Rakor Bina MTK Ranting Perkuat Kaderisasi dan Sinergi

Suara Muhammadiyah

22 September 2026

122
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah — Kaderisasi tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan sumber daya manusia. Justru dari keterbatasan itulah gerakan dakwah perlu terus mencari, menumbuhkan, dan mempersiapkan kader baru.
 
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam Rakor Bina MTK Ranting PCA Bantul yang digelar di Masjid Al Amin, Gayam, Ringinharjo, Sabtu (19/9/2026).
 
Kegiatan tersebut diikuti pimpinan Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Bantul, ketua dan utusan MTK PRA se-Kecamatan Bantul,  serta perwakilan PCNA Bantul.
 
Rakor dibuka oleh Trimaryati, M.Pd., dilanjutkan pembacaan Kalam Ilahi oleh Utami, S.Pd. yang membacakan QS As-Shaff ayat 4 dan QS Al-Maidah ayat 2 beserta artinya. Mars Aisyiyah kemudian dinyanyikan bersama dipimpin Khoiruna Ranum, S.Pd.
 
Nasihat sesepuh MTK Cabang Bantul, Wiwik Agustinah, menegaskan bahwa MTK tidak hanya berperan dalam menggerakkan peradaban dan mengajarkan Al-Qur'an, tetapi juga memiliki tanggung jawab mencetak generasi Qurani.
 
Menurutnya, tantangan dakwah di era digital semakin kompleks, antara lain penggunaan gadget, maraknya berita hoaks, serta keterbatasan waktu. 
 
Karena itu, MTK dituntut adaptif dan berkemajuan melalui digitalisasi pembinaan, kaderisasi berkelanjutan, serta penguatan jiwa penggerak yang profesional dan ikhlas.
 
“MTK Cabang menciptakan kurikulum, sedangkan PRA menjadi motor penggerak yang langsung menyentuh masyarakat,” menjadi salah satu penekanan dalam nasihat tersebut.
 
Tiga komitmen bersama juga ditekankan, yakni visi untuk memajukan, satu gerak, dan satu doa.
 
Ketua MTK PCA Bantul, Dra. Sunarti, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Bina MTK Ranting. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari perjuangan dakwah dan ajakan amar ma'ruf nahi munkar.

Kader adalah Aset Bersama

Penguatan kepemimpinan disampaikan Raudhatul Janna, CPLA, dengan tema “Penguatan Kaderisasi dan Sinergi Cabang Ranting.”
 
Materi mengajak peserta melihat kader bukan sebagai milik satu ranting semata, melainkan sebagai aset bersama dalam satu organisasi.
 
Ada empat pokok bahasan yang disampaikan, yaitu perubahan cara pandang, pengorganisasian SDM, pembangunan sistem yang menumbuhkan ghirah, serta pemberdayaan realistis dan mekanisme prioritas.
 
Dalam pengorganisasian SDM, peserta diajak membedakan antara kekurangan dan ketidakoptimalan. Pembagian peran perlu dilakukan secara adil dan realistis, amanah diberikan sesuai kemampuan, proses kerja didampingi, serta regenerasi dipersiapkan secara berkesinambungan.
 
Sementara itu, sistem organisasi perlu dibangun dengan kejelasan peran, tugas, jadwal, standar, dan koordinasi agar setiap orang memahami apa yang harus dilakukan dan bagaimana keberhasilan diukur.
 
Dalam sesi tanggapan, persoalan keterbatasan SDM yang hampir dialami seluruh ranting menjadi salah satu pembahasan utama. Peserta didorong untuk tidak menjadikan kekurangan kader sebagai alasan untuk berhenti bergerak.
 
Dakwah dipandang sebagai peluang berbuat baik yang diberikan Allah. Karena itu, kaderisasi perlu terus dilakukan dengan mencari potensi baru melalui berbagai forum pengajian, kemudian mendekati, mengenali, dan mengajak mereka terlibat secara bertahap.
 
Ranting juga didorong untuk mengembangkan format pengajian yang lebih beragam. Talkshow, pengajian terpandu, maupun tema yang dekat dengan persoalan aktual masyarakat dapat menjadi alternatif untuk menjangkau masyarakat usia produktif.
 
Sesi musyawarah dipimpin Wartini, S.Pd. Pembahasan mencakup presensi pimpinan dan utusan PRA, laporan kegiatan ranting, serta penggunaan buku SOP “Panduan Pelaksanaan Program Strategis MTK PCA Bantul.”
 
Setiap PRA diarahkan memiliki minimal satu buku SOP, sementara pimpinan MTK Cabang diwajibkan memiliki buku tersebut sebagai pegangan. 
 
SOP memuat pembagian tanggung jawab, ketentuan bisyarah dan konsumsi, keterangan infak, mekanisme organisasi, serta sasaran program.
 
Peserta juga membahas tugas pendamping MTK Cabang di masing-masing ranting. Pendamping diarahkan untuk mengikuti rapat pimpinan MTK PRA dan menghadiri pengajian ranting yang menjadi wilayah pendampingannya.
 
Dalam penyampaian laporan, masing-masing ranting memaparkan kondisi yang beragam. PRA Bantul Kota menghadapi kesibukan anggota dan keterbatasan SDM. Bantul Barat masih mengalami kekurangan SDM meskipun kegiatan berjalan lancar. Ringinharjo menyampaikan bahwa kegiatan berjalan baik, namun sebagian anggota masih belum memahami peran dan bentuk kegiatan Bina Ranting.
 
Palbapang Barat menghadapi tantangan kesibukan anggota yang sebagian besar berprofesi sebagai guru. Bantul Timur menghadapi kendala geografis dan kondisi masyarakat. Trirenggo aktif berkegiatan, namun sebagian besar anggotanya sudah berusia lanjut sehingga penggunaan teknologi menjadi tantangan. Sementara Sabdodadi telah mengembangkan pengajian dengan format talkshow dan pengajian terpandu.
 
Berbagai kondisi tersebut menjadi bahan untuk saling belajar dan mencari pendekatan yang sesuai dengan karakter masing-masing ranting.
 
Rakor juga dihadiri perwakilan PCNA Bantul, Dewi Cahingsih dan Zidni Anasa Ni Da'i. Mereka menyampaikan apresiasi karena telah diberi ruang untuk mengikuti Rakor Bina MTK Ranting. Kehadiran tersebut menjadi kesempatan bagi kader muda untuk belajar dari pengalaman ibu-ibu Aisyiyah.
 
PCNA menyampaikan program pengajian yang dilaksanakan pada Sabtu pekan ketiga atau keempat setiap bulan dengan materi kajian yang sedang menjadi perhatian generasi muda. Kendala yang dihadapi juga berkaitan dengan SDM dan keaktifan pengurus.
 
MTK PCA Bantul kemudian mendorong Departemen Dakwah PCNA untuk memanfaatkan jejaring dakwah digital MTK dalam menyosialisasikan kegiatan remaja, seperti Kartina, agar lebih dikenal oleh orang tua warga Aisyiyah yang memiliki anak remaja.
 
Dalam forum juga disampaikan pentingnya keterlibatan pimpinan Cabang dalam kegiatan Bina MTK Ranting agar dapat mengetahui secara lebih dekat dinamika dan program MTK di tingkat Cabang dan Ranting. Rakor Bina MTK Ranting berikutnya direncanakan berlangsung di PRA Palbapang Barat pada Desember 2026. (RJ)

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bisnis sebagai sesuatu yang niscaya pada abad masa kini. Semu....

Suara Muhammadiyah

14 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kasus korupsi kepala daerah kembali menjadi sorotan setelah Komisi ....

Suara Muhammadiyah

16 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Indonesia memiliki nama yang harum dalam gelaran olahraga unt....

Suara Muhammadiyah

27 October 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo borong 10 piala dala....

Suara Muhammadiyah

9 September 2024

Berita

Inovasi Kecantikan untuk Hari Raya dan Berbagi dengan Orang Tersayang JAKARTA, Suara Muhammadiyah &....

Suara Muhammadiyah

28 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah