Ketua Konsorsium Pesmadina Membuka Daurah Tahfizh dan Tadabbur Alquran Jilid IV

Suara Muhammadiyah

13 March 2024

1464
Istimewa

Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Pesantren Mahasiswa KH Djamaluddin Amien  (Pesmadina) dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menggelar  Daurah Tahfizh dan Tadabbur Alquran Jilid IV atau bertepatan dengan hari ketiga bulan suci Ramadhan 1445 H di  Masjid Subulussalam Al Khoory Kampus Unismuh Makassar, Rabu 13 Maret 2024.

Kegiatan ini mengangkat tema "Mencetak Huffazd yang Berkarakter Qur'ani  Mewujudkan Pesmadina Sebagai Center of Excellence".

Acara ini dibuka pukul 13.00 Wita oleh Ketua Konsorsium Pesmadina Unismuh Sitti Chaerani Djaya, M.Pd.

Dalam pembukaan, Sitti Chaerani Djaya  mengatakan bahwa daurah tahfizh dan tadabbur Alquran jilid IV ini dilaksanakan selama 10 hari, yakni dimulai 13 - 23  Maret 2024.

Mereka mendoakan kepada seluruh peserta untuk bisa bersabar sehingga dapat mengikuti kegiatan ini hingga akhir. 

Dalam kesempatan ini, dia juga masih memberikan waktu  bagi yang ingin bergabung dalam kegiatan ini  hingga besok.

Ketua Panitia Risnawati K, M.PdI melaporkan Daurah Tahfizh dan Tadabbur Alquran Jilid IV diikuti sebanyak 37 orang.

Peserta  dibagi menjadi tiga kelompok yakni kelompok anak-anak umur (9-15), kelompok remaja umur (15-19) serta kelompok dewasa 20 tahun ke atas.

Dari ketiga kelompok tersebut  berasal dari SMP Unismuh, Ummul dan Pesantren Gombara.

Ada yang menarik  peserta lainnya yang juga ikut terutama karena ingin lebih memantapkan pemahaman dan bacaan alqurannya yakni dua dosen dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unismuh yakni  dr. Khaerunnisa dan 
dr. Dian Ayu Fitriani

Kiai Pesmadina Dr Abbas Baco Miro,Lc dalam tabligh akbarnya mengatakan, peserta daurah tahfizh dan tadabbur Alquran jilid IV hadir bukan semata karena kehendak dirinya sendiri  melainkan karena kehendak dari Allah SWT.

Kehadirannya diacara ini telah membuktikan terhadap kecintaannya untuk belajar Alquran.

 Dikatakan, orang yang menuntut ilmu Alquran tidak pernah ada yang merasa kehilangan, walaupun selama ini banyak berkorban, hatinya selalu tenang dan bahagia.

“Dengan mengikuti daurah  tahfizh dan tadabbur Alquran jilid IV bukan hal yang mudah karena telah banyak pengorbanan yang telah dilakukan, korban waktu, korban materi, korban pikiran, korban kesenangan  karena tidak bisa pulang kampung namun tidak pernah merasa ada yang hilang karena telah menuntut ilmu Alquran,” ucap Abbas Baco.

Sesungguhnya Fitra manusia itu adalah cinta kepada alquran. Dengan cinta kepada alquran akan lebih memperkuat  ketersambungan kita dengan  Allah  SWT. Dan barang siapa yang ketersambungannya  sangat baik dengan Allah maka  hidupnya akan selalu merasa tenteram dan bahagia.

"Semakin baik ketersambungan kita dengan Allah maka derajat manusia itu semakin tinggi dimata Allah,"sambungnya 

Olehnya itu sebut Kiai Abbas, bahwa Alquran itu  tidak  hanya dibaca tetapi dipelajari serta dapat dijadikan panduan dalam kehidupan keseharian kita.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas K....

Suara Muhammadiyah

17 April 2025

Berita

Pengabdian UNISA Yogyakarta di SMP Muhammadiyah 1 Minggir SLEMAN, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammad....

Suara Muhammadiyah

10 April 2026

Berita

BEKASI, Suara Muhammadiyah - Musyawarah Cabang ke-3 Muhammadiyah dan Aisyiyah Rawalumbu Kota Bekasi ....

Suara Muhammadiyah

29 October 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Perkuat gerakan bersama tentang transisi energi berkeadilan melalui am....

Suara Muhammadiyah

31 May 2025

Berita

LABURA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Labuha....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah