HW Wreda se-DIY Tunjukkan Usia Senja Terus Berjuang Memajukan Persyarikatan

Suara Muhammadiyah

11 September 2025

906
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pandu Kehormatan Wreda HW Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi dan Pengajian Pandu Kehormatan HW DIY di Yogyakarta pada, Ahad (7/9). Acara ini digelar pengajian oleh Dr Nur Kholis, Wakil Rektor UAD bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Acara ini dibuka dengan jalan kaki bersama dari Kampus V UAD Wirosaban menuju Kampus IV UAD Ring Road Selatan berjalan kaki (jarak 1,2 km) bagi para Peserta Pengajian HW, diiringi Drum band Kulonprogo dan Marsing band HW Kabilah KRH-UAD Yogyakarta.

Acara Silaturahmi dan Pengajian yang digelar setiap tiga bulan sekali. Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 peserta (sebagian besar lansia), yang sebelumnya sudah dilakukan melalui latihan-latihan, serta pertemuan terakhir diadakan di Gunungkidul.

Selain itu, kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Putra Jenderal Sudirman, Teguh Sudirman, serta Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang sudah berkoordinasi terkait penggunaan seragam.

Ketua Kwarda Kota Yogyakarta, Afianto Jusfri, menyampaikan bahwa acara ini sebagai silaturahmi, kumpul-kumpul bersama anggota, banyak di sini Pasukan Genderang Tromet (PGT). "PGT sendiri merupakan kelanjutan dari Hizbul Wathan (HW) yang sempat dibubarkan, kemudian diciptakan oleh almarhum Prof Dr Affandi, dan hingga kini dipersiapkan,"tuturnya.

HW didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan pada tahun 1918. Awalnya, diberi nama Padvinder Muhammadiyah dan bertransformasi menjadi HW atas usulan Haji Hadjid.

Lebih lanjut, Beliau juga menjelaskan makna seragam HW yaitu artinya tanah untuk baju, celana biru yang artinya air kemudian hasduk dengan gambar matahari, "Menyimpulkan tiga unsur kehidupan yakni matahari, tanah, dan air." pungkasnya 

Dengan harapan, HW ikut menghidup-hidupkan semangat Muhammadiyah, seperti pesan KH Ahmad Dahlan. Pesan tersebut bisa di sampaikan kepada generasi berikutnya, agar HW ini tetap hidup dan menghidupkan Muhammadiyah, meskipun telah memasuki usia lanjut.

“Saya sangat terkesan sekali. Salut sama orang-orang yang sudah sepuh-sepuh (tua) mengikuti jalan kaki kali ini,” kata Sanyoto, Komandan HW Bantul saat diwawancarai Suara Muhammadiyah.

Para peserta ini adalah orang-orang pilihan. Juga menjadi orang-orang khusus dari yang lain. “Mereka punya jiwa pejuang. Kalau yang tidak punya jiwa pejuang, pasti dengan sendirinya akan mundur sendiri,” tegasnya. (Anggi/Nurvi/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa D4 TLM PoltekMu Makassar semakin dekat dengan kenyataan unt....

Suara Muhammadiyah

22 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tahun segera berganti. Tentu, dalam perjalanannya, tak pelak,....

Suara Muhammadiyah

30 December 2025

Berita

MELBOURNE, Suara Muhammadiyah — Dosen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Maka....

Suara Muhammadiyah

7 November 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Santri MTs Muhammadiyah Blimbing Pondok Pesantren Imam Syuhodo sukses....

Suara Muhammadiyah

27 January 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan keunggulan....

Suara Muhammadiyah

19 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah