LSF Goes to Campus Edukasi Budaya Sensor Mandiri

Istimewa
Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan“Lembaga Sensor Film Goes to Campus UAD 2026” pada Rabu, 4 November 2026 bertempat di Ruang Amphitarium, Lantai 9, Gedung Utama Kampus 4 UAD. Acara ini diselenggarakan berkolaborasi dengan Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia guna menggaungkan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri di kalangan mahasiswa.

Rangkaian acara dibuka dengan lantunan Tilawah Al-Qur’an oleh R. Nur Wihdah, mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD angkatan 2025, serta dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama seluruh peserta. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan LSF RI, pimpinan fakultas dan program studi UAD, perwakilan perguruan tinggi lain, serta ratusan mahasiswa yang antusias memenuhi ruangan.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UAD, Fitrinanda An Nur, S.I.Kom., M.A., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini. “Kegiatan ini sebagai ruang silaturrahmi dan kolaborasi program studi Ilmu Komunikasi UAD dengan LSF. Dan alhamdulillah mahasiswa kami semua hari ini sangat antusias menghadiri acara dari LSF hari ini. Karena kegiatan ini sangat dekat dengan kajian di ke-ilmuan Komunikasi di tengah era yang penuh disrupsi ini,” ujar Fitrinanda.

Sambutan kedua disampaikan oleh Wakil Ketua LSF RI, Beliau Bapak Noorca M. Massardi. Dalam paparannya, beliau menggarisbawahi pentingnya peran LSF sebagai perlindungan bagi masyarakat di tengah arus tontonan yang kian tanpa batas.

“Tugas dan fungsi Lembaga Sensor Film adalah meneliti, menilai, dan menetapkan penggolongan usia bagi film dan iklan film sebelum ditayangkan di bioskop, televisi, maupun jaringan teknologi informatika. Budaya Sensor Mandiri ini hadir untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif tontonan, terutama agar tayangan sesuai dengan klasifikasi usianya. LSF berfungsi sebagai 'mata dan telinga' presiden untuk seluruh tayangan media,” tegas Bapak Noorca. Beliau menutup sambutannya dengan membacakan puisi bertema perfilman dan kehidupan.

Selanjutnya, sambutan oleh Dekan Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) UAD, Prof. Wajiran, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi membuka acara. Beliau menekankan bahwa mahasiswa komunikasi dan sastra memegang peran penting sebagai agen perubahan (agent of change).

“Kami sangat bangga dipercaya menjadi tuan rumah acara LSF Goes to Campus. Di era digital ini, tantangan media sangat masif. Jika dulu menonton film terbatas di bioskop, kini tontonan ada di genggaman tangan. Melalui Sensor Mandiri, mahasiswa dituntut untuk kritis memilah mana informasi dan tontonan yang sesuai dengan budaya dan nilai-nilai kebaikan. Harapannya, kolaborasi ini tidak berhenti di sini, tetapi berlanjut ke ranah penelitian bersama,” ungkap Prof. Wajiran.

Usai sambutan dan penayangan profil LSF RI, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) antara LSF RI dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta. Penyerahan plakat penghargaan serta sesi foto bersama pimpinan lintas lembaga turut melengkapi seremonial tersebut.

Memasuki sesi inti, digelar talkshow edukatif Literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri yang dipandu oleh moderator Elis Zulianti Anis, S.Ag., M.A., Ph.D. Sesi ini menghadirkan dua narasumber pakar, yaitu Dr. Zaqiah Ramallah, M.Sn. (Ketua SubKomisi Penelitian dan Pengembangan LSF RI) yang memaparkan materi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri disertai pemutaran cuplikan (trailer) film pilihan. peserta diajak memahami bagaimana mengidentifikasi muatan konten dalam sebuah tayangan sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Sesi diskusi kedua oleh Dr. Vani Dias Adiprabowo, S.Sn., M.Sn. (Dosen Ilmu Komunikasi UAD) yang membawakan materi Dampak Mengakses Keamanan Media di Era Digital. Dalam pemaparannya, beliau mengulas pentingnya kesadaran dan kecakapan masyarakat dalam mengakses media digital secara aman dan bertanggung jawab.sekaligus selektif dalam memanfaatkan ruang digital.