Panduan Kehidupan, Rektor UMKLA Ajak Masifkan Mendaras Al-Qur’an di Akhir Ramadhan

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
485
Prof Dr Ir Sukamta, ST., MT., IPU., ASEAN Eng. Foto: Cris

Prof Dr Ir Sukamta, ST., MT., IPU., ASEAN Eng. Foto: Cris

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan segera berakhir. Karenanya, Sukamta, Rektor Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) mengajak agar semakin aktif berinteraksi dengan Al-Qur'an.

"Al-Qur'an itu bukan sejarah, tetapi Al-Qur'an adalah panduan hidup," ujarnya, Senin (16/3) saat Pengajian Buka Bersama Keluarga Besar UMKLA di Gedung A Lantai 2 UMKLA.

Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadhan. Dasarnya jelas sekali, Qs al-Baqarah ayat 185. Di sinilah tradisi membaca Al-Qur'an menemukan titik urgensinya.

"Besok di akhirat Al-Qur'an berhadapan dengan siapa yang bersama dengan kita semua," tutur Sukamta.

Karena itu, mengingat Ramadhan yang akan usai pada tahun 1447 H ini, Sukamta mengajak untuk sama-sama mendaras Al-Qur'an. Hal ini amat penting sekali dalam kehidupan sehari-hari.

Sedikit demi sedikit, tak mengapa. Yang paling utamanya, adalah mampu menemukan jantung pemaknaan mendalam dari yang dibacanya itu.

"Waktunya kita untuk kembali me-refresh ketika Al-Qur'an sebagai panduan hidup," tegasnya.

Yang lebih menarik, kata Sukamta, Al-Qur'an diturunkan di malam Lailatul Qadar. Apa itu? "Malam, malam ketetapan atau malam kemuliaan," sebutnya.

Para malaikat turun ke bumi dipimpin oleh malaikat Jibril. "Di situ disebut dengan Ar-Ruh, Ruhul Quddus, atas izin Allah mengatur semua urusan manusia," bebernya.

Di saat yang sama, juga membagi rezeki, menetapkan takdir setahun ke depan. "Itulah malam Lailatul Qadar," tandasnya.

Untuk mendapatkannya, beber Sukamta, senantiasa menghidupkan malam, khususnya di malam-malam akhir bulan Ramadhan.

"Jadi orang tokoh-tokoh muslim yang dimuliakan di dunia dan oleh Allah itu tidak pernah dia absen dari salat malam," tegasnya.

Berikutnya, menjadi orang yang mudah memaafkan. Hidupnya gemar membuka ruang dialog, untuk mencari titik solusi konstruktif di tengah masalah yang terjadi. Bukan saling menyalahkan satu sama lain.

"Orang yang memaafkan orang lain dengan ikhlas, itulah orang yang sabar. Dan orang yang sabar, dia pantas mendapatkan Lailatul Qadar," tekannya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) JQH Al Bayan mengadakan kegiatan lomba ....

Suara Muhammadiyah

13 September 2023

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo s....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Majelis Taqwa Telkomsel (MTT) resmi menyerahkan bantuan sosial ....

Suara Muhammadiyah

13 March 2026

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangkaraya, Kalimantan Tenga....

Suara Muhammadiyah

26 July 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Ratusan jamaah dan warga masyarakat Desa Babakan Kawunganten menghadir....

Suara Muhammadiyah

4 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah