Malam Tasyakuran Minang Inn Malioboro, Inovasi SM Hadirkan Penginapan Fleksibel

Deni Asy'ari, MA., Dt Marajo (tengah) hadir dalam Malam Tasyakuran Minang Inn Malioboro. Foto: Cris
Deni Asy'ari, MA., Dt Marajo (tengah) hadir dalam Malam Tasyakuran Minang Inn Malioboro. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tidak pernah absen menjalankan bisnis. Itulah Suara Muhammadiyah. Setelah sukses hotel SM Tower Malioboro, kini menjalankan versi terbarunya, Minang Inn Malioboro.

Dalam malam tasyakuran, Jumat (30/10), Tri Astuti sangat bangga dengan rampungnya proses pembangunan Minang Inn Malioboro yang berlokasi di Letjen Suprapto, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.

"Kita semuanya minta support dan doa kepada semuanya agar ke depannya Minang In Malioboro ini dapat tumbuh dan berkembang untuk masyarakat dan bermanfaat untuk semuanya," ujar Ketua Tim Pembangunan Minang Inn Malioboro itu.

Serupa itu, Deni Asy'ari menyampaikan selamat datang di Minang Inn Malioboro. Disebutnya ini merupakan sebuah penginapan sederhana yang letaknya sangat strategis dekat dengan Stasiun Yogyakarta dan Malioboro.

"Insyaallah tempat ini akan menjadi rumah kedua bagi para destinasi wisata yang akan berkunjung ke Yogyakarta," ucap Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah tersebut.

Minang Inn Malioboro mengusung tagline "Fleksibel Check-in-nya, Fleksibel Harganya." Tagline itu menjadi spirit untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya wisatawan yang bertandang ke Kota Pariwisata ini.

"Insyaallah menginap nanti di Minang In Malioboro ini dengan tagline-nya fleksibel check-in-nya, fleksibel harganya, dan pusat Kota Yogyakarta tempatnya ini akan memberikan kesan tersendiri," bebernya.

Manifestasi tagline itu disebut Deni kalau di hotel sebagian umumnya check-in sudah ditentukan. Tetapi, khusus di Minang Inn Malioboro, dikemas demkian rupa fleksibelnya.

"Di Minang In bebas. Bisa 4 jam, bisa 8 jam, bisa 12 jam, dan lain sebagainya. Sangat fleksibel," ungkapnya.

Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengatakan, kehadiran Minang Inn Malioboro ini hadir tidak hanya sekadar mencari profit, kita hadir tidak hanya sekadar mencari keuntungan dan benefit.

"Tetapi lagi-lagi Minang In Malioboro ini hadir untuk memberikan value, nilai tambah agar ini bermanfaat, agar ini berdampak kepada masyarakat banyak" terang Deni.

Secara kepemilikan lahan, disingkapnya bangunan ini bagian dari wakaf seseorang pada saat itu untuk Banuhampu. Jika wakaf ini tidak produktif dan tidak bermanfaat, maka amat disayangkan.

"Kami ingin meningkatkan usaha ini menjadi usaha yang bermanfaat, yang produktif sehingga ini memberikan dampak kepada masyarakat sekitarnya," katanya.

Dewan Pendiri Yayasan Banuhampu Yogyakarta Sjafri Sairin menceritakan perjalanan panjangnya saat pertama kali menginjakkan kaki di asrama tersebut (yang kini dijadikan sebagai Minang Inn Malioboro) tahun 1963. Katanya, perjuangan masa lalunya menempuh perjalanan 12 jam menggunakan kereta api dari Jakarta menuju Stasiun Yogyakarta sebelum akhirnya bertolak ke asrama.

"Waktu itu fasilitas sangat terbatas. Satu dipan dipakai berdua, bahkan satu ruangan bisa diisi hingga empat orang. Namun dari ketebatasan dan makanan yang sederhana itulah kebersamaan kami terbangun," kenangnya.

Seiring berjalannya waktu, kondisi asrama yang sempat kosong serta beban biaya perawatan dan pajak memicu diskusi panjang di antara para alumni. Melalui kesepakatan bersama, diputuskan bahwa asrama bersejarah yang awal pengadaannya dibantu oleh almarhum Rajab Gani tersebut akan diwakafkan.

"Kami sepakat untuk memproses wakaf ini kepada Muhammadiyah. Langkah ini diambil agar nilai guna dan keberkahan bangunan ini terus berlanjut, sekaligus menjaga warisan sejarah serta intelektualitas generasi muda Minang di Yogyakarta," tandas mantan Dewan Redaksi Suara Muhammadiyah itu.

Dalam malam tasyakuran ini, turut disertakan dengan pengajian yang disampaikan oleh Zulkarnain. "Semoga Minang Inn Malioboro ini ke depannya berkah dan memberikan manfaat untuk masyarakat," ucapnya. 

Juga, mendaras Al-Qur'an dan juga menyerahkan santunan kepada anak-anak panti asuhan An-Nur Bantul. Diagendakan Minang Inn Malioboro akan dilaunching pada Sabtu (21/11) mendatang. (Cris)