Memfungsikan Kekhalifahan di Tengah Kondisi Lingkungan yang Tidak Baik-baik Saja

Suara Muhammadiyah

10 November 2025

718
AnA

AnA

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Kajian Rutin Gerakan Subuh Mengaji (GSM) menghadirkan seorang narasumber dari Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Ir Gatot Supangkat, MP, IPM, ASEAN Eng dengan membawa tema “Green Leadership”. Kajian ini dilaksanakan melalui daring, pada Sabtu (8/11). 

Dalam paparannya, Gatot menekankan terlebih dahulu tentang urgensi memahami kondisi lingkungan secara menyeluruh, bahwa di atas 80% bencana alam yang ada di Indonesia disebabkan karena perilaku manusia. Ia mencontohkan praktik pertanian dan eksploitasi alam yang membuat manusia tidak mencermati daya dukung lingkungan.

"Penyebab lingkungan rusak terjadi karena krisis manusia dan sudah diingatkan Allah di dalam surat Ar-Rum ayat 41, tampak fenomenanya sekarang memang banyak manusia yang tidak manusiawi," jelasnya.

Lebih jauh, Gatot menjelaskan bahwa krisis ekologi berasal dari krisis manusia, sehingga manusia harus menerapkan peran kekhalifahan dalam menjaga lingkungan alam. Hasil riset menunjukkan bahwa 91% percaya bahwa lingkungan alam adalah ciptaan Allah yang harus dirawat, 86% meyakini bahwa lingkungan adalah amanah Allah, 75% memandang bahwa bencana alam merupakan hukuman dari Allah.

Temuan riset tersebut melahirkan kolaborasi antar umat Islam yang dideklarasikan di Masjid Istiqlal pada Sabtu 30 Juli 2022. "Hasil penelitian dari Purpose Life yang mensupport itu maka kemudian lahirlah kolaborasi umat Islam pada tanggal 30 Juli tahun 2022 di Masjid Istiqlal," ungkapnya.

Selain itu, Gatot juga mengaitkan tentang konsep kepemimpinan Islam yang telah diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara dan falsafah Jawa Memayu Hayuning Bawono (memperindah/memelihara keindahan dunia (alam semesta). Hal tersebut mengarah pada keselarasan hubungan manusia dengan Allah (hablum minallah), manusia dengan sesama manusia (hablum minannas), dan manusia dengan alam (hablumminal 'alam).

Dalam konteks gerakan sosial, Ia mengajak untuk lebih aktif dalam memperjuangkan lingkungan alam, kerja sama lintas pihak, serta memberikan solusi atas persoalan ekologi.

"Seorang pemimpin Muhammadiyah harus kritis, korektif, kemudian faktual, solutif, objektif dan mampu berkolaboratif," tegasnya.

Mengakhiri kajian, Gatot mengimbau para peserta untuk meneguhkan komitmen dalam menjaga bumi sebagai amanah Ilahi. "Sejuk bumiku, nyaman hidupku aman dan tentram masa depan anak cucuku," pungkasnya. (Anggi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TANGSEL, Suara Muhammadiyah - Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) yang tergabu....

Suara Muhammadiyah

3 October 2024

Berita

PARIS, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti....

Suara Muhammadiyah

24 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Jumlah populasi masyarakat yang secara signifikan terus meningkat b....

Suara Muhammadiyah

10 October 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhamamdiyah - SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan, Pekalongan, memiliki nahkoda baru un....

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

Berita

KOTA LANGSA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kota....

Suara Muhammadiyah

26 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah