Purbaya, PNM, dan Nasib UMKM

Publish

9 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
337
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya, PNM, dan Nasib UMKM 

Oleh: Buya Anwar Abbas

Rencana Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk mengusulkan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara agar mengambil alih pengelolaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan mengubahnya menjadi bank khusus UMKM patut disambut positif. Selama ini, UMKM memang belum memperoleh akses kredit dan pembiayaan yang sebanding dengan jumlah serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Data menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia mencapai sekitar 99,98–99,99 persen dari total pelaku usaha, sementara usaha besar hanya berkisar 0,1–0,2 persen. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berada di kisaran 61 persen pada awal 2026, dan sekitar 61–63 persen pada 2025. Dari sisi ketenagakerjaan, UMKM menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional atau lebih dari 120 juta orang. Sebaliknya, usaha besar yang jumlahnya sangat kecil hanya menyerap sekitar 3 persen tenaga kerja, meskipun kontribusinya terhadap PDB mencapai sekitar 37–39 persen.

Ironisnya, meskipun jumlahnya sangat kecil, usaha besar justru memperoleh porsi kredit yang jauh lebih besar dari perbankan nasional. Pada Februari 2024, sekitar 81 persen kredit dan pembiayaan perbankan mengalir ke sektor ini. Sementara itu, menurut Joko Widodo, UMKM hanya memperoleh sekitar 19 persen, padahal Bank Indonesia telah menargetkan porsi kredit UMKM mencapai 30 persen pada Juni 2024.

Melihat ketimpangan tersebut, Presiden Joko Widodo mendorong adanya terobosan strategis serta perbaikan regulasi agar UMKM lebih mudah mengakses pembiayaan. Dalam konteks inilah, rencana Purbaya menjadi sangat penting. Langkah ini mencerminkan keberpihakan dan keseriusan pemerintahan Prabowo Subianto dalam mendorong kemajuan UMKM.

Kehadiran bank khusus UMKM diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Perputaran uang dan modal tidak lagi terpusat pada segelintir kelompok, melainkan dapat menjangkau lapisan masyarakat bawah. Dengan demikian, masyarakat memiliki harapan baru bahwa kendala klasik permodalan—terutama bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang mencapai sekitar 96,7–98,68 persen—dapat diatasi.

Semoga langkah ini benar-benar menjadi titik balik bagi penguatan UMKM dan pemerataan ekonomi nasional.

Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, Ketua PP Muhammadiyah & Wakil Ketua Umum MUI
 
 
 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Pola Pendidikan Orang Tua dalam Membimbing Anak-anak Menuju Masa Depan yang Gemilang Menurut Konsep ....

Suara Muhammadiyah

10 January 2024

Wawasan

Reformasi dan Digitalisasi Menuju Organisasi Profesional, Maju dan Modern Oleh: Dodok Sartono (Sek....

Suara Muhammadiyah

2 December 2024

Wawasan

Trade-Off antara Utang dan Dana Sendiri dalam Mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

11 October 2023

Wawasan

Membangun Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia Oleh: Prof. Dr. A. Junaedi Karso, Pengajar di FISI....

Suara Muhammadiyah

27 December 2024

Wawasan

Menjadikan Wahyu sebagai Kompas Kebangsaan Oleh: Mohammad Nur Rianto Al Arif, Guru Besar UIN Syarif....

Suara Muhammadiyah

7 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah