Jangan Terjebak dalam Kemapanan, Jadilah Bagian dari Konsorsium Perubahan

Suara Muhammadiyah

12 October 2025

752
Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP. Foto: Pachrul

Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP. Foto: Pachrul

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah – Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Penguatan Pendidikan Karakter yang digelar Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi ditutup pada Ahad (12/10) di Beston Hotel Palembang Ilir D I, Ilir Tim I, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy hadir dan berbagi pengalaman dalam acara tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sebelum dipercaya membidangi Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, dirinya juga pernah membidangi urusan pendidikan di PP Muhammadiyah.

“Saya seperti kembali ke asal ketika datang ke Majelis Dikdasmen ini, karena satu periode dulu saya memimpin bidang pendidikan," kenangnya.

Menurut Muhadjir, ruang gerak pendidikan begitu luas dan dinamis. Ia mengingatkan agar para pelaku pendidikan senantiasa berinovasi, tidak mudah merasa puas.

“Kemapanan sering kali menjadi jebakan yang membuat seseorang berhenti berkembang,” katanya.

Pada saat yang sama, dipesankan Muhadjir, agar menghindari kenyamanan dan kemapanan yang dapat menghambat kemajuan.

"Jangan merasa puas atau mapan, justru kita harus menjadi bagian dari konsorsium teks- yakni jembatan menuju kemapanan, Ciri-ciri orang yang masuk kepada jembatan kemapanan itu tidak menunggu masa runtuhnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir mendorong kepada seluruh peserta Bimtek agar menjadikan momentum ini sebagai titik awal kebangkitann dan perubahan. Yakni mentransformasikan dunia pendidikan agar makin baik dan bermutu untuk semua.

“Anggap saja ini perjalanan dari nol menjadi 100%, dari nobody menjadi somebody. Tidak boleh merasa sudah berhasil hanya karena ikut bimtek ini, harus ada rancangan yang kuat dan pendampingan berkelanjutan oleh ketua Majelis terhadap kinerja masing,” terangnya.

Muhadjir  juga menekankan pentingnya percepatan implementasi teknologi dalam sistem pembelajaran di sekolah-sekolah Muhammadiyah, termasuk e-learning, artificial intelligence, dan coding.

“Kalau bisa, ketiga hal ini benar-benar dikuasai oleh seluruh peserta Bimtek dalam waktu yang tidak lama, dengan begitu kebijakan Kementerian Dikdasmen yang sekarang menterinya dari Muhammadiyah dapat diterapkan 100%,” bebernya.

Menurutnya, pola pelatihan seperti ini berpotensi menjadi model yang dapat ditiru oleh sekolah swasta lainnya di Indonesia. "Kalau kegiatan seperti ini dilakukan juga di daerah lain, saya bisa bayangkan betapa majunya sekolah-sekolah Muhammadiyah, bahkan bisa menjadi contoh sekolah swasta yang lain," jelasnya.

Muhadjir mengajak seluruh insan pendidikan Muhammadiyah untuk terus beradaptasi di tengah menyeruaknya teknologi. Hal itu penting agar pendidikan Muhammadiyah tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi.

"Sekarang kita memasuki masa dimana peran AI semakin gemilang, salah satu kemampuannya adalah deep learning- cara kerja yang bisa kita adopsi untuk pembelajaran anak-anak kita. Harus diakui cara belajar AI sudah semakin cepat dan jauh meninggalkan kita. Maka, kita harus belajar dari AI -cepat, adaftif, dan terus memperbaharui diri dengan semangat, itulah Muhammadiyah akan tetap relevan dan tetap memimpin perubahan,” tandasnya.

Di sesi akhir acara penutupan Bimtek ini, juga ada pembagian hadiah. Hadiah ini diberikan untuk peserta Bimtek dengan meraih raihan nilai paling tinggi. (Rul/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa berlaku ihsan d....

Suara Muhammadiyah

21 February 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Pemuda (PWPM) Muhammadiyah Sulawesi Selatan (Sulsel)....

Suara Muhammadiyah

12 April 2024

Berita

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah – Tim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarak....

Suara Muhammadiyah

7 April 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Suasana di Aula Prof Syukur Abdullah, Fakultas Ilmu Sosial dan ....

Suara Muhammadiyah

25 September 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof....

Suara Muhammadiyah

2 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah