MRC UMP Ikuti Indonesian Migrant Workers Promotion Forum 2026, Dorong Kolaborasi Strategis Perluasan Peluang Kerja Global
TANGERANG, Suara Muhammadiyah – Migran Resource Center (MRC) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengikuti kegiatan Indonesian Migrant Workers Promotion Forum (IPF) 2026 dengan tema “Expanding Global Labour Market Opportunities” yang diselenggarakan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) pada Sabtu (17/10/2026), di Ruang Garuda Main Hall 1, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jalan BSD Grand Boulevard Raya No. 1, Kabupaten Tangerang, Banten. Forum yang menjadi bagian dari rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 tersebut mempertemukan unsur pemerintah, perwakilan diplomatik Indonesia di berbagai negara, perguruan tinggi, lembaga pengembangan sumber daya manusia, serta pelaku industri penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk membahas perkembangan pasar kerja global, peluang penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, serta penguatan kolaborasi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, profesional, dan berdaya saing internasional.
Forum tersebut dihadiri Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (Ditjen P3KLN) Kementerian P2MI, Dwi Setiawan Susanto, S.E., M.Si., Ak., serta sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri. Di antara perwakilan yang hadir adalah Duta Besar Republik Indonesia untuk Qatar, Suriname, dan Sri Lanka, serta perwakilan ketenagakerjaan Indonesia di Korea Selatan dan Malaysia. Para perwakilan tersebut menyampaikan informasi mengenai perkembangan kebutuhan tenaga kerja, potensi pasar kerja, kebijakan ketenagakerjaan, serta persyaratan kompetensi yang harus dipenuhi calon pekerja migran Indonesia. Forum juga menjadi sarana pertukaran informasi mengenai peluang perluasan pasar kerja di sejumlah negara tujuan, termasuk pentingnya kemampuan bahasa asing, keterampilan teknis, sertifikasi kompetensi, dan kesiapan adaptasi budaya kerja internasional.
Menurut Direktur MRC UMP Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, S.E., M.Si., Ph.D., dalam penjelasannya mengatakan bahwa keikutsertaan MRC UMP dalam forum ini menjadi bagian dari upaya mendukung perluasan kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia di pasar global. Forum tersebut juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas, kompetensi, dan daya saing pekerja migran Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.
Darmawan juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memiliki nilai strategis dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi sebagai penyedia dan pengembang sumber daya manusia, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) sebagai pelaksana penempatan, dan pemerintah sebagai regulator sekaligus fasilitator perluasan pasar kerja luar negeri. Selanjutnya disampaikan bahwa forum ini merupakan pertemuan yang sangat strategis karena mempertemukan tiga unsur penting dalam ekosistem ketenagakerjaan migran, yaitu perguruan tinggi melalui Migrant Center sebagai penyedia dan pengembang SDM, P3MI sebagai mitra penempatan tenaga kerja ke luar negeri, serta pemerintah sebagai regulator dan pembuka akses pasar kerja global.
Menurutnya, pengembangan peluang kerja luar negeri tidak cukup hanya dilakukan melalui pembukaan akses pasar kerja, tetapi juga harus didukung kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan. Perguruan tinggi harus mengambil peran lebih besar dalam mempersiapkan calon pekerja migran yang memiliki keterampilan teknis, kemampuan bahasa asing, literasi digital, karakter profesional, serta pemahaman terhadap budaya kerja internasional. Dengan demikian, tenaga kerja Indonesia tidak hanya mampu mengisi peluang kerja di luar negeri, tetapi juga memiliki daya saing dan perlindungan yang lebih baik,” jelasnya.
Darmawan juga menegaskan pentingnya membangun pola kerja sama yang lebih terintegrasi antara Migrant Center di perguruan tinggi, P3MI, kementerian terkait, dan perwakilan Indonesia di luar negeri. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu pemetaan kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja internasional, serta fasilitasi penempatan pekerja migran melalui jalur yang resmi, aman, dan prosedural.
Selanjutnya dikatakannya bahwa kedepan perlu dibangun sistem yang menghubungkan kebutuhan tenaga kerja dari negara tujuan dengan kapasitas penyediaan SDM di perguruan tinggi. Migrant Center dapat menjadi penghubung antara dunia pendidikan, lembaga pelatihan, P3MI, dan pemerintah sehingga proses penyiapan hingga penempatan tenaga kerja dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Ditekankan juga pentingnya perubahan paradigma pengelolaan migrasi tenaga kerja, dari sekadar penempatan pekerja menjadi pembangunan sumber daya manusia yang berorientasi pada pengembangan karier internasional dan kesejahteraan jangka panjang.
Keikutsertaan MRC UMP dalam forum internasional tersebut merupakan bagian dari komitmen Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam memperluas jejaring kerja sama dan meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan tenaga kerja Indonesia. Melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi calon pekerja migran, MRC UMP terus berupaya menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri internasional. Program tersebut mencakup penguatan kompetensi pada bidang caregiver, perhotelan, dan operator produksi, disertai pengembangan kemampuan bahasa asing, literasi digital, literasi keuangan, serta pembentukan sikap kerja profesional.
MRC UMP juga berkomitmen memperkuat kemitraan dengan Kementerian P2MI, BP3MI, P3MI, lembaga pelatihan, serta jejaring internasional guna membuka akses informasi dan peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat. “Harapannya, melalui pertemuan ini akan lahir kerja sama yang konkret antara perguruan tinggi, perusahaan penempatan, dan pemerintah. Kami ingin MRC UMP tidak hanya menjadi pusat pelatihan calon pekerja migran, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pengembangan talenta global Indonesia,” tegas Akhmad Darmawan.
Melalui partisipasi dalam Indonesian Migrant Workers Promotion Forum 2026, MRC UMP berharap dapat memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan kapasitas sumber daya manusia migran yang mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, perluasan jejaring penempatan, serta pemberdayaan pekerja migran setelah kembali ke Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam perluasan pasar kerja luar negeri yang aman, legal, bermartabat, dan berkelanjutan. Dengan semangat pergi migran pulang jadi Juragan MRC UMP berkomitmen agar pekerja migran Indonesia tidak hanya memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mengembangkan kemandirian ekonomi setelah kembali ke tanah air. (Dar/Eka)

