Guru Besar Unsri Paparkan Ekoteologi dalam Analisis Sosial di Unismuh

Publish

5 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
83
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Pendidikan Sosiologi dalam Kuliah Tamu Unismuh Bahas Ekoteologi dan Pembangunan Berkelanjutan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar (FKIP Unismuh Makassar) menggelar kuliah tamu bertema “Sosiologi Integratif Berbasis Ekoteologi sebagai Kerangka Analisis Sosial untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Teater I-GIF Unismuh Makassar, Senin (4/05), dengan menghadirkan Guru Besar Sosiologi Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Dr. M. Ridhah Taqwa, M.Si., sebagai narasumber utama.

Kuliah tamu yang berlangsung pukul 09.00–12.00 Wita itu dibuka oleh Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. Mawardi Pewangi, M.Pd.I. Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa, serta diawali dengan pengajian oleh Wakil Dekan III FKIP, Dr. Muhammad Nawir, M.Pd., dan sambutan Wakil Dekan I FKIP, Dr. Andi Husniati, M.Pd. Kegiatan ini juga diawali dengan pengajian oleh Wakil Dekan III FKIP Unismuh, Dr Muhammad Nawir. 

Integrasi Wahyu dan Ilmu Sosial

Dalam paparannya, Prof. Ridhah menekankan pentingnya integrasi antara ilmu sosial dan nilai-nilai wahyu dalam membaca realitas sosial. Menurut dia, sosiologi tidak cukup berhenti pada penjelasan struktural, tetapi perlu terhubung dengan nilai moral dan spiritual.

“Sosiologi tidak cukup hanya menjelaskan fenomena sosial secara struktural, tetapi harus terhubung dengan nilai moral dan spiritual,” kata Ridhah.

Ia menjelaskan, pendekatan ekoteologi memandang krisis lingkungan bukan semata persoalan teknis, melainkan krisis moral dan sosial yang berakar pada cara pandang manusia terhadap alam. Karena itu, paradigma pembangunan perlu bergeser dari antroposentris, yang menempatkan manusia sebagai pusat, menuju paradigma teosentris yang berbasis tauhid ekologis.

“Pembangunan berkelanjutan harus didasarkan pada kesadaran bahwa alam adalah amanah Tuhan, bukan objek eksploitasi,” ujarnya.

Ridhah juga memaparkan bahwa sosiologi integratif berbasis ekoteologi menggabungkan dimensi struktural, kultural, dan spiritual dalam satu kerangka analisis. Pendekatan tersebut, menurut dia, dapat memberi dasar yang lebih komprehensif dalam memahami persoalan sosial dan lingkungan.

Dalam materi kuliah tamu, Ridhah menyebut ilmu sosial berbasis wahyu bersifat universal, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ia menilai konsep tersebut dapat menjadi fondasi dalam membangun sistem sosial yang adil, beretika, dan berorientasi pada keberlanjutan kehidupan.

Pengayaan Wawasan Akademik

Ketua Prodi Pendidikan Sosiologi FKIP Unismuh Makassar, Dr. Jamaluddin Arifin, M.Pd., mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkaya wawasan akademik mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa kuliah tamu menjadi ruang dialog antara teori, praktik sosial, dan perkembangan terbaru dalam kajian sosiologi.

Menurut Jamaluddin, mahasiswa perlu memahami pendekatan interdisipliner, termasuk ekoteologi, agar mampu membaca persoalan sosial secara lebih luas. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas akademik prodi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr Mawardi Pewangi menekankan pentingnya integrasi ilmu dan nilai keislaman dalam pendidikan tinggi. Ia menyatakan kampus harus menjadi pusat pengembangan ilmu yang berlandaskan nilai moral dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Dekan I FKIP Unismuh Makassar, Dr Andi Husniati menilai tema kuliah tamu tersebut relevan dengan tantangan global, terutama krisis lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Menurut dia, pendekatan ekoteologi dapat menjadi alternatif berbasis nilai dalam merespons persoalan lingkungan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Diskusi yang berkembang menunjukkan antusiasme peserta dalam memahami hubungan antara agama, lingkungan, dan pembangunan sosial.

Aktivitas ilmiah ini turut meneguhkan posisi Prodi Pendidikan Sosiologi FKIP Unismuh Makassar sebagai program studi yang telah meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Capaian tersebut menjadi modal institusional dalam memperkuat mutu pembelajaran dan kegiatan akademik.

Melalui kuliah tamu ini, Prodi Pendidikan Sosiologi FKIP Unismuh Makassar berharap mahasiswa mampu mengembangkan perspektif kritis dan integratif dalam menganalisis persoalan sosial. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan terus dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik dan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. (Hadi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Mahasiswa Fakultas Far....

Suara Muhammadiyah

13 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY resmi melepas 29 relawan ke....

Suara Muhammadiyah

5 December 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Personal branding merupakan investasi penting dalam meniti karie....

Suara Muhammadiyah

5 May 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Eco Bhinneka Muhammadiyah selenggarakan Silaturahmi Faith to Action Ne....

Suara Muhammadiyah

20 October 2023

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Di hari kedua Workshop Ekonomi Cabang Ranting serta Masjid (CRM) yang di....

Suara Muhammadiyah

10 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah