PENAJAM PASER UTARA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Penajam Paser Utara menggelar Shalat Idul Adha 1447 H di Halaman Masjid Al-Ibroh Pusat Dakwah Muhammadiyah PPU Penajam, Kalimantan Timur, Rabu (27/5).
Bertugas sebagai khatib Idul Adha, Najihus Salam, Ketua Divisi Kajian Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah DPP IMM. Ia menjelaskan, Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan atau ritual penyembelihan hewan kurban, melainkan sarana muhasabah untuk membangun kedekatan dengan Allah SwT.
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Zulhijah sebagai hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh.
Menurutnya, Allah memberikan tiga jalan berbeda namun memiliki esensi yang sama untuk mendekatkan diri kepada-Nya, yakni melalui ibadah haji, ibadah kurban, dan Puasa Arafah. Ketiganya bermuara pada lahirnya ketakwaan dalam diri seorang muslim.
“Idul Adha mengajarkan bahwa yang harus disembelih bukan hanya hewan, tetapi juga hawa nafsu, keserakahan, dan sifat-sifat buruk yang menjauhkan manusia dari Allah,” ujarnya di hadapan jamaah yang dihadiri Ketua PDM Penajam Paser Utara Abdul Jalal.
Ia juga menyinggung kondisi sosial saat ini, ketika sebagian manusia lebih memperturutkan nafsu kekuasaan dan kepentingan pribadi dibandingkan nilai keadilan dan kemanusiaan.
"Manusia bisa menjadi lebih buruk daripada binatang ketika kehilangan nurani dan tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya," bebernya.
Selain itu, jamaah diajak menjadikan Idul Adha sebagai momentum introspeksi diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
"Setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT, sehingga kehidupan harus diisi dengan amal saleh dan pengorbanan yang bernilai ibadah," tandasnya.
Melalui momentum Iduladha 1447 H ini, PDM Penajam Paser Utara berharap nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat semangat dakwah dan persatuan umat. (Ali)

