MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Semangat inovasi, teknologi, dan kolaborasi internasional mewarnai kegiatan lawatan antarbangsa SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta di Sekolah Kebangsaan (SK) Medini, Johor Bahru, Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, SD Muhammadiyah Sapen berkolaborasi dengan Fakulti Sains Gunaan dan Teknologi, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) menggelar kompetisi robot bertajuk Pertandingan Robot Makerobot Blitz 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hall SK Medini, Rabu, (23/9) menjadi salah satu rangkaian lawatan antarbangsa sekaligus salah satu bentuk pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam sebuah aktivitas yang menantang dan menyenangkan.
Pertandingan Robot Makerobot Blitz dibuka secara resmi oleh Dekan Fakulti Sains Gunaan dan Teknologi UTHM, Prof. Madya ChM. Dr. Faridah Binti Abu Bakar. Kehadiran akademisi UTHM memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan tinggi sekaligus melihat penerapan teknologi dalam pembelajaran.
Dalam kompetisi tersebut, siswa ditantang untuk merancang, mengoperasikan, dan menyelesaikan misi menggunakan robot. Setiap tantangan menuntut peserta untuk berpikir logis, melakukan percobaan, menemukan strategi, serta bekerja sama dalam tim. Proses ini menjadi pengalaman belajar yang mendorong siswa tidak hanya mengetahui konsep, tetapi juga menerapkannya dalam situasi nyata.
Pembelajaran STEM melalui robotika juga melatih berbagai keterampilan penting, seperti berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan mengambil keputusan. Siswa belajar bahwa sebuah kesalahan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses untuk menemukan solusi yang lebih baik.
Kepala SD Muhammadiyah Sapen, Agung Rahmanto, menyampaikan bahwa kegiatan internasional seperti ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperluas wawasan sekaligus membangun kepercayaan diri.
“Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan lingkungan pendidikan internasional, mengenal teknologi, dan belajar menyelesaikan tantangan secara kolaboratif,” ujarnya.
Kolaborasi SD Muhammadiyah Sapen dan UTHM melalui Pertandingan Robot Makerobot Blitz menunjukkan bahwa pembelajaran STEM dapat dikemas secara kontekstual, interaktif, dan menyenangkan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Sapen dalam menyiapkan siswa menjadi pembelajar yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan, pembelajaran, dan persahabatan antara siswa Indonesia dan Malaysia. Dari robotika, siswa belajar satu hal penting: masa depan tidak hanya perlu dipelajari, tetapi juga perlu diciptakan.

