Ketua LDK PP Muhammadiyah Gagas “Modal dan Model” untuk Ketahanan Sosial Mualaf Baduy

Suara Muhammadiyah

6 October 2026

109
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MALANG, Suara Muhammadiyah — Dakwah komunitas di wilayah terpencil tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan lisan. Dakwah perlu hadir melalui aksi nyata yang mampu menjawab kebutuhan sosial, ekonomi, budaya, dan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

Gagasan tersebut menjadi salah satu pokok penting dalam Ujian Disertasi Tertutup Program Doktor Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berlangsung pada Senin (5/10).

Dalam forum akademik tersebut, Moh Arifin, mahasiswa Program Doktor Sosiologi UMM sekaligus Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mempertahankan disertasinya berjudul Model Pemberdayaan Masyarakat Adat dalam Membangun Ketahanan Sosial pada Komunitas Mualaf Suku Baduy Luar.

Penelitian tersebut mengkaji strategi pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas dalam membangun ketahanan sosial pada komunitas mualaf Suku Baduy Luar. Penelitian mengambil lokus di Kampung Cepak Buah, kawasan Baduy, Kabupaten Lebak, Banten.

Dalam pemaparannya, Moh. Arifin menegaskan bahwa dakwah komunitas, khususnya di wilayah terpencil, pedalaman, dan kawasan masyarakat adat, membutuhkan dua instrumen strategis, yakni modal dan model.

“Dakwah komunitas membutuhkan dua alat penting, yaitu modal dan model,” ujarnya.

Menurutnya, modal dalam pemberdayaan tidak semata-mata berupa dukungan finansial. Modal juga mencakup modal sosial, budaya, pengetahuan, jejaring, sarana, serta berbagai sumber daya lokal yang dapat menopang proses pemberdayaan masyarakat.

“Modal tersebut penting karena dakwah yang hadir di tengah masyarakat tidak hanya membawa pesan keagamaan, tetapi juga perlu menjawab kebutuhan riil kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, model merupakan kerangka atau pola intervensi sosial yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan. Model pemberdayaan diperlukan agar dakwah tidak berhenti pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi berkembang menjadi proses pendampingan yang mendorong perubahan sosial sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.

“Dengan integrasi modal dan model, dakwah komunitas diharapkan mampu melahirkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Penelitian Arifin menunjukkan, membangun ketahanan sosial pada komunitas mualaf masyarakat adat tidak dapat dilakukan melalui pendekatan sesaat. Di Kampung Cepak Buah, dakwah hadir melalui proses pendampingan, pemberdayaan, dan penguatan kapasitas masyarakat.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan membangun relasi sosial, memahami konteks budaya masyarakat, menumbuhkan kepercayaan, serta mengembangkan potensi yang dimiliki komunitas.

“Untuk sampai kepada ketahanan sosial, perlu proses yang berkelanjutan,” tegasnya.

Karena itu, masyarakat adat tidak ditempatkan sebagai objek penerima bantuan semata, melainkan sebagai subjek utama pemberdayaan yang memiliki pengetahuan, potensi, pengalaman, dan kemampuan untuk menentukan arah perubahan komunitasnya.

Ujian disertasi tertutup tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik Arifin sebagai mahasiswa Program Doktor Sosiologi UMM. Penelitiannya sekaligus menghadirkan refleksi bahwa dakwah komunitas membutuhkan keberanian untuk hadir langsung di tengah masyarakat, membangun kepercayaan, memahami persoalan dari dekat, dan menghadirkan pemberdayaan secara berkelanjutan.

Ujian disertasi tersebut menghadirkan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Oman Sukmana, M.Si.; Prof. Gonda Yumitro, MA., Ph.D.; Prof. Dr. Vina Salviana DS, M.Si.; Prof. Dr. Jabal Tarik Ibrahim, M.Si.; Prof. Dr. Wahyudi, M.Si.; dan Assoc. Prof. Mokh. Najih, Ph.D.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Musibah gempa bumi di Maroko menjadi duka bagi seluruh umat m....

Suara Muhammadiyah

11 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta sukses menggelar pameran gelar....

Suara Muhammadiyah

27 April 2025

Berita

LIMA, Suara Muhammadiyah - Dalam pertemuan APEC Ministerial Meeting (AMM) ke-35 di Lima, Peru, Indon....

Suara Muhammadiyah

3 December 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - “Sebagai pimpinan Muhammadiyah yang sudah bergumul cukup lama....

Suara Muhammadiyah

27 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Memberi Untuk Negeri Sinergi Inspirasi Jogja,  L....

Suara Muhammadiyah

16 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah