Purbaya, PNM, dan Nasib UMKM

Suara Muhammadiyah

9 April 2026

545
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya, PNM, dan Nasib UMKM 

Oleh: Buya Anwar Abbas

Rencana Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk mengusulkan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara agar mengambil alih pengelolaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan mengubahnya menjadi bank khusus UMKM patut disambut positif. Selama ini, UMKM memang belum memperoleh akses kredit dan pembiayaan yang sebanding dengan jumlah serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Data menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia mencapai sekitar 99,98–99,99 persen dari total pelaku usaha, sementara usaha besar hanya berkisar 0,1–0,2 persen. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berada di kisaran 61 persen pada awal 2026, dan sekitar 61–63 persen pada 2025. Dari sisi ketenagakerjaan, UMKM menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional atau lebih dari 120 juta orang. Sebaliknya, usaha besar yang jumlahnya sangat kecil hanya menyerap sekitar 3 persen tenaga kerja, meskipun kontribusinya terhadap PDB mencapai sekitar 37–39 persen.

Ironisnya, meskipun jumlahnya sangat kecil, usaha besar justru memperoleh porsi kredit yang jauh lebih besar dari perbankan nasional. Pada Februari 2024, sekitar 81 persen kredit dan pembiayaan perbankan mengalir ke sektor ini. Sementara itu, menurut Joko Widodo, UMKM hanya memperoleh sekitar 19 persen, padahal Bank Indonesia telah menargetkan porsi kredit UMKM mencapai 30 persen pada Juni 2024.

Melihat ketimpangan tersebut, Presiden Joko Widodo mendorong adanya terobosan strategis serta perbaikan regulasi agar UMKM lebih mudah mengakses pembiayaan. Dalam konteks inilah, rencana Purbaya menjadi sangat penting. Langkah ini mencerminkan keberpihakan dan keseriusan pemerintahan Prabowo Subianto dalam mendorong kemajuan UMKM.

Kehadiran bank khusus UMKM diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Perputaran uang dan modal tidak lagi terpusat pada segelintir kelompok, melainkan dapat menjangkau lapisan masyarakat bawah. Dengan demikian, masyarakat memiliki harapan baru bahwa kendala klasik permodalan—terutama bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang mencapai sekitar 96,7–98,68 persen—dapat diatasi.

Semoga langkah ini benar-benar menjadi titik balik bagi penguatan UMKM dan pemerataan ekonomi nasional.

Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, Ketua PP Muhammadiyah & Wakil Ketua Umum MUI
 
 
 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Integrasi Etika Politik Wael B Khallaq dalam Penyelenggaraan Negara: Analisis Program Makan Bergizi ....

Suara Muhammadiyah

7 July 2026

Wawasan

Oleh: Bahrus Surur-Iyunk Agaknya kita yang telah menjalani Ramadhan beberapa hari ini harus menguku....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Wawasan

Oleh: Dr Hidayatulloh, MSi, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Sebelum mendirikan Persyarikat....

Suara Muhammadiyah

20 May 2025

Wawasan

Reclaiming Jihad: Memurnikan Makna Jihad di Era Modern Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Bud....

Suara Muhammadiyah

29 January 2025

Wawasan

Muktamar XVI Tapak Suci dan Api Syiar yang Harus Menyala Pada pagi hari tanggal 8 Agustus 2026 mend....

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah