkan melalui kerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo dengan dukungan lahan dari Muhammadiyah setempat.

Berbeda dengan SMP MSUS yang dikembangkan dengan orientasi standar global, sekolah di Kulon Progo direncanakan menggabungkan jenjang SMP dan SMA dengan pendidikan pesantren. “Kalau di Wates berbasis pesantren. Jadi, ada SMP dan SMA, serta dilengkapi pondok pesantren,” ujar Nurmandi.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menjelang kampanye “Walk for Peace and Climate Justice&rdq....

Suara Muhammadiyah

29 June 2025

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan k....

Suara Muhammadiyah

2 August 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Ribuan warga Muhammadiyah tumpah ruah di halaman Masjid Raya Al Khu....

Suara Muhammadiyah

3 April 2026

Berita

BANDAR LAMPUNG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provin....

Suara Muhammadiyah

28 October 2024

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – ‘Aisyi Tower Klaten menjadi manifestasi dari Al-Jihadu lil Muwajhah....

Suara Muhammadiyah

16 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah