UM Bandung Lantik 12 Pejabat Lembaga, Perkuat Tata Kelola Kampus

Foto Istimewa
Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Herry Suhardiyanto menegaskan pentingnya penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, dan pembenahan sistem kelembagaan untuk mempercepat transformasi universitas. Langkah tersebut diperlukan agar perguruan tinggi mampu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Herry saat memberikan sambutan dalam pelantikan Kepala dan Sekretaris Lembaga di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kamis (05/11/2026).

Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian atau pengisian jabatan struktural. Namun, sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi, meningkatkan efektivitas tata kelola, dan mempercepat pencapaian visi universitas.

"Pelantikan ini bukan sekadar pergantian atau pengisian jabatan struktural, melainkan bagian dari upaya memperkuat organisasi, meningkatkan efektivitas tata kelola, serta mempercepat pencapaian tujuan dan visi universitas," tegas Herry.

Ia menjelaskan, setiap pimpinan lembaga harus mampu membangun sistem kerja yang profesional, terukur, dan berorientasi pada hasil. Oleh karena itu, keberhasilan organisasi tidak cukup dinilai dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari dampak dan manfaat yang dihasilkan.

Setiap program kerja, lanjutnya, harus memiliki target yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta mekanisme evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, program kelembagaan dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan dan layanan universitas.

"Ukuran keberhasilan seorang pimpinan bukan hanya terletak pada terlaksananya kegiatan atau program kerja. Namun, pada perubahan positif yang dihasilkan, sistem yang berhasil dibangun, peningkatan kualitas layanan, serta manfaat yang dirasakan oleh seluruh sivitas akademika dan masyarakat," ujarnya.

Herry juga menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga, fakultas, program studi, dan seluruh unit kerja. Untuk memperkuat efektivitas organisasi, UM Bandung membagi koordinasi kelembagaan di bawah tiga wakil rektor sesuai bidang tugas masing-masing.

Menurutnya, transformasi universitas juga membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama. Setiap lembaga harus mampu menjalankan tugasnya secara optimal, sekaligus mendukung pencapaian visi UM Bandung sebagai Islamic Technopreneurial University.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UM Bandung Dadang Kahmad mengingatkan para kepala dan sekretaris lembaga yang sudah dilantik bahwa bekerja di Muhammadiyah merupakan bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT.

Dadang menekankan tiga nilai utama yang harus dimiliki setiap individu dalam bekerja, yakni ikhlas, ihsan, dan itqan. Ketiganya menjadi landasan penting untuk membangun budaya kerja yang bertanggung jawab, profesional, dan berorientasi pada kebermanfaatan.

Ia menjelaskan bahwa ikhlas berarti menjalankan amanah dengan niat tulus karena Allah SWT. Sementara itu, ihsan menuntut setiap individu bekerja dengan sungguh-sungguh dan memberikan kemampuan terbaik dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Adapun itqan menekankan pentingnya profesionalitas, ketelitian, kecermatan, dan kualitas hasil pekerjaan. Menurutnya, integritas perlu diimbangi dengan kompetensi dan kedisiplinan agar setiap tugas dapat diselesaikan secara optimal.

Dalam pelantikan tersebut, enam pejabat dipercaya mengemban amanah sebagai kepala lembaga. Mereka adalah Dikdik Dahlan Lukman sebagai Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPPAIK), Fatmawati sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta Ahmad Rifai sebagai Kepala Lembaga Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Teknologi (LPKBT).

Selanjutnya, Roni Tabroni dilantik sebagai Kepala Lembaga Pengembangan Komunikasi Digital dan Media Sosial (LPKDMS), Ijang Faisal sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta Saepul Adnan sebagai Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Sementara itu, enam pejabat lainnya dilantik sebagai sekretaris lembaga. Mereka adalah Mochamad Faizal Almaududi Aziz Dachlan sebagai Sekretaris LPPAIK, Mae Amelianawati sebagai Sekretaris LPM, Mochamad Fadlani Salam sebagai Sekretaris LPKBT, Hadi Muhammad Rizal sebagai Sekretaris LPKDMS, Iis Dewi Fitriani sebagai Sekretaris LPPM, dan Dina Budhi Utami Sekretaris Lembaga Sertifikasi Profesi.***(FA)