Petugas medis KlinikMu Muhammadiyah Lhokseumawe memeriksa tekanan darah salah seorang jamaah di posko layanan cek kesehatan gratis yang dibuka di halaman Masjid Taqwa Muhammadiyah Lhokseumawe, Jumat (23/1/2026). (Foto: Rivan Efendi)
LHOKSEUMAWE, Suara Muhammadiyah – Tim KlinikMu Muhammadiyah Lhokseumawe membuka layanan cek kesehatan gratis bagi jamaah Masjid Taqwa Muhammadiyah Lhokseumawe, Jumat (23/1/2026). Posko pelayanan kesehatan didirikan di halaman masjid dan melayani jamaah sejak pukul 11.00 hingga 02.00 WIB.
Program ini disambut antusias oleh jamaah. Sejumlah warga tampak memanfaatkan layanan pemeriksaan tekanan darah dan konsultasi kesehatan usai menunaikan ibadah. Selain pemeriksaan gratis, panitia juga menyediakan kopi gratis bagi jamaah yang ingin beristirahat sambil menunggu giliran.
Pimpinan KlinikMu Lhokseumawe, dr. Joandre Fauza, Sp.BS, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen KlinikMu untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah.
“Masjid adalah pusat aktivitas umat. Kami ingin menghadirkan layanan kesehatan langsung di tengah jamaah agar mereka lebih mudah melakukan deteksi dini kondisi kesehatannya,” ujar dr. Joandre Fauza.
Ia menambahkan, kegiatan cek kesehatan gratis ini tidak hanya bersifat insidental, tetapi akan dijadikan program rutin.
“Insyaallah, ke depan kegiatan ini akan kami gelar secara rutin setiap hari Jumat, gratis untuk masyarakat. Harapannya, kesadaran jamaah terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat,” katanya.
Selain layanan pemeriksaan, Tim KlinikMu juga melakukan sosialisasi terkait pemindahan fasilitas kesehatan (faskes) ke KlinikMu Muhammadiyah Lhokseumawe. Sosialisasi tersebut ditujukan kepada jamaah dan warga Muhammadiyah agar lebih mengenal layanan serta kemudahan berobat di KlinikMu.
Menurut dr. Joandre, langkah ini penting agar masyarakat mengetahui pilihan layanan kesehatan yang tersedia. “Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan KlinikMu dan menjadikannya sebagai faskes utama mereka,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara layanan kesehatan dan kegiatan keagamaan, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat, tidak hanya dalam bidang spiritual, tetapi juga kesehatan.

