GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali diwujudkan oleh Kantor Layanan (KL) Lazismu BMT Bina Ihsanul Fikri (BIF) Yogyakarta. Pada Sabtu (19/9), KL Lazismu BMT BIF menyalurkan bantuan sebesar Rp19,5 juta untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Klayu, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penyaluran bantuan dilaksanakan secara simbolis di Masjid Al Barokah, Klayu. Kegiatan tersebut diawali dengan pengajian yang disampaikan oleh Direktur BMT Bina Ihsanul Fikri, Dr. Riduwan, M.Ag. Usai memberikan tausiah, Riduwan secara simbolis menyerahkan bantuan kepada perwakilan masyarakat.
Bantuan senilai Rp19.500.000 tersebut akan dimanfaatkan masyarakat untuk pengadaan tangki air bersih. Sarana ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga sekaligus menjadi salah satu upaya mendukung ketersediaan air bagi masyarakat di wilayah Klayu.
Dalam proses pentasyarufannya, KL Lazismu BMT BIF Yogyakarta turut berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tepus. Kolaborasi ini dilakukan untuk mendukung kelancaran penyaluran sekaligus memastikan bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan secara tepat sasaran.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Lazismu dan BMT BIF terhadap masyarakat yang membutuhkan akses terhadap air bersih. Bagi masyarakat di wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air, keberadaan sarana pendukung air bersih memiliki peran penting dalam menunjang kebutuhan sehari-hari.
Suasana kebersamaan tampak dalam kegiatan yang berlangsung di masjid Al Barokah tersebut. Melalui program sosial dan kemanusiaan seperti ini, KL Lazismu BMT BIF Yogyakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat dan berkontribusi dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tapi juga mendukung tersedianya akses air bersih yang lebih memadai dan berkelanjutan bagi warga Klayu, Sumberwungu, Tepus, Gunungkidul. (Alung Prasetya)

