Keunikan dan Inovasi, Kunci Kemajuan Pendidikan Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
3084
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Mu’ti, MEd

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Mu’ti, MEd

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah telah berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Terbukti, dengan penyelenggaraan pendidikannya dimanifestasikan lewat pendirian sekolah dan perguruan tingginya. Bahkan, dipertegaskan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Mu’ti, MEd bahwa pendidikan Muhammadiyah sebagai amal usaha yang pertama dan utama.

“Pendidikan Muhammadiyah adalah amal usaha pertama dan utama. Orang melihat Muhammadiyah dari sekolahnya, dari perguruan tingginya, dan dari lembaga pendidikan yang lainnya. Karena itu, wajah Muhammadiyah adalah wajah pendidikan,” sebutnya saat Rapat Koordinasi Nasional Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal PP Muhammadiyah, Ahad (2/6) di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Semarang, Jawa Tengah.

Muhammadiyah sangat serius menggarap pendidikan. Pendidikan Muhammadiyah harus berkemajuan. Maka, Mu’ti menekankan mengelola pendidikan tidak hanya sekadar biasa-biasa saja. Tetapi, mesti ada pembaruan (tajdid) di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Saya kira kita harus senantiasa berusaha untuk melakukan tajdid yang sifatnya sangat dinamis seiring perubahan dunia yang sangat cepat. Banyak pakar yang sering mengatakan kita sekarang hidup di era disrupsi. Ciri utamanya yang menonjol VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Banyak hal baru yang terus berubah, maka menurut saya pendidikan harus senantiasa dinamis dan harus mengikuti perkembangan di masyarakat,” ujarnya.

Mu’ti mengatakan bahwa pendidikan harus difungsikan sebagai pelayanan. Menurutnya, layanan pendidikan semestinya memberikan ekstensifikasi dan intensifikasi amal saleh dalam dunia pendidikan. Sehingga diperlukan paradigma tajdid yang sangat relevan dengan masa kini.

“Maka, pengelolaan pendidikan dalam banyak hal menurut saya memang harus kita lihat kembali relevansinya dan kita kembangkan sebagai bagian dari memenuhi aspirasi dari masyarakat sebagai bentuk pelayanan,” tegasnya.

Mu’ti juga meminta agar pendidikan di Muhammadiyah harus berbeda. Mu’ti menegaskan saat ini tidak zamannya lagi mengelola pendidikan dengan prinsip seragam, sama, dan sebangun. Artinya, pendidikan Muhammadiyah, baik sekolah atau peguruan tinggi mesti memiliki keunikan yang bermanifes pada terciptanya inovasi-inovasi terbarukan.

“Itu memang sesuatu yang terus kita cari bagaimana masing-masing lembaga pendidikan bisa memiliki keunikan-keunikan juga punya basic values (basis nilai) dan memiliki karakteristik yang khas yang menjadi keunggulan Muhammadiyah,” tandas Guru Besar Ilmu Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Inovasi lahir dari keberanian untuk melihat peluang di balik k....

Suara Muhammadiyah

8 October 2025

Berita

KAMPAR, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Riau gelar Rapat Pimp....

Suara Muhammadiyah

27 October 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Is....

Suara Muhammadiyah

9 March 2025

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pemalang mengadakan kunjungan stu....

Suara Muhammadiyah

13 July 2024

Berita

Belajar Toleransi dari Dua Lebaran Penulis: Syahid Mujibur Rahman, Tinggal di Panaragan Jaya, Kecam....

Suara Muhammadiyah

28 December 2025