Pentingnya Spiritualitas untuk Ciptakan Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Publish

21 April 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
917
Agus Taufiqurrahman

Agus Taufiqurrahman

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah – Pengajian Syawalan dan Pelepasan Jamaah Haji 1446 H Warga Muhammadiyah Gunungkidul, Sabtu (19/4) di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman.

Dalam kesempatan itu, Agus mengingatkan untuk bisa menyikapi dengan arif bahwa kehidupan di dunia hanya bersifat sementara dan fana. “Sementara hidup yang abadi ada di akhirat,” tuturnya.

Pada akhirnya, cepat atau lambat, semua manusia secara bergilir akan menghadapi titi akhir kehidupan: kematian. Karena ini menjadi keniscayaan bagi seluruh makhluk yang bernyawa.

“Umur umat Nabi Muhammad antara 60-70 tahun. Ada orang yang diberi bonus. Tapi tidak semua diberi bonus,” katanya.

Merujuk Qs al-Qashash [28] ayat 77, Agus menguraikan jika Allah SwT meminta kepada seluruh manusia agar untuk mengutamakan kehidupan akhirat. Tetapi, bersamaan dengan itu, jangan sampai melupakan kehidupan di dunia.

“Dunia dan akhirat disuruh sama-sama baik, tapi prioritaskan kehidupan akhirat dengan baik,” jelasnya.

Oleh karena itu, Agus mengajak agar umat Islam menjadikan seluruh denyut nadi aktivitas kehidupan di dunia harus diisi dengan spiritualitas guna mencari kebahagiaan di akhirat.

Salah satunya dengan bersedekah. Demikian karakteristik dari ciri orang bertakwa. “Senang sedekah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit,” ucapnya. Di sinilah mestinya menjadi semangat umat Islam, terutama umat Islam Indonesia.

Mengingat World Giving Index (WGI) dari Charities Aid Foundation (CAF) tahun 2023 menyebut, Indonesia berada di urutan pertama sebagai negara paling dermawan.

“Indonesia itu negara 7 tahun berturut-turut yang memiliki penduduk paling dermawan. Kalau ada orang yang mengakui Indonesia tidak suka sedekah, menurut penelitian ini, tidak cocok menjadi orang Indonesia,” tegasnya.

Menurut Agus, selain faktor agama sebagai penggerak untuk berbagi dengan sesama, juga karena budayanya yang sangat tinggi, yaitu budaya gotong royong.

Hal ini tercermin ketika bencana wabah Pandemi Covid-19 tempo lalu. Berkat gotong royong dari seluruh masyarakatnya, kata Agus, “Indonesia menjadi negara yang termasuk tercepat lepas dari problem Pandemi,” tambahnya.

Karena itu, tidak diragukan lagi dua faktor tersebut, yakni faktor agama dan budaya secara turun-menurun melekat di tubuh bangsa Indonesia. “Kalau ada orang menyebut Indonesia itu dijauhkan dari agama, pasti keliru,” tegasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Condong Catur dan SD Muhammadiyah Condong Catur 2 mengg....

Suara Muhammadiyah

15 June 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Tiga mahasiswa program studi Teknologi Pangan UM Bandung berhasi....

Suara Muhammadiyah

23 July 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - LAZISMU Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Divisi Research ....

Suara Muhammadiyah

27 February 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mene....

Suara Muhammadiyah

26 July 2025

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah – Tips sukses kepala sekolah jadikan transformasi jadi sekolah....

Suara Muhammadiyah

30 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah