Momen Puasa Untuk Hidup Lebih Sehat

Suara Muhammadiyah

20 February 2026

662
Foto Kaprodi

Foto Kaprodi

Momen Puasa Untuk Hidup Lebih Sehat

Oleh: Purwo Setiyo Nugroho, S.K.M., M.Epid., Ph.D., Kaprodi Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Puasa, khususnya puasa Ramadan, bukan hanya praktik spiritual tetapi juga memiliki implikasi terhadap kesehatan fisik dan mental. Dalam satu dekade terakhir, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pola makan berbasis intermittent fasting yang secara fisiologis serupa dengan puasa Ramadan, berkaitan dengan perbaikan parameter metabolik dan kualitas hidup.

Secara fisiologis, puasa memicu pergeseran metabolisme energi dari penggunaan glukosa menuju oksidasi lemak dan produksi badan keton. Proses ini dikaitkan dengan peningkatan sensitivitas insulin, penurunan berat badan, serta perbaikan profil lipid (de Cabo & Mattson, 2019). Tinjauan sistematis terbaru juga menunjukkan bahwa time-restricted eating dapat memberikan manfaat terhadap kontrol glikemik dan tekanan darah, meskipun efeknya sangat dipengaruhi oleh kualitas asupan makanan selama periode makan (Lowe et al., 2020; Welton et al., 2020).

Dalam konteks Ramadan, penelitian observasional dan eksperimental menunjukkan adanya perbaikan berat badan, kadar glukosa darah, serta beberapa biomarker inflamasi setelah periode puasa Ramadan (Faris et al., 2019). Selain itu, studi longitudinal pada populasi Muslim melaporkan bahwa puasa Ramadan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan menurunkan tingkat stres, terutama ketika disertai peningkatan aktivitas spiritual dan dukungan sosial (Ali et al., 2022).

Namun demikian, manfaat kesehatan puasa sangat bergantung pada pola konsumsi saat sahur dan berbuka. Konsumsi berlebihan makanan tinggi gula sederhana dan lemak jenuh dapat mengurangi bahkan meniadakan manfaat metabolik puasa. Oleh karena itu, pendekatan gizi seimbang yang meliputi karbohidrat kompleks, protein berkualitas, serat, vitamin, mineral, dan kecukupan cairan menjadi kunci utama. Bagi individu dengan penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi, penyesuaian terapi dan konsultasi medis sangat dianjurkan (Azizi et al., 2017).

Dengan perencanaan yang tepat, puasa dapat menjadi strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan. Momentum Ramadan seharusnya dimanfaatkan sebagai titik awal pembentukan gaya hidup sehat yang berkelanjutan, tidak hanya sebagai praktik ibadah tahunan.

---
Materi diatas sebagai bahan KURMA (Kuliah Ramadhan) di Radio Vas FM 99.4 MHz kerjasama Sahabat Misykat Indonesia & Fakultas Kesehatan Masyarakat UMKT.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Muhammadiyah dan Moralitas Publik: Mengenang Rosyad Sholeh  Oleh: Syarifuddin Jurdi, Dosen UIN....

Suara Muhammadiyah

1 August 2025

Wawasan

Masjid Sebagai Hub Literasi Keuangan Syariah Penulis: Mohammad Nur Rianto Al Arif, Guru Besar UIN S....

Suara Muhammadiyah

4 February 2026

Wawasan

Kebijaksanaan Digital Muhammadiyah Oleh: Sukron Abdilah, Peneliti Pusat Studi Media Digital UM Band....

Suara Muhammadiyah

29 October 2025

Wawasan

Perluasan Jaringan Logmart: Menghidupkan Roda Ekonomi Sumatra Menjelang Muktamar 2027 Oleh: Bayu Ma....

Suara Muhammadiyah

11 September 2025

Wawasan

Oleh: Suko Wahyudi Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, iman dan amal shaleh adalah fondasi pen....

Suara Muhammadiyah

17 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah