Ujian Ketaatan di Era Digital

Suara Muhammadiyah

29 May 2026

264
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Khutbah Idul Adha di Masjid KH. Ahmad Dahlan 

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid KH. Ahmad Dahlan berlangsung khidmat pada Rabu, 10 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan 27 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Masjid KH. Ahmad Dahlan, Komplek Perguruan Muhammadiyah Jalan S. Parman, Belitung Barat, Banjarmasin, dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat dan warga Muhammadiyah.

Momentum Idul Adha tahun ini terasa istimewa melalui khutbah bertema “Idul Adha dan Ujian Ketaatan di Era Digital” yang disampaikan oleh Dr. M. Arif Budiman, S.Ag., M.E.I.. Selain sebagai dosen Program Studi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah (ALKS) di Politeknik Negeri Banjarmasin, khatib juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PDM Kota Banjarmasin.

Dalam khutbahnya, khatib mengajak jamaah untuk merenungkan kembali makna qurban di tengah kehidupan modern yang semakin dipenuhi teknologi dan kesibukan digital. Menurutnya, Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan qurban, tetapi juga tentang pengorbanan hawa nafsu, kesombongan, dan berbagai hal yang menjauhkan manusia dari Allah SWT.

“Ketika dunia semakin maju, sudahkah hati kita semakin dekat kepada Allah?” demikian salah satu pertanyaan reflektif yang disampaikan khatib di hadapan jamaah.

Khutbah tersebut banyak menyoroti fenomena kehidupan digital saat ini. Khatib menggambarkan bagaimana teknologi yang semestinya menjadi nikmat dan sarana kemudahan justru sering membuat manusia lalai. Ia mencontohkan fenomena orang yang lebih memperhatikan notifikasi telepon daripada waktu shalat, lebih sibuk menatap layar daripada berbicara dengan keluarga, hingga lebih menjaga baterai telepon dibanding “baterai iman.”

Dalam bagian khutbah lainnya, khatib mengaitkan pelajaran Idul Adha dengan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai simbol ketaatan total kepada Allah SWT. Jika Nabi Ibrahim diuji dengan sesuatu yang paling dicintainya, maka manusia modern, menurutnya, diuji dengan teknologi, hiburan, media sosial, dan kenyamanan hidup yang sering melalaikan manusia dari zikir dan ibadah.

Khatib juga menekankan bahwa teknologi sejatinya dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah apabila digunakan dengan benar. Kajian keislaman, Al-Qur’an digital, pengingat waktu shalat, hingga akses ilmu agama yang mudah merupakan peluang besar untuk meningkatkan kualitas ibadah di era digital. Namun sebaliknya, teknologi juga dapat menjadi sebab kelalaian apabila dipenuhi hiburan berlebihan, perdebatan sia-sia, dan aktivitas yang tidak bermanfaat.

Sebagai penutup, jamaah diajak untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperbaiki hubungan dengan Allah SWT di tengah perkembangan zaman. Khatib mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak membuat hati semakin gersang dan jauh dari nilai-nilai ketakwaan.

“Jangan sampai dunia semakin canggih, tetapi hati semakin gersang; jangan sampai komunikasi semakin dekat, tetapi hubungan dengan Allah semakin jauh,” pesan khatib dalam penutup khutbahnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Fa....

Suara Muhammadiyah

20 December 2025

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Brebes dan Politekn....

Suara Muhammadiyah

31 May 2025

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Sosialisasi Training of Trainer (ToT) agen dan verifikator SatuMu yang ....

Suara Muhammadiyah

13 April 2026

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Ada yang unik dalam menyambut semarak Maulid Nabi Muhammad SAW d....

Suara Muhammadiyah

29 September 2023

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan, Pimpinan Wilayah....

Suara Muhammadiyah

10 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah