Transformasi Mindset, Jalan Menuju Pendidikan Unggul dan Berkemajuan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
99
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dambaan menjadi bangsa maju jelas tidak bisa sekali jadi. Niscaya butuh proses pergumulan panjang untuk mewujudkannya.

Kaitan dengan hal itu, Abdul Mu'ti sangat optimis hal itu dapat diwujudkan. Kuncinya ada di pendidikannya.

"Saya optimistis ke depan Insyaallah pendidikan kita akan lebih baik lagi," ungkap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu.

Untuk menjadikan pendidikan jauh berkembang lebih baik, Mu'ti mendorong perlu adanya transformasi cara berpikir (mindset). Baginya, ini sebagai pasak utama yang harus diperkuat.

"Kita itu merubah apa yang di dalam diri kita ini," tutur Mu'ti, yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Derivasi dari mindset itu, mengerucut pada dua motif. Menukil, Psikolog Lewis dan Virginia Eaton di Universitas Stanford Amerika Serikat, Darol S Dweck, yang pertama, growth mindset, yakni pandangan yang tumbuh. 

"Artinya orang itu melihat sesuatu satu, itu dalam sudut pandang yang positif," terangnya.

Kedua, fixed mindset. Yaitu seseorang mudah meratapi keadaan, seolah-olah capaian yang dianggap belum berhasil diraih sebagai akhir dari segalanya.

"Dia merasa berada di zona nyaman. Kalau dia merasa sudah di zona nyaman, maka dia akan terdisrupsi. Merasa tidak perlu lagi memperbaiki diri, maka akhirnya dia kalah oleh yang lain," ucap Mu'ti.

Pada saat yang sama, Mu'ti dalam Hari Bermuhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, Ahad (31/5), mengajak jangan pesimistis untuk menggapai kemajuan.

Mengapa begitu? Karena ini menjadi benalu yang menghambat bergerak secara gradual, pelan tapi pasti untuk menggapai secercah cita-cita tersebut.

"Kalau kita ingin maju jangan jadi orang yang pesimistis. Jangan jadi orang yang rendah diri dan tidak percaya diri. Percaya diri saja," tegasnya Mu'ti di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta, Teuku Umar, Keprabon, Surakarta, Jawa Tengah.

Di situlah pendidikan menemukan elan vitalnya. Pendidikan, kata Mu'ti, harus ditingkatkan. Jika ada yang kurang baik, sedikit dan bertahap, diperbaiki agar kualitas pendidikan jauh kian bernas.

"Kalau ingin maju perbaiki pendidikan terutama pendidikan tingkat dasar itu fondasinya kami baru perbaiki pelan-pelan," beber Mu'ti.

Sampai saat ini, upaya itu telah dan akan terus dilakukan. Pelan tapi pasti, Mu'ti mengemukakan, banyak sekolah yang telah direvitalisasi.

"Sudah banyak yang sudah mulai kelihatan kita capai. Banyak yang sudah kita perbaiki,” ujarnya.

Sekalipun begitu, Mu'ti tetap membuka ruang kritik dan masukan konstruktif dari masyarakat. Tidak lain, untuk menciptakan pendidikan yang unggul dan berkemajuan.

"Kritik-kritik seperti itu juga masih saya terima demi kebaikan ke depannya,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - Pada Sabtu (15/6) SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban menjalani visitasi Mu....

Suara Muhammadiyah

15 June 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah — Suasana hangat penuh semangat menyelimuti Resto Pak Raden, Duku....

Suara Muhammadiyah

14 April 2025

Berita

Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Kuantan Singingi Lakukan Rihlah KUANTAN SINGINGI, Suara Muhammad....

Suara Muhammadiyah

28 December 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sore hari saat jam dinding menunjukkan waktu 15.30 WIB, beber....

Suara Muhammadiyah

31 March 2024

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tahun 2025, SMP Muham....

Suara Muhammadiyah

23 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah