Hadirkan Sumur Bor dan Pipanisasi, Sinergi Lazismu Mantrijeron x Kamila Wardrobe

Suara Muhammadiyah

25 August 2026

88
Foto Istimewa

Foto Istimewa

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah – Di salah satu sudut tertinggi Gunungkidul, Dusun Manggung (Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari) berdiri di atas topografi yang menantang. Terletak di wilayah yang acap kali dijuluki warga sebagai "lantai tiga" karena ketinggiannya. Jalan menuju dusun ini terbilang ekstrem: sempit, menanjak terjal, serta berbatasan langsung dengan jurang curam. Kondisi geografis ini tak jarang membuat armada tangki air bersih kesulitan bahkan tak mampu menembus jalur puncak saat musim kemarau tiba.

Namun, tantangan sesungguhnya bagi warga khususnya di lingkup RT 01 bukan sekadar medan yang sulit. Bertahun-tahun lamanya, demi menyambung hidup harian, warga terpaksa mengandalkan air dari sumur ladang yang tak terlindung di tengah sawah serta belik (mata air kecil). Sumber air tersebut berada di posisi rawan pencemaran, baik dari resapan pupuk kimia pertanian maupun risiko kuman koli (E. coli). Meski diselimuti kecemasan akan kesehatan keluarga, tak ada pilihan lain bagi warga selain terus mengonsumsinya.

Titik terang itu akhirnya hadir pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Melalui kolaborasi dan sinergi kebaikan antara LAZISMU Mantrijeron bersama Kamila Wardrobe, keajaiban kecil hadir di Dusun Manggung melalui peresmian Program Air Untuk Negeri. Bantuan yang diserahkan meliputi pembuatan sumur bor, tandon penampungan air, hingga sistem pipanisasi yang siap mengalirkan air segar langsung ke rumah-rumah warga.

Rasa haru dan lega terpancar jelas dalam prosesi peresmian yang dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mantrijeron, Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Mantrijeron. Hadir pula Pemerintah Kalurahan Ngalang, pengurus RT/RW, Karang Taruna, serta masyarakat setempat.

"Selaku perwakilan warga Manggung (RT 01), kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PCM dan LAZISMU Mantrijeron yang telah membantu pembuatan sumur bor ini, serta Bapak Lurah yang terus mengawal. Dulu warga mengonsumsi air sumur ladang yang berisiko mengandung bahan kimia dan kuman koli. Dengan adanya program ini, alhamdulillah warga bisa menikmati air yang sehat dan segar. Kami hanya bisa berdoa semoga Allah SWT memberikan imbalan yang setimpal dan sumber air ini terus lancar mencukupi kebutuhan warga." – Bapak Supartono (Dukuh Manggung / Perwakilan Warga)

Lurah Ngalang, Bapak Suharyanta, turut menggarisbawahi keajaiban dalam proses pengerjaan sumur bor di wilayah dataran tinggi ini. Ia menyebutkan bahwa pengeboran di wilayah "lantai tiga" ini mencapai sumber air jernih hanya pada kedalaman 60 meter. Sebuah hal yang patut disyukuri mengingat di kawasan yang lebih rendah sekalipun air kadang sulit ditemukan pada kedalaman 80–100 meter.

"Saya yakin karena niat yang baik, semuanya diijabah oleh Allah SWT. Lokasi sumur bor baru ini berada di tempat yang jauh dari pencemaran, sehingga kami optimis hasil uji laboratoriumnya nanti sangat bagus. Kami juga berinisiatif menyiapkan bank data wilayah rawan air bersih agar jika ada donatur yang ingin membantu di masa depan, data lokasi sudah valid dan siap dieksekusi. Semoga bantuan ini menjadi mata air yang abadi." – Bapak Suharyanta (Lurah Ngalang)

Sinergi CSR dan Pesan Inklusivitas

Kepala Kantor LAZISMU Mantrijeron, Bapak Suhaibun Febrianto, S.E., menjelaskan bahwa program ini terwujud berkat kepercayaan para donatur. Salah satunya melalui penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Kamila Wardrobe. Setelah melalui proses pengerjaan fisik selama 2 hingga 3 pekan, instalasi air bersih kini resmi beroperasi.

Ia menuturkan bahwa meski LAZISMU Mantrijeron berpusat di tingkat kecamatan di Kota Yogyakarta, amanah dan jangkauan kepeduliannya menjangkau hingga ke pelosok yang membutuhkan. Lebih lanjut, beliau menegaskan prinsip inklusivitas dari pemanfaatan bantuan ini:

"Perlu kami tegaskan, meskipun bantuan ini berasal dari keluarga besar Muhammadiyah, fasilitas air bersih ini diperuntukkan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Siapa saja boleh memanfaatkannya semaksimal mungkin, karena Islam adalah Rahmatan lil 'Alamin. – Bapak Suhaibun Febrianto, S.E. (Kepala Kantor LAZISMU Mantrijeron)

Sementara itu, Perwakilan PCM Mantrijeron, Bapak Drs. H. Daelami, menyampaikan bahwa hadirnya infrastruktur air bersih ini adalah wujud nyata rasa cinta dan persaudaraan mendalam kepada warga Manggung. Beliau berharap silaturahmi yang terjalin membawa keberkahan abadi bagi semua pihak yang terlibat.

Kini, rasa cemas warga Manggung berganti dengan senyum lega. Setiap tetes air bersih yang mengalir dari sumur bor ini tak hanya memuaskan dahaga. Tetapi juga menjadi simpul shadaqah jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus bagi para donatur dan penggerak kebaikan. (Nur’aini)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PADANGPANJANG, Suara Muhammadiyah - KAUMANATOR, Tim robotik Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Pan....

Suara Muhammadiyah

31 May 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Sumatera Ut....

Suara Muhammadiyah

13 January 2024

Berita

Tim Pengabdian UNISA Perkuat Kapasitas Kelembagaan KWT 'Aisyiyah Nogotirto  YOGYAKARTA, Suara ....

Suara Muhammadiyah

12 August 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah — Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar khidmat di ruang-r....

Suara Muhammadiyah

13 April 2026

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokert....

Suara Muhammadiyah

29 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah