KKN UMRI 2026 Tuntas, Mahasiswa Hadirkan Inovasi dan Dampak Nyata bagi Masyarakat
PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menuntaskan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang diikuti 2.093 mahasiswa melalui berbagai skema pengabdian kepada masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri. Pelaksanaan KKN tahun ini tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian akademik dan kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan, UMRI juga menggelar KKN Award 2026 yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada dosen berprestasi di bidang riset dan publikasi ilmiah. Kegiatan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A., pada Ahad (25/10/2026) di Auditorium Kampus Utama UMRI.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRI, Dr. Aidil Haris, S.Sos., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini memperoleh apresiasi positif dari masyarakat, khususnya pemerintah desa dan masyarakat di lokasi pengabdian mahasiswa.
“Banyak apresiasi yang disampaikan kepada mahasiswa UMRI dari desa-desa tempat mereka melaksanakan KKN. Mahasiswa kita telah menghasilkan berbagai produk teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan, sejumlah desa meminta agar program KKN UMRI kembali dilaksanakan di wilayah mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, respons positif tersebut menunjukkan bahwa KKN tidak sekadar menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi LPPM UMRI untuk terus meningkatkan kualitas program pengabdian kepada masyarakat agar semakin inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata.
Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A., menyampaikan apresiasi kepada LPPM dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKN serta kegiatan penghargaan dosen berprestasi. Menurutnya, KKN memiliki posisi penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi karena menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami realitas kehidupan masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini yang dinakhodai oleh LPPM. KKN sesungguhnya memiliki tempat yang istimewa dalam dunia pendidikan tinggi. Inti dari KKN adalah kemampuan mahasiswa untuk beradaptasi di tengah masyarakat. Namun, tidak cukup hanya beradaptasi; mahasiswa juga harus mampu menghadirkan dampak dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Rektor menegaskan bahwa pengalaman KKN harus menjadi proses pembelajaran yang membentuk kepekaan sosial, kreativitas, dan tanggung jawab mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Adapun penghargaan diberikan dalam empat kategori, yakni Dosen Paling Produktif berdasarkan Skor SINTA Tiga Tahun, Publikasi Internasional Bereputasi berdasarkan jumlah dokumen Scopus, Publikasi Nasional Bereputasi berdasarkan jumlah dokumen Garuda, serta Publikasi Ilmiah Paling Berdampak berdasarkan H-Index Google Scholar.
Pada kategori Dosen Paling Produktif berdasarkan Skor SINTA Tiga Tahun, peringkat pertama diraih Assoc. Prof. Edi Ismanto, M.Kom., Ph.D., dengan skor 852,6. Peringkat kedua diraih Assoc. Prof. Ilham Hudi, M.Pd., dengan skor 591,25, sedangkan peringkat ketiga diraih Diki Arisandi, M.Kom., Ph.D., dengan skor 568,5.
Pada kategori Publikasi Internasional Bereputasi berdasarkan jumlah dokumen Scopus, Prof. Ir. Ahmad Kafrawi Nasution, M.T., Ph.D., menempati peringkat pertama dengan 41 dokumen. Peringkat kedua diraih Romi Fadli Syahputra, S.Si., M.Si., dengan 35 dokumen, dan peringkat ketiga diraih Prof. Dr. Jufrizal Syahri, M.Si., dengan 33 dokumen.
Sementara itu, pada kategori Publikasi Nasional Bereputasi berdasarkan jumlah dokumen Garuda, peringkat pertama diraih Linda Hetri Suriyanti, S.E., M.Ak., Ak., CA., Ph.D., dengan 112 dokumen, disusul Annie Mustika Putri, S.E., M.Ak., Ak., CA., dengan 101 dokumen.
Adapun kategori Publikasi Ilmiah Paling Berdampak berdasarkan H-Index Google Scholar diraih Dr. Zul Azmi, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., dengan H-Index sebesar 21. (Muhansir)