Purbaya, PNM, dan Nasib UMKM

Publish

9 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
270
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya, PNM, dan Nasib UMKM 

Oleh: Buya Anwar Abbas

Rencana Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk mengusulkan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara agar mengambil alih pengelolaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan mengubahnya menjadi bank khusus UMKM patut disambut positif. Selama ini, UMKM memang belum memperoleh akses kredit dan pembiayaan yang sebanding dengan jumlah serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Data menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia mencapai sekitar 99,98–99,99 persen dari total pelaku usaha, sementara usaha besar hanya berkisar 0,1–0,2 persen. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berada di kisaran 61 persen pada awal 2026, dan sekitar 61–63 persen pada 2025. Dari sisi ketenagakerjaan, UMKM menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional atau lebih dari 120 juta orang. Sebaliknya, usaha besar yang jumlahnya sangat kecil hanya menyerap sekitar 3 persen tenaga kerja, meskipun kontribusinya terhadap PDB mencapai sekitar 37–39 persen.

Ironisnya, meskipun jumlahnya sangat kecil, usaha besar justru memperoleh porsi kredit yang jauh lebih besar dari perbankan nasional. Pada Februari 2024, sekitar 81 persen kredit dan pembiayaan perbankan mengalir ke sektor ini. Sementara itu, menurut Joko Widodo, UMKM hanya memperoleh sekitar 19 persen, padahal Bank Indonesia telah menargetkan porsi kredit UMKM mencapai 30 persen pada Juni 2024.

Melihat ketimpangan tersebut, Presiden Joko Widodo mendorong adanya terobosan strategis serta perbaikan regulasi agar UMKM lebih mudah mengakses pembiayaan. Dalam konteks inilah, rencana Purbaya menjadi sangat penting. Langkah ini mencerminkan keberpihakan dan keseriusan pemerintahan Prabowo Subianto dalam mendorong kemajuan UMKM.

Kehadiran bank khusus UMKM diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Perputaran uang dan modal tidak lagi terpusat pada segelintir kelompok, melainkan dapat menjangkau lapisan masyarakat bawah. Dengan demikian, masyarakat memiliki harapan baru bahwa kendala klasik permodalan—terutama bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang mencapai sekitar 96,7–98,68 persen—dapat diatasi.

Semoga langkah ini benar-benar menjadi titik balik bagi penguatan UMKM dan pemerataan ekonomi nasional.

Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, Ketua PP Muhammadiyah & Wakil Ketua Umum MUI
 
 
 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Jalan Berliku Kesejahteraan Guru Oleh: Rizki Putra Dewantoro, Kader Muhammadiyah Kesejahteraan gur....

Suara Muhammadiyah

28 November 2024

Wawasan

Menghadapi Banjir Informasi dengan Pendidikan Berpikir Kritis  Oleh: Sucipto, PhD/ Kaprodi Pen....

Suara Muhammadiyah

19 April 2025

Wawasan

Berani dan Berkompromi Oleh: Iu Rusliana, Penulis adalah Sekretaris PW Muhammadiyah Jabar, Dosen Pr....

Suara Muhammadiyah

12 December 2025

Wawasan

Oleh: Melinda Ayu P, Kader Nasyiatul Aisyiyah Lamongan Ekofeminisme adalah sebuah istilah baru yang....

Suara Muhammadiyah

27 March 2024

Wawasan

Arus Bawah Persyarikatan: Menyambut Rakerwil IV PWM Banten Oleh : Saidun Derani Menjelang Rakerwil....

Suara Muhammadiyah

22 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah