Tragedi Kemanusiaan Menyeruak, Islam Tawarkan Peradaban Alternatif

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
121
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kehidupan umat manusia di tingkat global saat ini didera oleh goncangan pemikiran begitu rupa atas kejadian tragedi kemanusiaan yang kian menyeruak. Demikian Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengemukakan.

Pangkalnya laku sekehendaknya yang dilakukan oleh negara digdaya Amerika Serikat. “Yang konon menjunjung demokrasi hak asasi manusia dan pluralisme,” tutur Haedar.

Ditambah lagi, laku bengis zionis yang pemimpinnya menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag. Tetapi masih saja dibiarkan begitu saja melakukan genosida, agresi, dan pembunuhan masal terhadap bangsa Palestina.

“Dalam konteks yang sepeti itu, dunia seakan membiarkan tak berdaya menghadapi tragedi kemanusiaan yang ada di depan mata,” katanya, Jumat (5/6) saat Khutbah Jumat di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.

Menarik mundur peristiwa Perang Dunia 1, hampir semua negara bersepakat menyatakan tidak melakukan perang. “Betapa hancurnya peradaban saat itu,” beber Haedar.

Yang pasti, Haedar menegaskan, tidak ada yang diuntungkan dari adanya perang. “Semua yang menjadi pemicu perang, akhrinya hancur,” ujarnya, mencontohkan bom di Kota Hiroshima dan Nagasaki Jepang, selama Perang Dunia II.

“Merupakan bagian dari tragedi kemanusiaan yang menghancurkan saat itu,” tambah Haedar.

Lebih bengisnya lagi, perang justru masih saja terus berlangsung sampai hari ini. Bahkan, spektrumnya kian meluas, dan melahirkan dampak signifikan bagi peradaban umat manusia.

Haedar menyebut kalau dalam konteks seperti itu, sejatinya peradaban modern dengan tampilan kemajuan yang dahsyat dalam bingkai ilmu pengetahuan, teknologi, dan tatanan kemanusiaan berbasis humanisme, sejatinya rapuh ketika menghadapi tragedi kemanusiaan.

“Inilah penanda dari kegelapan peradaban modern barat atau lorong gelap dari peradaban modern barat,” tegas Haedar, seraya berharap dapat menemukan jalan baru untuk membawa solusi konstruktif.

“Satu jiwa pun, satu negara pun, tidak berhak untuk direnggut oleh siapa pun sebagai bukti dari praktik hak asasi manusia universal dan demokrasi yang menjunjung tinggi etika,” tekannya.

Dalam gelayut dunia yang mengalami kelumpuhan nilai, etika, dan sistem modern seperti itu, Haedar menegaskan, Islam punya kans untuk menghadirkan peradaban alternatif atau kebudayaan alternatif.

“Kenapa Islam? Islam adalah agama yang menjunjung nilai-nilai insaniyah secara autentik. Bahkan merawat alam semesta dengan seluruh isinya dalam satu napas jiwa ajaran Islam itu sendiri,” papar Haedar.

Bersamaan dengan itu, dalam sejarahnya, Islam juga telah melahirkan peradaban yang memberi napas dan jiwa dibalik kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Islam telah memberikan peradaban maju yang dibangun di atas nilai-nilai luhur,” bebernya.

Derivasi nilai luhur itu, yakni tauhid. Menurut Haedar, peradaban Islam dibangun di atas nilai-nilai Ilahiyah. Menurutnya, tauhid sebagai paham peng-Esa-an Allah bukan sekadar kita meletakkan Allah sebagai kekuatan tunggal segala-segalanya, tetapi juga memacarkan pencerahan bagi kehidupan kemanusiaan.

“Tauhid di tangan kita adalah tauhid yang mencerahkan kemanusiaan yang melahirkan kebaikan dari nilai-nilai kemanusiaan yang melahirkan perdamaian, persatuan, kebaikan, keterpercayaan, keluhuran etika, tentang benar-salah, baik-buruk, dan pantas-tidak pantas,” terangnya.

Itu semua, kata Haedar, lahir dari tauhid. Yakni tauhid yang melahirkan pencerahan kemanusiaan. Dan pencerahan kemanusiaan lahir dari jiwa tauhid.

“Sehingga keduanya saling menyangga, saling menopang melahirkan peradaban alternatif yang bersifat religius, tetapi bersifat keduniawian. Bersifat keduniawian tetapi juga memiliki nilai-nilai Ilahiyah,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Leadership Camp Program Internasional SMA Muhammadiyah Gombong 2023 suk....

Suara Muhammadiyah

23 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebagai apresiasi sekolah kepada siswa berprestasi berkompeti....

Suara Muhammadiyah

24 April 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

9 April 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Direktur Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) A....

Suara Muhammadiyah

14 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Umat Islam di dunia merayakan kegembiraan kelahiran Nabi Muhammad S....

Suara Muhammadiyah

15 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah