MALANG, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (MCEBI PTMA) resmi membuka Studentpreneur Bootcamp 2026 dengan mengusung tema "Entrepreneurial Mindset & Business Networking, Strategi Mengelola Bisnis Berkelanjutan”, Jumat-Ahad (17-19/7).
Acara bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan area karantina di Taman Rekreasi Sengkaling, Malang, Jawa Timur. Dan Diikuti oleh perwakilan dari 30 Lembaga Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan PTMA se-Indonesia dengan delegasi yang terdiri dari 2 unit usaha mahasiswa dan 1 dosen pendamping dari tiap kampus.
Ketua MCEBI Endang Rudiatin menyebut, bootcamp ini ditujukan untuk menumbuhkan minat berwirausaha. “Serta mencetak wirausaha muda yang handal, sukses, dan tetap menjunjung tinggi etika serta nilai profesionalisme,” terangnya.
Endang menambahkan, dengan tagline "Becoming muslimtechnopreneur", MCEBI membekali peserta bootcamp dengan "life skills".
“Untuk peningkatan kompetensi yang responsif terhadap perkembangan dunia usaha,” ujarnya.
Bendahara Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Andy Dwi Bayu Bawono mengingatkan bahaya "sudden incompetence". Ia mendorong perlu membuat kebijakan penyusunan kurikulum "project base learning" dan penguatan inkubasi bisnis di lingkungan PTMA.
Hal tersebut sejalan dengan Kepala Bidang Pengembangan Inkubasi Usaha Kementerian UMKM RI Ima Rahmania bahwa, butuh peningkatan kompetensi wirausaha untuk bisa kompetitif dan bisa memperluas pasar dan jejaring.
“Perlu konektivitas antar daerah untuk menjamin ketersediaan bahan baku, serta pemetaan kapasitas dan daya saing,” tuturnya.
Terkait dengan itu, Erwin Dwiyana, Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan RI membahas pengolahan hasil laut yang selaras dengan program hilirisasi dan komersialisasi wirausaha MCEBI untuk peningkatan daya saing.
Sisi lain, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional RI Muhammad Mufti mempertegas komitmen kolaborasi lintas sektor dalam peningkatan daya saing otomatis berdampak pada perlindungan konsumen.
Acara akbar ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Fauzan, yang berbagi pengalaman menjadi pengusaha. Ia berpesan agar mahasiswa memulai dari bawah untuk tampil menjadi generasi cerdas dan tangguh.
“Budaya ini dipertahankan dan dilanjutkan dengan membangun ekosistem usaha,” tekannya.
Hadir pula David Himawan, Anggota Majelis Ekonomi PWM Jatim. Acara ditutup oleh Wakil Rektor III UMM Nur Subekti.

