Perguruan Tinggi Menyiapkan Lulusan dengan Skill Relevan Zamannya

Publish

10 June 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
83
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Perguruan Tinggi Menyiapkan Lulusan dengan Skill Relevan Zamannya

Oleh: Muhammad Julijanto

Perubahan sosial terus terjadi, demikian juga di dunia usaha dan industri. Kebutuhan akan talenta bangsa yang multi skill dan akademik terus berkembang. Kampus sebagai kawah candradimuka membekali sarjana dengan senjata dan amunisi yang relevan dengan pendidikan. Hubungan kampus dan dunia industri dan usaha tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, namun kolaboratif dan saling mendukung. Sehingga tercipta harmoni dan terpenuhinya kebutuhan keduanya.

Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mempunyai ratusan perguruan tinggi, sudah saatnya menyiapkan talenta unggul dengan integritas dan kapasitas lulusannya sesuai dengan kebutuhan dan relevan dengan dunia usaha dan dunia industri. Sebagai tanggung jawab moral yang dirawat dengan kesadaran akan makna pentingnya kolaborasi antar sektor dan bidang, bahkan lintas sektor.

Fenomena perusahaan multinasional mulai mengurangi ketergantungan gelar akademik dan lebih menekankan kemampuan nyata yang dibuktikan dengan kinerja pelamar di lapangan. Perubahan posisi gelar akademik dalam sistem perekrutan modern tenaga kerja. Gelar sebagai salah satu indikator kompetensi bukan satu-satunya indikator. Oleh karena itu kampus harus menyesuaikan indikator kompetensi sarjananya dengan apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja atau perusahaan multinasional membutuhkan profil lulusan perguruan tinggi yang seperti apa yang mereka butuhkan.

Inilah hubungan dunia industri dan dunia usaha yang harus responsif secara cepat oleh kampus agar menghasilkan sarjana yang macan asli bukan “macan ompong”, punyai ijazah tapi minim kompetensi, skill dan kemampuan akademik setali dua sisi mata uang.

Pembaharuan kurikulum yang adaptif dan responsif dengan kebutuhan eksternal dunia industri dapat menjadi jawaban terhadap banyaknya lulusan perguruan tinggi yang nilai akademiknya tidak sebanding dengan kebutuhan pasar kerja yang relevan.

Banyak keterampilan baru yang dibutuhkan Perusahaan lahir dalam waktu yang singkat, sementara proses Pendidikan dan pengembangan kurikulum sangat lambat meresponsnya.  Menyebabkan kesenjangan apa yang diajarkan dengan kenyataan lapangan beda jauh panggang dengan apinya. Di sinilah dibutuhkan terobosan jitu dalam menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berkembang dan berinovasi cepat.

Keterampilan baru seperti teknologi digital, kemampuan membangun aplikasi yang dibutuhkan Perusahaan, bagaimana mengolah data, mengembangkan kecerdasan buatan yang dapat meningkatkan reputasi Perusahaan, bukan pada melihat dari mana asal pencari kerja berasal dari kampus mana?

Kesiapan kerja dan skill yang dimiliki pencari kerja dibandingkan dengan indeks prestasi yang tinggi, tetapi minim pengalaman dalam pekerjaan praktis.

Data global menunjukkan adanya pergeseran yang cukup signifikan. Laporan yang dikutip oleh Western Governors University menunjukkan bahwa sekitar 86 persen perusahaan di Amerika Serikat kini menganggap keterampilan lebih penting dibandingkan dengan gelar formal dalam proses rekrutmen. Pendekatan skills-based hiring, yaitu perekrutan fokus pada kemampuan aktual kandidat (Sukarijanto, Kompas.com, 2026).

Universitas tidak hanya menghasilkan ijazah. Kampus seharusnya menjadi tempat pembentukan cara berpikir kritis, kemampuan analitis, etika profesional, kapasitas riset, serta kemampuan menyelesaikan masalah kompleks.

Banyak profesi strategis tetap membutuhkan pendidikan formal yang ketat, seperti dokter, insinyur sipil, akuntan publik, hakim, peneliti, dan berbagai profesi yang menyangkut keselamatan publik.

Kritik tidak langsung terhadap sistem pendidikan yang terlalu berorientasi pada sertifikasi.
Lembaga Pendidikan dibuktikan hasil lulusan dibandingkan dengan memastikan lulusannya benar-benar mempunyai kemampuan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan saat ini. 

Perusahaan membutuhkan kualitas lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Perusahaan global kini lebih tertarik melihat portofolio daring dibandingkan sekadar membaca riwayat pendidikan formal. Gelar tanpa kompetensi akan kehilangan nilai, namun kompetensi tanpa fondasi pengetahuan yang kuat akan memiliki batasan.

Banyak keterampilan teknis dapat dipelajari dalam hitungan bulan, tetapi kemampuan berpikir sistematis, memahami kompleksitas masalah, membangun argumentasi ilmiah, serta mengambil keputusan strategis seringkali membutuhkan proses pendidikan yang lebih panjang. Karena itu, paradigma yang lebih tepat bukan memilih antara gelar atau kompetensi. 

Dunia kerja masa depan justru menuntut integrasi keduanya. Gelar memberikan fondasi intelektual, sedangkan kompetensi memberikan bukti kemampuan praktis. Gelar menjadi titik awal, bukan garis akhir manusia dinilai dari apa yang dimilikinya dalam kehidupan nyata, bukan dinilai di atas kertas dengan ijazahnya. 

Selain memiliki ijazah Pendidikan yang baik seseorang juga harus mempunyai kemampuan, kreativitas tinggi, adaptasi yang fleksibel, pengalaman dan kemampuan terus belajar sepanjang waktu dalam memenuhi kompetensi yang dibutuhkan oleh zamannya masing-masing. 

Dr. Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. Ketua Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonogiri.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Ir Tito Yuwono, ST., MSc., PhD., IPM, Dosen Jurusan Teknik Elektro-Universitas Islam Indonesia....

Suara Muhammadiyah

23 May 2025

Wawasan

Melindungi Tetangga dari Perlakuan Zalim Oleh: Mohammad Fakhrudin Di dalam kajian ini diuraikan to....

Suara Muhammadiyah

5 September 2025

Wawasan

RUMUS BARU PENDIDIKAN: Menyisipkan Keberanian Melawan Narkoba dalam Kurikulum Oleh: Agus Setiawan ....

Suara Muhammadiyah

30 November 2023

Wawasan

Segenggam Impian untuk IMM di Masa Depan Oleh: Tri Laksono Pernahkah kita membayangkan kehidupan b....

Suara Muhammadiyah

14 October 2023

Wawasan

Menelusuri Akar Sejarah Kelahiran Yesus: Komparasi Al-Qur'an, Injil Kanonik, dan Naskah Apokrifa Pe....

Suara Muhammadiyah

25 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah