Membedah Kapitalisasi Pasar dalam Industri Rokok dan Tembakau

Suara Muhammadiyah

10 February 2025

1349
Drakula Ekonomi

Drakula Ekonomi

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penerbit Suara Muhammadiyah, CHED ITB Ahmad Dahlan dan MTCN menggelar Launching dan Bedah Buku Drakula Ekonomi “Telaah Antropologis & Sosial Ekonomi Industri Tembakau” karya Mukhaer Pakkana di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, pada Jum’at (7/02/2025). Buku ini membahas tentang perusahaan tembakau yang memiliki dampak negatif bagi masyarakat.

“Buku ini mampu memadukan argumen pro dan kontra.” Jelas Amich Alhumami, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan yang juga bertindak sebagai Keynote Speech.

Amich Alhumami mendeskripsikan rokok dan tembakau dalam analisis multidimensi tembakau. Menurutnya, adanya relasi kekuasaan yang memanfaatkan industri–industri rokok sehingga menyebabkan rokok dan tembakau dapat melampaui zaman. Dalam deskripsi sangatnya, betapa polemik rokok dan tembakau dalam kehidupan yang terdapat relasi kuasa yang memanfaatkan sumber ekonomi produktif yaitu tembakau dan rokok, namun di sisi lain adanya pendapat tentang pendapatan negara. 

Amich Alhumami mengatakan bahwa skema politik menjelaskan satu hal, skema agama dan sosial budaya menjadi faktor pelanggan dari sosial dan budaya itu sendiri karena rokok dan tembakau merupakan kebudayaan di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Manifesti rokok dan tembakau dalam ritualisme dan kebudayaan menjadikannya langgeng.

“jadi, ada sesuatu yang menjadi langgeng yang kita kritik tapi justru penyangganya dari masyarakat bawah dan politik sebagai kapitalisme pasar.” Kata Amich Alhumami, ia juga menyebutkan masalah rokok dan tembakau ini sebagai ‘Master Ending Struggle’ atau tantangan terberat karena adanya tembok politik itu sendiri.

Indonesia menduduki peringkat ke – 2 produsen rokok di dunia. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia tidak hanya menjadi produsen tetapi juga konsumen. Rokok dan tembakau perlu mendapatkan perhatian dalam penyusunan perencanaan dan kebijakan mengingat rokok dan tembakau menjadi salah satu penyebab dari meningkatnya penyakit tidak menular.

Amich Alhumami juga memaparkan terkait buku Drakula Ekonomi, mendobrak semua hal baik rokok bahwa tidak ada kebaikan dalam rokok kecuali mempercepat kematian. Akibat dari penerimaan informasi yang salah, pandangan masyarakat terhadap rokok semakin tidak masuk akal. Hingga saat ini rokok menduduki tingkat dua kebutuhan yang harus dipenuhi setelah makan. Hal ini membukti rokok merusak fisik dan logis seseorang. 

Namun industri tembakau menutup mata, dihadapan kenyataan yang membunuh masyarakat akibat perbuatan mereka. Harapannya buku Drakula Ekonomi, dapat membuka tirai-tirai yang menutupi logika masyarakat untuk sadar bahaya rokok. (nad/diko)

 

 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakart....

Suara Muhammadiyah

9 April 2024

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka sosialisasi energi ramah lingkungan kepada para pelajar,....

Suara Muhammadiyah

28 November 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Ghufron Mu....

Suara Muhammadiyah

6 May 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) disebut sebut sebagai "An....

Suara Muhammadiyah

6 October 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantul menghadirkan Ketua Pimpin....

Suara Muhammadiyah

20 April 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah