Muhammadiyah Berduka, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Prof Hamim Ilyas Berpulang

Publish

23 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1081

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Hamim Ilyas, MAg, meninggal dunia pada Sabtu (23/5) dini hari sekitar pukul 01.40 WIB di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, Yogyakarta.

Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, almarhum sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit tersebut selama sekitar sepuluh hari. Kondisi kesehatan beliau sempat membaik dan diperbolehkan pulang, namun kembali menurun hingga harus dilarikan lagi ke rumah sakit sejak Rabu (20/5).

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya Prof Hamim Ilyas. Di mata organisasi, almarhum bukan sekadar pemimpin, melainkan sosok ulama, intelektual, dan cendekiawan Muslim yang dikenal sangat alim, pembawaannya teduh, serta memiliki pribadi yang rendah hati.

Haedar menceritakan momen saat dirinya menjenguk almarhum pada Kamis (21/5) bersama jajaran Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan Gamping. Saat itu, kondisi Prof Hamim memang sudah menurun drastis dan tidak lagi memungkinkan untuk berkomunikasi.

"Semua pihak telah berikhtiar secara maksimal untuk kesembuhan beliau, namun Allah SWT telah menentukan ajalnya. Kita harus melepas kepergian beliau dengan penuh keikhlasan," ungkap Haedar, Sabtu (23/5).

Wafatnya Prof Hamim Ilyas meninggalkan warisan pemikiran yang sangat berharga bagi dunia Islam, khususnya dalam pengembangan konsep Islam Berkemajuan di lingkungan Muhammadiyah. Salah satu gagasan monumental yang beliau populerkan adalah Tauhid Rahamutiyah.

Konsep teologi ini menegaskan bahwa Allah SWT yang Maha Esa memiliki sifat dasar rahmah atau kasih sayang yang luas. Melalui gagasan ini, Prof. Hamim menempatkan kasih sayang transformatif sebagai inti dari keimanan dan amal saleh.

Dalam pandangan almarhum, seluruh syariat dan ciptaan Allah ditujukan untuk melahirkan kemaslahatan umat, keadilan sosial, perdamaian dunia, serta kesejahteraan hidup manusia. Bagi Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, ajaran Islam tidak boleh berhenti pada aspek ritual dan konseptual semata, melainkan wajib diwujudkan dalam aksi nyata yang membawa manfaat konkret bagi masyarakat luas.

Mewakili seluruh warga Muhammadiyah, PP Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Doa-doa terbaik dipanjatkan agar almarhum husnul khotimah, diampuni segala kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya (Jannatun Na'im).

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran yang luas dalam menghadapi ujian dan musibah ini," pungkas Haedar.

Menurut informasi dari pihak keluarga, rumah duka beralamat di Jl. Parem No. 161A Sorowajan RT.7/RW.10, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kota 3 Kudus menyelenggarakan peng....

Suara Muhammadiyah

4 July 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Aisyiyah (PPA) menggelar Konsolidasi Nasional Majelis ....

Suara Muhammadiyah

25 October 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Pernahkah Anda membayangkan, menunaikan ibadah kurban yang mulia itu ....

Suara Muhammadiyah

14 July 2025

Berita

Persiapan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Unggul JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mem....

Suara Muhammadiyah

22 November 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar peserta mata k....

Suara Muhammadiyah

26 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah