Hadirkan Fasilitas Belajar Modern, BPKH dan Lazismu Persembahkan Program Kemaslahatan untuk Santri Ponpes Amanah
TASIKMALAYA, Suara Muhammadiyah – Badan Pengelola Keuangan Haji terus berkomitmen memberikan nilai manfaat dari Dana Abadi Umat. Pada kesempatan ini, Lazismu sebagai mitra kemaslahatan kembali dipercaya menyalurkan bantuan di Pondok Pesantren Amanah Muhammadiyah, Jalan Sambong Jaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, pada Rabu, (6/5/2026).
Mudir Pesantren Amanah Muhammadiyah, Arip Somantri, menyampaikan rasa syukur atas bantuan pendidikan ini. Arip menekankan, bantuan yang diterima akan dimanfaatkan untuk melengkapi fasilitas yang ada di pesantren.
"Bantuan program kemaslahatan dari BPKH, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh internal pesantren, tapi juga tamu yang datang ke pesantren”, paparnya. Bantuan fasilitas yang diterima pesantren berupa laboratorium sains, perpustakaan dan ruang multimedia.
Arip mengatakan, ada barcode tersedia di ruang makan dan ruang tamu yang bisa diakses untuk membaca di perpustakaan digital. Pesantren secara teknis akan menerapkan aturan dalam penggunaan teknologi dalam lingkungan pendidikan. “Salah satunya pengasuh bertanggung jawab atas santri yang membawa laptop dan HP pribadi melalui mekanisme yang ramah anak”, pungkasnya.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Dadang Syarifudin, mengapresiasi kolaborasi antara BPKH dan Lazismu. “Sinergi yang dibangun bukti nyata peran pemerintah dan Muhammadiyah dalam mencetak generasi unggul di lingkungan pesantren”, ungkapnya.
"Mudah-mudahan kolaborasi ini tidak sekadar penyerahan biasa untuk meningkatkan keilmuan anak-anak dan masyarakat sekitar pesantren", kata Dadang yang juga sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Lazismu Pusat. Prinsipnya, BPKH bermitra dengan Lazismu Pusat sebagai mitra kemaslahatan menjamin program berjalan tepat manfaat.
Seementara itu, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, menegaskan Lazismu berkomitmen mengawal distribusi bantuan tersebut. “Aspek tata kelola dari awal sampai akhir dan pelaporan dilakukan secara akuntabel dan transparans”, bebernya.
Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Pengawas BPKH, Deni Suardini, menyoroti sumber pendanaan yang digunakan. "Sumber dana berasal dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU). Bukandari setoran awal haji milik jamaah”, paparnya Karena itu, prinsip transparansi tetap terjaga yang dikelola dengan profesional dan nilai manfaatnya kembali kepada umat.
Pengasuh dan santri Pondok Pesantren berbahagia. Fasilitas baru untuk menunjang pendidikan nantinya bisa dimanfaatkan dengan tepat guna. Dalam kesempatan itu, BPKH, Lazismu, PWM Jawa Barat dan pengasuh pondok pesantren meninjau langsung bangunan yang sudah rampung.
Bangunan terdiri dari laboratorium untuk praktik sains dan teknologi, Ruang Multimedia sebagai pusat media pembelajaran digital, dan Perpustakaan yang berdiri representatif sehingga bisa meningkatkan minat baca para santri.

