Prof Syamsul Anwar: Kurban dan Haji Melambangkan Kepentingan Bersama

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1093
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKKAH, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2022-2027, Prof Dr KH Syamsul Anwar, MA, menegaskan bahwa ibadah kurban dalam pelaksanaan haji memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar ritual fisik. Menurutnya, kurban adalah simbol kepentingan bersama umat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin.

Pernyataan ini disampaikan Prof Syamsul Anwar dalam konferensi pers yang diadakan pada Sabtu, 7 Juni 2025, di Makkah. Salah satu anggota Amirul Hajj ini menekankan bahwa haji, sebagai salah satu rukun Islam yang wajib bagi yang mampu secara finansial dan kesehatan, adalah ibadah kolosal dan berat namun sarat hikmah.

"Melalui haji, kita diundang untuk melihat jejak perjuangan Nabi Ibrahim dalam menjunjung tinggi prinsip monoteisme, menyebarkan kepercayaan kepada Allah SWT, yang kemudian juga tercermin dalam perjalanan Haji Nabi Muhammad SAW," jelas Prof Syamsul Anwar.

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga ini melanjutkan, haji memiliki banyak makna. Salah satunya adalah tuntunan kurban. Bagi jemaah haji Tamattu', diwajibkan kurban seekor kambing. Sementara itu, bagi mereka yang tidak menjalankan ritual haji di Makkah, tetap dianjurkan untuk berkurban jika memiliki kemampuan.

"Perlu diperhatikan bahwa kurban dalam pelaksanaan haji bukan hanya penerapan fisik semata. Membeli dan menyembelih kambing lalu mendistribusikan dagingnya kepada yang membutuhkan, terutama mereka yang tidak mampu, hanyalah satu bagian kecil," tegasnya.

Lebih penting, lanjut Prof Syamsul Anwar, adalah simbolisasi makna pengorbanan itu sendiri. Kurban mengajarkan pelajaran penting dalam Islam: bagaimana setiap individu Muslim dapat berkorban demi kepentingan bersama yang lebih besar.

"Berkurban demi kemaslahatan umat untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental adalah inti dari ibadah ini. Oleh karena itu, yang penting dalam haji ini bukan hanya sekadar prosesi yang dilakukan selama tiga atau empat hari di Makkah, tapi nilai dan arti haji yang dapat kita terapkan setelah musim haji," imbuhnya. (Riz)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - MBS MUHIBA telah menyelenggarakan kegiatan Festival Seni Bhineka Tungga....

Suara Muhammadiyah

28 October 2024

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah – Bertempat di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) , ....

Suara Muhammadiyah

28 January 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – RS Islam Jakarta Cempaka Putih merayakan milad ke-53 pada Selasa....

Suara Muhammadiyah

25 June 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tradisi literasi dalam Islam bukan sekadar membaca teks, melaink....

Suara Muhammadiyah

18 March 2026

Berita

TELUK BINTUNI, Suara Muhammadiyah - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV P....

Suara Muhammadiyah

10 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah