SERANG, Suara Muhammadiyah – Politeknik Kesehatan ‘Aisyiyah Banten melaksanakan kegiatan Implementasi Program Green Healthpreneur ‘Aisyiyah Desa Binaan di Kampung Cayur, Desa Lebakwana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (Majelis Dikti PPA) yang berkolaborasi dengan Lazismu. Program ini menjadi wujud pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi hijau berbasis potensi lokal.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 50 peserta ini dihadiri oleh Kepala Tata Usaha Puskesmas Kramatwatu, Ibu Bidan Eko Daryati, yang mewakili Kepala Puskesmas Kramatwatu; Bidan Desa Lebakwana; perwakilan Kantor Kecamatan Kramatwatu; Tim Bank Sampah Digital Serang; kader Kampung Cayur; perwakilan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Banten, Ibu Nina Mulyaningsih; tim pelaksana; serta warga setempat. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan kolaborasi untuk mendukung masyarakat yang sehat dan peduli lingkungan.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, tausiyah dan doa, dilanjutkan senam lansia sebagai implementasi komponen Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Senam bersama mendorong warga untuk menjaga kebugaran dan membiasakan aktivitas fisik. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize kepada peserta.
Program Green Healthpreneur ‘Aisyiyah Desa Binaan yang didukung hibah Majelis Dikti PPA melalui kolaborasi dengan Lazismu mencakup empat komponen utama, yakni Bank Sampah, UMKM Hijau, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta Zero Food Waste. Keempatnya saling mendukung dalam membangun kebiasaan hidup sehat, pemanfaatan sumber daya lokal, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pada komponen Bank Sampah, Tim Bank Sampah Digital Serang memberikan sosialisasi mengenai pemilahan, pengelolaan sampah rumah tangga, dan peluang pemanfaatan sampah bernilai ekonomi. Kegiatan ini disertai pembagian kotak sampah serta penyediaan tempat pengumpulan botol untuk mendukung pemilahan sampah di lingkungan warga.
Komponen UMKM Hijau berfokus pada program Apotek Hijau, pemanfaatan tanaman obat keluarga, serta pengolahan rimpang dan rempah, seperti jahe merah dan kunyit, menjadi produk minuman tradisional termasuk wedang uwuh. Pembagian bibit tanaman Apotek Hijau dilakukan untuk mendorong pemanfaatan pekarangan dan membuka peluang usaha berbasis bahan lokal.
Sementara itu, komponen Zero Food Waste dilaksanakan melalui sosialisasi pengolahan sampah organik dan praktik langsung pembuatan eco enzyme. Peserta diperkenalkan pada proses pemanfaatan sisa bahan organik, terutama kulit buah dan sayuran, melalui fermentasi. Materi disampaikan dengan sesi tanya jawab agar peserta memahami tahapan pembuatan dan penggunaan produk sesuai karakteristik serta keamanannya.
Sepanjang kegiatan, warga menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengikuti sosialisasi, praktik, dan diskusi. Sejumlah pertanyaan diajukan terkait bank sampah, pemanfaatan tanaman rimpang, serta pembuatan eco enzyme. Partisipasi tersebut memperlihatkan minat masyarakat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi wujud pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui integrasi edukasi kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. Program ini juga sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama kesehatan dan kesejahteraan, permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi bertanggung jawab, serta kepedulian terhadap perubahan iklim.

