Kokamwati Beragama Katolik Pasukan Pengamanan Tanwir Muhammadiyah di Kupang

Suara Muhammadiyah

5 December 2024

2485
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KUPANG, Suara Muhammadiyah  – Dalam perhelatan Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah di Kupang 4 sampai 6 Desember 2024 tak hanya berisi persidangan, tapi juga banyak kejadian-kejadian menarik yang perlu diketahui publik.

Salah satu kejadian menarik itu adalah hadirnya pasukan pengamanan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam). Barisan semi militer ini tak hanya diisi kaum Adam, tapi juga ada barisan Kokamwati bagi para perempuan. 

Salah satu Kokamwati itu adalah Afra Asmici Dian (24) mahasiswa semester 7 Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK). Afra sapaan akrabnya pada (5/12) menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan Muhammadiyah kepada setiap orang tanpa terkecuali. 

Mahasiswa asal Flores ini menyampaikan, sebelum bergabung dengan Kokam, dirinya juga sempat aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) pada semester awal. 

Namun mulai mengurangi aktivitas organisasi karena ingin fokus menyelesaikan tugas akhir skripsi.

Ketika ditanya tentang pengalamannya selama kuliah di UMK senyum lebar merekah dari bibirnya. Sebab, dirinya yang merupakan Jemaat Katolik bisa diterima dengan hangat di UMK yang notabene adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Islam.

“Kami merasa senang di sini. Bisa diterima dengan baik, teman-teman kita saling bantu dan akrab,” katanya.

Tak hanya itu, air mukanya juga terlihat sumringah ketika membicarakan tentang mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Afra telah mengikuti mata kuliah AIK.

Afra mengaku tidak begitu mengalami kesulitan ketika belajar AIK. Namun dia merasa lumayan kesulitan ketika belajar Bahasa Arab. “Itu tulisannya yang panjang-panjang garis-garis (hijaiyah) agak susah, tapi dukungan kita punya teman ada dan mereka baik-baik,” imbuhnya.

Belajar mata kuliah AIK menurut Afra tidak soal nilai, tapi juga tentang pengalaman lebih-lebih untuk urusan toleransi. Di mata Afra, toleransi di Muhammadiyah tak hanya sebatas kata tapi sudah dilakukan secara nyata.

“Kita ini yang berbeda agama saya kira tidak bisa. Tapi di Muhammadiyah kita diterima dengan baik, tidak hanya ucapan kita bersama-sama dengan melakukan,” ungkapnya.

Ternyata tak hanya dirinya yang menempuh pendidikan di UMK, tapi anak dari pasangan Phlipus Jemurut dan Ibu Yustina Linas yang lain kuliah di UMK, yaitu kakanya sudah menyelesaikan studi di UMK dan adiknya saat ini sedang menjalani kuliah di UMK. 
“Bapak kami bersyukur ada Muhammadiyah sebagai tempat belajar anak-anaknya. Terlebih kita sebagai keluarga yang kurang mampu,” katanya.

Afra berharap aksi sosial, kemanusiaan, dan pendidikan yang dilakukan Muhammadiyah semakin luas, sehingga dapat memberikan manfaat lebih banyak bagi lagi masyarakat yang merasakannya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pi....

Suara Muhammadiyah

28 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Hari ini bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Ha....

Suara Muhammadiyah

2 May 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Lazismu Kantor Layanan Pekajangan kembali menunjukkan komitmennya d....

Suara Muhammadiyah

29 May 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sukses meraih penghargaan Museum....

Suara Muhammadiyah

28 February 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 2 Cilacap (Mudacil) menjadi salah satu sekolah ....

Suara Muhammadiyah

10 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah