Pesan Kemanusiaan Menggema Kuat dalam Idul Fitri di Semarang

Suara Muhammadiyah

20 March 2026

527
Istimewa

Istimewa

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Seruan keras untuk menghentikan penindasan global menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan shalat Idulfitri Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Jumat (20/3/2026). Mimbar Masjid At-Taqwa Wates Ngaliyan menjadi pusat perhatian ketika khatib menggemakan pesan kemanusiaan Idul Ffitri 2026 guna mengajak umat bersolidaritas tanpa batas negara.

Pelaksanaan shalat Idulfitri PDM Kota Semarang yang tersebar masif di 50 titik lokasi resmi tahun ini memang menyoroti tajam krisis sosial global. Di Wates, Ngaliyan, khatib Drs. H. Wahyudi, M.Pd, membedah tanggung jawab universal umat Islam secara mendalam. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah (PWM) Jawa Tengah itu menegaskan bahwa ibadah puasa harus melahirkan empati lintas negara.

Selanjutnya, ia mengajak jamaah untuk tidak sekadar merayakan kemenangan spiritual secara individu.
"Kemenangan Idulfitri tidak akan sempurna selama kita menutup mata terhadap penindasan saudara kita di berbagai belahan dunia," tegas Ustad Wahyudi di hadapan para Jemaah yang memadati halaman masjid .

Selain itu, resonansi kepedulian juga terdengar lantang dari Lapangan Taman Lansia RW 02 Rejomulyo. Titik ini merupakan satu dari dua lokasi shalat di Kecamatan Semarang Timur yang disiapkan panitia. Di sana, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Drs. H. Nurbini M.S.I. mengangkat tema tentang kembali suci di tengah dunia yang terluka. Ia mengingatkan bahwa tangisan korban konflik global adalah tanggung jawab moral bersama.

"Kita tidak bisa mengklaim diri kembali fitrah jika nurani kita mati melihat dunia yang sedang terluka parah," ujar Ustadz Nurbini mengingatkan para jamaah.

Sementara itu, Dr. H. AM. Juma'i, SE.MM turut menyuarakan urgensi keadilan di halaman Masjid Al Mujahidin Patriot, Semarang Utara. Akademisi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ini menyerukan pentingnya umat Islam menjadi pelopor keadilan sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ibadah ritual wajib berdampak langsung pada kesejahteraan publik.

"Agama hadir untuk membebaskan manusia dari penindasan yang tidak berkeadilan," tegas Wakil Ketua PDM Kota Semarang itu dengan lantang.

Di sisi lain, Sekretaris Umum PDM Kota Semarang, Drs. H. Suparno, S.Ag, M.SI, memberikan penekanan khusus di halaman Masjid Assalam Wonodri, Semarang Selatan. Dosen agama Universitas Diponegoro (Undip) ini  menitikberatkan khutbahnya pada urgensi pentingnya memanusiakan manusia. Menurutnya, puasa sebulan penuh bertujuan mencetak pribadi yang sangat peka secara sosial.

"Bukti nyata suksesnya ibadah Ramadan adalah kemampuan kita memanusiakan manusia dalam kehidupan sosial sehari-hari," tegas Ustadz Suparno.

Kesimpulannya, keempat lokasi ini merepresentasikan gaung serempak dari total 50 titik perayaan Idulfitri Muhammadiyah Semarang tahun ini. Penyelenggaraan serentak tersebut sukses bertransformasi menjadi panggung advokasi sosial yang sangat kuat. Umat Islam harus terus menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan universal ini secara konsisten pasca-Ramadan untuk mewujudkan Keadilan Kemanusiaan Lebaran yang sejati.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Latih dan Berdayakan Pemimpin Perempuan Berkemajuan di Kota Ambon AMBON, Suara Muhammadiyah - Ketua....

Suara Muhammadiyah

31 July 2024

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Menyambut semester genap tahun pelajaran 20024/2025 di awal bulan J....

Suara Muhammadiyah

2 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta menerima kunjungan persahabatan....

Suara Muhammadiyah

13 September 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Umat Islam meyakini bahwa Allah sebagai Yang Maha Esa. Deklarasi ini t....

Suara Muhammadiyah

14 March 2026

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Ketua LAZISMU Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Budianor, me....

Suara Muhammadiyah

19 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah