Peneliti UM PKU Surakarta Kembangkan Sabuk Pintar untuk Pantau Gerakan dan Denyut Jantung Janin

Suara Muhammadiyah

8 September 2026

67
UM PKU Surakarta

UM PKU Surakarta

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah — Tim peneliti Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta (UM PKU Surakarta) mengembangkan prototipe sabuk pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk membantu pemantauan gerakan dan denyut jantung janin (DJJ) secara terintegrasi.

Inovasi tersebut menggabungkan teknologi multisensor dengan sistem digital untuk memperoleh data pemantauan kondisi janin secara real-time. Pengembangan teknologi ini menjadi salah satu bentuk upaya UM PKU Surakarta dalam mendorong pemanfaatan hasil penelitian untuk menjawab kebutuhan di bidang kesehatan.

Prototipe menggunakan rubber conductive sensor untuk mendeteksi gerakan janin dan Fetal Doppler untuk mengukur denyut jantung janin. Kedua sensor ditempatkan pada sabuk abdomen ibu hamil dan dihubungkan dengan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat akuisisi serta pengiriman data melalui jaringan Wi-Fi.

Data yang diperoleh dari sensor kemudian dirancang untuk dapat ditampilkan melalui dashboard dan aplikasi seluler sehingga informasi hasil pemantauan dapat dipantau secara digital.

Ketua tim peneliti, Bdn. Nur Hidayah, SST., M.H., M.Keb., mengatakan pengembangan sistem tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan pemantauan gerakan dan denyut jantung janin dalam satu perangkat.

“Kami berupaya mengembangkan sistem yang dapat memantau gerakan dan denyut jantung janin secara bersamaan serta menampilkan informasi secara real-time. Hasil pengujian awal menjadi dasar bagi kami untuk terus melakukan kalibrasi dan penyempurnaan sehingga sistem nantinya memiliki kinerja yang semakin baik dan dapat dikembangkan menuju pemanfaatan yang lebih luas,” ujarnya.

Masih dalam Tahap Pengembangan dan Optimasi

Berdasarkan pengujian awal, prototipe telah mampu mendeteksi gerakan janin sekaligus melakukan pengukuran denyut jantung janin dalam satu sistem. Namun, tim peneliti masih melakukan sejumlah penyempurnaan sebelum teknologi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut.

Optimalisasi dilakukan antara lain pada sensitivitas sensor, penentuan ambang deteksi, penyaringan sinyal, serta algoritma untuk membedakan gerakan janin dari artefak maupun aktivitas maternal.

Aspek ergonomi juga menjadi perhatian dalam proses pengembangan. Desain perangkat terus disempurnakan agar lebih nyaman digunakan oleh ibu hamil.

Tahapan tersebut menunjukkan bahwa inovasi masih berada dalam proses penelitian dan pengembangan. Karena itu, prototipe belum dapat diposisikan sebagai pengganti pemeriksaan medis atau alat diagnosis klinis.

Libatkan Dosen dan Mahasiswa Lintas Disiplin

Penelitian ini melibatkan dosen dan mahasiswa dalam satu tim multidisiplin. Tim diketuai Bdn. Nur Hidayah, SST., M.H., M.Keb., dengan anggota Ipin Prasojo, Sp.T., M.Kom.; Bdn. Munaaya Fitriiya, SST., M.Kes., M.Keb.; Wahyu Tri Sudaryanto, S.Fis., M.K.M.; Syuja’ Ridhwan Fairuz Zahran; Hanifah Azzahra; Jesika Lia Rahmawati; Itsna Rachmawati Dewi; dan Devi Nia Intan Saputri.

Kolaborasi tersebut memadukan bidang kebidanan, Rekayasa Elektromedik, fisioterapi, serta teknologi informasi dalam proses pengembangan perangkat.

Keterlibatan mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari tim pendukung penelitian. Mereka turut memperoleh pengalaman dalam proses pengembangan prototipe, pengujian perangkat, pengumpulan dan analisis data, hingga penyusunan luaran ilmiah.

Model tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis riset (research-based learning) yang mempertemukan teori yang diperoleh mahasiswa di ruang kelas dengan persoalan nyata yang dihadapi dalam pengembangan teknologi kesehatan.

Wujud Kampus Berdampak

Pengembangan sabuk pintar berbasis IoT tersebut juga memperlihatkan bagaimana konsep Kampus Berdampak dapat diterapkan melalui keterhubungan antara pendidikan, penelitian, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.

Melalui penelitian ini, proses pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi diarahkan pada kemampuan mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam penelitian memberikan pengalaman langsung dalam memecahkan persoalan, bekerja dalam tim lintas disiplin, mengolah data, serta memahami proses pengembangan sebuah inovasi dari tahap perancangan hingga pengujian.

Sementara bagi universitas, kolaborasi dosen dan mahasiswa dapat memperkuat ekosistem riset sekaligus membuka peluang pengembangan luaran penelitian, seperti publikasi ilmiah, kekayaan intelektual (HKI), prototipe, hingga potensi hilirisasi teknologi.

Dalam konteks Kampus Berdampak, keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari terciptanya sebuah prototipe, tetapi juga dari proses bagaimana pengetahuan yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat memberikan manfaat bagi pembelajaran, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta menjawab kebutuhan masyarakat.

Pengembangan teknologi pemantauan janin ini menjadi salah satu contoh upaya UM PKU Surakarta untuk membangun budaya akademik yang menghubungkan pendidikan, riset, inovasi, kolaborasi, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Ke depan, tim peneliti masih perlu melakukan pengujian dan validasi lebih lanjut untuk memastikan kinerja sistem sebelum diarahkan pada pemanfaatan yang lebih luas. Langkah tersebut menjadi bagian penting agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya menarik secara teknologi, tetapi juga memiliki tingkat keandalan dan keamanan yang sesuai dengan kebutuhan bidang kesehatan.

Judul alternatif yang lebih kuat untuk media online:

  1. Peneliti UM PKU Surakarta Kembangkan Sabuk Pintar IoT untuk Pantau Gerakan dan Denyut Jantung Janin
  2. Dari Riset ke Dampak, UM PKU Surakarta Kembangkan Sabuk Pintar Pemantau Kondisi Janin
  3. Kolaborasi Dosen-Mahasiswa UM PKU Surakarta Hadirkan Prototipe Sabuk Pintar Berbasis IoT
  4. UM PKU Surakarta Dorong Kampus Berdampak Lewat Inovasi Sabuk Pintar Pemantau Janin
  5. Teknologi dan Kesehatan Bertemu, UM PKU Surakarta Kembangkan Sistem Pemantauan Janin Berbasis IoT

Rekomendasi saya untuk website resmi kampus: “Peneliti UM PKU Surakarta Kembangkan Sabuk Pintar IoT untuk Pantau Gerakan dan Denyut Jantung Janin” — paling informatif, kuat secara jurnalistik, dan tidak berlebihan dalam mengklaim hasil penelitian. (diko)

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Sebagai seorang dosen yang pernah mengajar bidang ini, Prof Din Syams....

Suara Muhammadiyah

6 July 2024

Berita

MDMC Ditunjuk Jadi Sekber Implementasi Program SPAB di DIY YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhamma....

Suara Muhammadiyah

22 July 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pagi ini, dalam Rakornas Bidang Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

26 February 2025

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah - Suasana Alun-Alun Sasono Langen Putro Sragen pada Sabtu malam, 4 Oktobe....

Suara Muhammadiyah

7 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas....

Suara Muhammadiyah

12 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah