SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Tersebut dalam sebuah hadis, Al-Islamu Ya'lu wa Laa Yu'la Alaih, Islam akan selalu unggul dan tidak akan pernah diungguli oleh agama lainnya. Tetapi masalah segera muncul di permukaan, realita kehidupan saat ini jauh panggang dari api.
“Tetapi permasalahannya kenapa ajaran Islamnya luhur kok umat Islamnya tertinggal?” tanya Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Realita saat ini menampakkan, kehidupan umat Islam masih terkungkung dengan kemiskinan. Ditambah lagi, dunia politik sarat dengan perselisihan bahkan sampai mengharu biru.
“Apa ini memang murni karena ajaran Islam?” tanyanya lagi. Jelaslah hal demikian bukan merepresentasikan ajaran Islam. Termasuk, remaja putri berhijab, tapi hanya formalitas belaka.
“Bukan untuk kepentingan menutup aurat tapi spiritnya hanya untuk mode saja,” lanjut Agus, Ahad (3/5) saat Darul Arqam Purna Kader Tingkat Vi Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta di Youth Centre Yogyakarta Tlogoadi, Mlati, Sleman.
Demikian pula, peristiwa nista yang merenggut anak muda hatta dikeroyok oleh beberapa sesama anak muda. “Ini perilaku barbar yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan,” sebut Agus, melanjutkan kalau hal itu jauh dari pengalaman agama yang luhur.
“Oleh karena itu ini bagian berkemajuan yang salah,” tegasnya.
Agus menegaskan, secara substansial, Islam tidak mengajarkan hal demikian. Bahkan, bukan pula mengajarkan ketertinggalan, melainkan tentang kemajuan. Akan tetapi, faktanya paradoks.
“Umat Islam Indonesia mayoritas, tetapi aset-aset kemajuan bukan berada di tangan orang Islam,” beber Agus.
Padahal, Islam sendiri mengajarkan kemajuan kepada umat manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Di sinilah kemudian kata kemajuan dilekatkan dalam tarikan napas dakwah Muhammadiyah, yang itu nyaris tidak dapat dipisahkan.
“Kita punya Statuten (Anggaran Dasar) tahun 1912 masih pakai bahasa Belanda kalau diterjemahkan, ‘Muhammadiyah ingin hadir memajukan hal agama kepada anggota-anggotanya,” jelasnya.
Di situ, kata Agus, spiritnya sudah sangat berkemajuan. Di sinilah menunjukkan bahwa, gerak berkemajuan telah melekat dan mekar di lingkungan Persyarikatan dan mesti terus dilipatgandakan secara lebih masif ke depannya.
“Muhammadiyah ini ingin membawa dengan prinsip nilai-nilai Islam yang sesuai dengan kemajuan zaman,” bebernya. (Cris)

