YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Akses terhadap pendidikan tinggi di Indonesia terus menjadi perhatian bersama, seiring meningkatnya kebutuhan akan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut mencetak lulusan berkualitas secara akademik, tetapi juga mendorong pengembangan kapasitas kepemimpinan, sosial, dan keilmuan mahasiswa.
Menjawab kebutuhan tersebut, Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menyalurkan Beasiswa Sang Surya Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu (14/2) di Gedung AR Fachruddin B Lantai 5 UMY. Pada periode ini, beasiswa diserahkan kepada penerima dari 43 perguruan tinggi di Indonesia dengan total penyaluran mencapai 597 juta 845 ribu rupiah.
Penanggung Jawab Beasiswa Sang Surya, Apriyadi, S.E menyebutkan program beasiswa pada semester genap ini merupakan hasil dari proses seleksi yang cukup panjang, mulai dari pendaftaran, verifikasi berkas, hingga wawancara. Ia menegaskan seluruh proses dilakukan secara cermat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Pada semester genap ini, total penerima Beasiswa Sang Surya berjumlah 223 orang. Jika dilihat berdasarkan jenjang pendidikan, penerima didominasi mahasiswa program S1 sebanyak 207 orang, kemudian D3/D4 5 orang, program profesi 3 orang, serta S2 sebanyak 8 orang,” kata Apriyadi.
Apriyadi juga menjelaskan para penerima berasal dari berbagai skema, yakni batch 1, batch 2, skema khusus, hingga skema portofolio. Menurutnya, kelengkapan berkas serta kesungguhan dalam mengikuti proses seleksi menjadi landasan utama dalam penentuan penerima.
Sementara itu, Manajer Operasional Eksekutif Kantor Lazismu UMY, Rozikan, S.E.I., M.S.I., menegaskan bahwa beasiswa ini tidak hanya dimaknai sebagai dukungan finansial semata. Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong peningkatan kapasitas dan soft skill mahasiswa melalui berbagai aktivitas pengembangan diri.
“Selain memberikan bantuan pembiayaan, kami mendorong teman-teman untuk mengembangkan soft skill. Aktivitas organisasi, komunitas, hingga kegiatan keagamaan di masyarakat menjadi bagian penting dari portofolio penerima. Kami ingin para penerima tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga aktif dan berdaya di lingkungan sosialnya,” jelas Rozikan lebih lanjut.
Rozikan juga menekankan dana beasiswa bersumber dari zakat dan infak masyarakat, sehingga para penerima memiliki tanggung jawab moral untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
“Dana yang digunakan ini berasal dari zakat dan infak. Maka tolong dijaga amanahnya, baik dalam belajar maupun dalam penggunaannya. Gunakan kesempatan ini untuk menyelesaikan studi tepat waktu, mengembangkan diri, dan mempersiapkan masa depan. Jangan menunda proses kelulusan, karena setelah lulus masih ada tahapan pengabdian dan kemandirian yang harus dijalani,” pesannya.
Melalui penyaluran Beasiswa Sang Surya Semester Genap 2025/2026 ini, diharapkan para penerima tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga terdorong menjadi generasi unggul yang berkontribusi bagi masyarakat. (NF)

