Himpun Rp 6 Miliar, Program Indonesia Siaga Lazismu untuk Gempa Bumi NTT

Suara Muhammadiyah

4 September 2026

159
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pasca gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), 15 Agustus 2026 Muhammadiyah langsung memobilisasi sumberdaya dari semua unsur yang tergabung di Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau biasa dikenal Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) dari berbagai daerah. 

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Surat Edaran nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tanggal 20 Agustus 2026, juga telah menginstruksikan kepada seluruh masjid untuk melakukan penggalangan dana Infak Salat Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan Bencana Gempa Bumi di NTT yang telah terlaksana pada hari Jum’at tanggal 21 Agustus 2026. Alhamdulillah, hingga 3 September 2026, dana terhimpun tercatat Rp 6.099.163.820 dan telah disalurkan untuk mendukung aksi-layanan kemanusiaan Muhammadiyah sebesar Rp. 3.455.958.814. 

Dalam mendukung respons gempa bumi di NTT, Muhammadiyah mengirimkan berbagai klaster, pada bidang kesehatan Emergency Medical Team (EMT) Type-1 Fixed diturunkan terdiri dari 50 personil. Tim EMT dengan standar WHO bekerja untuk mendirikan RS Lapangan berlokasi di Puskesmas Dampek, Manggarai Timur yang hancur akibat gempa bumi. Tim EMT Muhammadiyah diturunkan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan akan bertugas selama 30 hari sejak 17 Agustus 2026.  

Selain EMT Type-1 Fixed, layanan kesehatan juga dilakukan oleh EMT Mobile yang menyasar lokasi-lokasi pengungsian tidak terjangkau. Tim EMT Mobile yang diturunkan dari berbagai Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah di Indonesia. 

EMT Muhammadiyah hingga 3 September 2026, tercatat telah menangani penyintas terdiri dari 85 pasien bayi, 229 pasien balita, 266 pasien anak, 150 pasien remaja, 2.173 pasien dewasa, 22 pasien ibu hamil dan 799 pasien lansia. 

Berdasarkan hasil pemeriksaaan di rumah sakit lapangan, sebaran diagnosis tertinggi pada penyintas dilaporkan 437 penyintas mengalami infeksi saluran pernapasan, 372 penyintas mengalami nyeri otot dan pegal-pegal, 233 penyintas mengalami hipertensi, 186 penyintas mengalami gejala rasa tidak nyaman atau nyeri bagian sekitar perut, 153 penyintas mengalami sakit kepala dan nyeri leher hingga tengkuk. 

Sampai berita ini diturunkan, pada Jum’at (4/9/2026), menurut Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, penyaluran dana donasi dan Infak Salat Jumat masih akan terus dilaksanakan untuk melanjutkan respon dan tahapan rehabilitas-rekonstruksi serta membangun ketangguhan masyarakat. 

Dukung terus aksi-layanan Muhammadiyah merespon gempa bumi di NTT melalui: https://donasi.lazismu.org/bantuanbencana dan ikuti perkembangan informasinya lewat: https://lazismu.org/dashboardresponntt. 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka mensukseskan implementasi rakornas Dikdasmen PNF, dalam ....

Suara Muhammadiyah

3 June 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan Karang Taru....

Suara Muhammadiyah

25 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil meraih tiga....

Suara Muhammadiyah

12 November 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bertempat di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah dilaksana....

Suara Muhammadiyah

20 August 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat milad ke....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah