Meneguhkan Langkah, Strategi Baru Nasyiatul Aisyiyah Kalteng di Era Disrupsi

Publish

5 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
514
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Semangat pembaharuan menyeruak di tengah hangatnya pertemuan Gerakan Mengaji Nasyiah (RAJIN) serta Konsolidasi Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Kalimantan Tengah, Sabtu, 3 Januari 2025, yang bertempat di Sisi Cafe Positif dan Playground, Jl. Temanggung Tandang No.39, Langkai, Kec. Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Ketua PWNA Kalteng, Dwi Purbayanti, S.T., M.Si., menyampaikan kegiatan Gerakan Mengaji Nasyiah (RAJIN) menjadi momentum awal konsolidasi semangat di tahun 2026 untuk meluruskan niat dan menguatkan ghiroh berorganisasi sebagai amal sholeh. Konsolidasi ini bukan sekadar tentang laporan pertanggungjawaban. Ini adalah momen penyamaan frekuensi hati dan pikiran.

"Gerakan mengaji Naisyatul adalah ujung tombak pembumian tarjih (dakwah), bukan sekadar pelaksana program rutin melainkan jembatan penghubung atau sinergi kader dalam menjalankan program-program yang berdampak bagi umat dan masyarakat, serta saling menguatkan dalam satu visi dan misi Nasyiatul Aisyiyah," ujarnya.

Di hadapan para pimpinan dan kader yang memadati ruangan cafe, Dr. Ngismatul Choiriyah, M.Pd.I.,  tidak sekadar memberikan materi, melainkan menyalakan kembali api semangat berorganisasi (dakwah) perempuan berkemajuan untuk merespons tantangan zaman.

Dalam paparannya yang bertema "Berorganisasi sebagai Amal Sholeh dan Sarana Pemberdayaan," Dr. Ngismatul Choiriyah, M. Pd. mengingatkan bahwa semangat berorganisasi dimulai dengan pikiran yang tenang dan tidak di jadikan beban karena itu adalah amanah yang diberikan agar dilaksanakan dengan curahan hati, pikiran dan tindakan nyata.

"Niatkan untuk ibadah biar apa yang kita lakukan khususnya berorganisasi di Nasyiatul Aisyiyah menjadi bernilai (pahala) dimata Allah SWT," ucapnya.

Ditambah Ngismatul, bahwa dalam organisasi khususnya Naisyatul Aisyiyah (NA) pasti banyak hambatan Bahkan kendala misalkan program yang hebat butuh nakhoda yang tangguh atau ada pemikiran yang tidak satu visi dan misi.

"Di Naisyatul Aisyiyah harus memiliki pemikiran terbuka serta wawasan luas, jika ada hal yg tak sependapat baiknya selalu bertabayyun dan mencari jalan terbaik untuk kebersamaan dan kekompakan dalam memberikan manfaat bagi umat dan bangsa," tambahnya.

Dalam menjawab tantangan zaman ini sudah sepatutnya dengan kerja nyata. Saatnya Naisyatul Aisyiyah Kalimantan Tengah melangkah lebih tegap, menjadikan Islam berkemajuan sebagai nafas gerakan, yang mencerahkan, meneguhkan, dan menggembirakan semesta. (mf)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Hari Mangrove sedunia, Keluarga Besar Mahas....

Suara Muhammadiyah

25 July 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur sukses menggelar Rapa....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah – Warga Dusun Prigi, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Kab....

Suara Muhammadiyah

11 December 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Lembaga Pengembangan dan Pengkajian Al-Islam Kemuhammadiyahan (L....

Suara Muhammadiyah

14 March 2025

Berita

TANGERANG SELATAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

9 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah