YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Pusat Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PP IGRA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Tahun 2026 pada 13–15 Januari 2026 di Hotel SM Tower, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum strategis konsolidasi nasional bagi guru Raudhatul Athfal (RA) dari seluruh Indonesia untuk memperkuat kinerja organisasi melalui akselerasi program unggulan yang berdaya dan berdampak.
Rakernas III mengusung tema “Meningkatkan Kinerja IGRA Melalui Akselerasi Program Unggulan untuk Organisasi yang Berdaya dan Bermanfaat.” Tema tersebut merefleksikan kebutuhan organisasi untuk bergerak lebih adaptif, profesional, dan kolaboratif dalam menjawab tantangan pendidikan anak usia dini yang semakin kompleks.
Ketua Umum PP IGRA, Dra. Euis Susilawati, M.Pd.I., menyampaikan bahwa Rakernas bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang strategis untuk evaluasi, perumusan kebijakan, dan penguatan komitmen bersama. “Rakernas III menjadi titik temu gagasan, pengalaman, dan inovasi seluruh pimpinan wilayah untuk melahirkan program kerja yang realistis, terukur, dan berdampak langsung bagi peningkatan mutu layanan RA,” ujarnya.
“Rakernas ini adalah ruang muhasabah dan sekaligus ruang lompatan. Kita ingin memastikan bahwa setiap program IGRA benar-benar menjawab kebutuhan guru RA di lapangan, bukan hanya indah di dokumen, tetapi hidup dalam praktik,” tegas Euis.

Ia menekankan bahwa akselerasi program unggulan harus dibarengi dengan penguatan nilai, integritas, dan kerja kolektif. Menurutnya, kekuatan IGRA terletak pada soliditas organisasi dari pusat hingga daerah, serta keikhlasan para guru RA yang selama ini bekerja dalam keterbatasan namun tetap menjaga mutu pendidikan.
“Guru RA adalah fondasi pendidikan karakter bangsa. Jika fondasi ini rapuh, maka bangunan di atasnya akan goyah. Karena itu, IGRA harus hadir sebagai rumah bersama yang menguatkan, melindungi, dan memberdayakan guru RA,” lanjutnya.
Lebih jauh, Euis menegaskan bahwa Rakernas III diarahkan untuk melahirkan keputusan strategis yang adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk penguatan kapasitas guru, tata kelola organisasi yang profesional, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. “Kita ingin IGRA tidak hanya besar secara jumlah, tetapi matang secara pemikiran dan kuat secara gerakan,” ujarnya.
Rakernas ini akan diikuti oleh unsur Pimpinan Pusat IGRA, utusan Pimpinan Wilayah IGRA se-Indonesia, Majelis Hikmah, Dewan Pakar, serta mitra strategis. Selain sidang pleno dan sidang komisi, kegiatan juga diisi dengan pemaparan materi dari narasumber nasional, penguatan kapasitas organisasi, serta presentasi program unggulan dari setiap bidang.
Pembukaan Rakernas akan dihadiri oleh Kakanwil Kemena DIY Dr. H. Ahmad Bahiej, SH, M.Hum dan dibuka oleh Direktur GTK Kemenag RI. Juga akan dimeriahkan dengan penampilan gamelan dari guru-guru RA DIY.
Melalui Rakernas III ini, IGRA meneguhkan komitmennya sebagai organisasi profesi guru RA yang terus bergerak, berbenah, dan berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia. Rakernas diharapkan melahirkan keputusan strategis yang tidak hanya tertulis di atas kertas, tetapi benar-benar hidup dalam praktik pendidikan sehari-hari di seluruh penjuru negeri.

