Imunitas Tubuh Manusia Saat Berpuasa

Suara Muhammadiyah

28 February 2026

616
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Imunitas Tubuh Manusia Saat Berpuasa: Studi Literatur Berbasis Data Sekunder

Penulis: dr. Risty Yasmin Bonita, M.Biomed, Dosen FK UMRI

Puasa merupakan salah satu bentuk intervensi nutrisi yang mempengaruhi metabolisme tubuh. Selama puasa Ramadhan, terjadi perubahan ritme makan, kadar glukosa darah, insulin, dan aktivitas hormonal. Sistem imun sebagai sistem pertahanan tubuh sangat dipengaruhi oleh status nutrisi dan keseimbangan metabolik. 

Sistem imun terdiri atas: Imunitas innate/bawaan (neutrofil, makrofag, NK cell) dan Imunitas adaptif/didapat (limfosit T dan B). Perubahan metabolik saat puasa diduga mempengaruhi produksi sitokin, stres oksidatif, serta regulasi inflamasi. Oleh karena itu, kajian ilmiah berbasis data sekunder diperlukan untuk memahami dampak puasa terhadap imunitas.

Sistem imun melibatkan produksi sitokin, regulasi inflamasi, dan respons seluler. Saat puasa terjadi aktivasi AMPK (activated protein kinase) atau sensor energi utama dalam sel eukariotik, penurunan mTOR (mechanistic target of rapamycin) yang berfungsi sebagai “saklar pusat” dalam sel untuk mengontrol pertumbuhan, metabolisme dan kelangsungan hidup, serta peningkatan autofagi yang berperan dalam menjaga homeostasis seluler. Autofagi dalam tubuh berperan penting dalam eliminasi komponen sel yang rusak, regulasi proses inflamasi serta adaptasi metabolik.

Tulisan ini adalah hasil studi literatur berbasis data sekunder. Sumber data diperoleh dari artikel ilmiah dari PubMed dan Google Scholar dan studi klinis tentang puasa Ramadhan dan imunologi periode 2010–2025. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan sintesis naratif hasil penelitian.

Sebagian besar penelitian menunjukkan jumlah leukosit tetap dalam batas normal selama puasa. Kadar sitokin proinflamasi seperti IL-6 dan TNF-α cenderung menurun. Hal ini menunjukkan adanya efek anti-inflamasi selama puasa dengan adanya penurunan stres oksidatif dan peningkatan aktivitas antioksidan. Adapun peningkatan sensitivitas insulin, sehingga gula darah dapat diubah menjadi energi.

Secara umum, puasa Ramadhan pada individu sehat tidak menurunkan fungsi imun secara signifikan dan berpotensi memberikan efek modulasi imun yang menguntungkan, sehingga keseimbangan metabolik meningkat. Namun kondisi ini harus diperhatikan pada individu dengan malnutrisi, penyakit kronis dan gangguan imun karena memerlukan pemantauan lebih lanjut.

Karena masih terbatasnya data sekunder yang didapat, maka diperlukan penelitian eksperimental longitudinal untuk memperkuat temuan serta edukasi nutrisi seimbang selama puasa.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Naik Kelas Dalam Bicara: Belajar Berbicara dari Socrates dan Nilai Islam Oleh: Furqan Mawardi, Penu....

Suara Muhammadiyah

8 November 2025

Wawasan

Catatan Milad IMM ke-62: Titik Temu Aktivisme Profetik Menuju Peradaban Utama Oleh: M. Rizqi Ulin N....

Suara Muhammadiyah

14 March 2026

Wawasan

Ruang Tengah Buya ASM dan Indonesia Kini Oleh: Ode Rizki Prabtama Saya bersyukur disempatkan mengh....

Suara Muhammadiyah

27 June 2026

Wawasan

Oleh: Abd Rohim Ghazali, Senior Fellow Maarif Institute dan Wakil Ketua LHKP PP Muhammadiyah pe....

Suara Muhammadiyah

18 July 2026

Wawasan

Membuka Gerbang Pedalaman: Asrama Inklusif SMK Muhammadiyah Manggarai Timur sebagai Poros Keadilan P....

Suara Muhammadiyah

20 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah