Kunsiroh MTK PDA Kota Yogyakarta ke PCA Jetis

Suara Muhammadiyah

15 October 2026

213
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Mengemas Tabligh yang Mencerahkan dan Menggembirakan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memberi dukungan dan penguatan pada dakwah perempuan berkemajuan, Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta dengan mengundang para penggiat dakwah perempuan Berkemajuan dari seluruh Cabang ‘Aisyiyah se-Kota Yogyakarta mengadakan acara Kunsiroh (Kunjungan Silaturahim) ke PCA Jetis Kota Yogyakarta. 

Dilaksanakan pada Sabtu 3 Oktober 2026, di Masjid Noor da jln. Pakuningratan 75 Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta. Acara disemarakkan dengan Kajian Tabligh ‘Aisyiyah tentang Teknik Mengolah Tabligh yang Mencerahkan dan Menggembirakan.

Dalam sambutannya selaku tuan rumah, Ketua PCA Jetis Dra. Mimi Candra Kirana mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas kunjungan dari para aktivis dakwah di PCA Jetis. “Insya Allah ini menjadi penguat bagi kami para pimpinan bersama para anggota dan jamaah agar semakin bersemangat menebar manfaat untuk kesejahteraan umat.” Tandasnya. Sekaligus acara tersebut juga menjadi penambah wawasan bagi para Muballighat untuk memahami karakter dakwah di wilayah PCA Jetis.

Dra, Mulyani Munir dalam sambutan dan pengarahannya mengingatkan bahwa Muballighat ‘Aisyiyah harus selalu bersyukur karena memiliki rumah, yaitu rumah ‘Aisyiyah yang selalu berpandangan berkemajuan. "Mari semakin kita majukan Rumah 'Aisyiyah kita, kita jaga jalannya yaitu dakwah yang dilandasi keikhlasan. Karena itu Muballighat ‘Aisyiyah harus ikhlas, berilmu dan cerdas untuk menggiatkan dakwah yang mencerahkan dan menggembirakan umat, dan Muballighat ‘Aisyiyah harus selalu siap untuk berdakwah" Imbuhnya. 

Acara inti, kajian tabligh disampaikan oleh DR. Siti ‘Aisyah, M. Ag., Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyampaikan materi tentang Teknik Mengemas Tabligh yang Mencerahkan dan Menggembirakan. 

Dengan menyitir salah satu kaidah Ushul Fiqih “Al-ashlu fil mu'amalah al-ibahah hatta yadulla dalil lighairiha”, pada dasarnya semua muamalah itu boleh sampai ada dalil yang melarangnya, dengan syarat tidak jauh dari Allah, tidak mengandung maksiat, tidak fasad/merusak, dan tidak membahayakan. Termasuk dalam ber-Tabligh, diperbolehkan untuk menerapkan metode ber-Tabligh yang bisa menggembirakan, dengan menggarisbawahi secara isi harus tetap mencerahkan sesuai dengan pandangan resmi Muhammadiyah dalam perspektif tarjih.

“Sebagaimana prinsip dakwah Muhammadiyah menegaskan bahwa dakwah untuk  menyebarkan pesan-pesan Islam yang memajukan dan menggembirakan tetap harus menjaga etika dan norma, sehingga tabligh yang disampaikan membuat hati tenang karena benar, sebagaimana dalam karakter Islam Berkemajuan.” 

Selanjutnya ‘Aisyah juga mengingatkan tiga tingkatan dakwah ‘Aisyiyah yang mencerahkan yaitu pertama membebaskan, membebaskan dari ketidaktahuan, kedua memberdayakan seperti semangat menjadikan perempuan berani tampil memimpin, dan yang ketiga memajukan, dakwah ‘Aisyiyah harus membawa kemajuan bagi umat.

(S.Intani)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – SD Muhammadiyah Pakel Yogyakarta menyelenggarakan Wisuda dan ....

Suara Muhammadiyah

4 July 2024

Berita

MAUMERE, Suara Muhammadiyah - Prestasi gemilang kembali mengharumkan nama Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

24 February 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kegiatan Silaturahmi Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (S....

Suara Muhammadiyah

4 March 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Rapat Senat Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar telah mengesa....

Suara Muhammadiyah

11 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -Setelah selesai diproduksi dan mulai didistribusikan ke berbagai fes....

Suara Muhammadiyah

1 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah