SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gamping Kota menyelenggarakan kegiatan Refreshing Ideologi Muhammadiyah bagi para pimpinan ranting di Kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gamping, Sabtu (2/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dosen UMY dalam rangka memperkuat pemahaman ideologi dan kaderisasi Muhammadiyah di tingkat akar rumput.
Kegiatan dibuka oleh Ketua I PRM Gamping Kota, Roghib, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menguatkan semangat ber-Muhammadiyah di kalangan pimpinan ranting.
Sementara itu, Ketua PCM Gamping, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menekankan urgensi kaderisasi sebagai isu strategis di Muhammadiyah.
“Pengkaderan merupakan persoalan serius. Oleh karena itu, diperlukan program-program kreatif untuk menarik keterlibatan pemuda dalam Muhammadiyah. Organisasi otonom seperti Pemuda Muhammadiyah dan Nasyi’atul ‘Aisyiyah harus hadir dan aktif di tingkat ranting,” tegasnya.
Kegiatan refreshing ini dibagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama membahas ideologi Muhammadiyah yang disampaikan oleh Dr. Imam Mahdi, S.I.P., M.A., Wakil Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam pemaparannya, ia menegaskan empat pilar utama ideologi Muhammadiyah, yakni Muqaddimah Anggaran Dasar, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), Kepribadian Muhammadiyah, serta Khittah Muhammadiyah sebagai landasan gerakan.
Sesi kedua menghadirkan Dr. Sugito, S.I.P., M.Si., selaku ketua tim pengabdian dosen UMY, yang membahas tentang dakwah politik dan kultural Muhammadiyah di tingkat ranting. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah memandang politik sebagai sarana untuk mewujudkan kemaslahatan bersama, bukan sebagai tujuan kekuasaan.
“Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan publik agar berjalan secara jujur, adil, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta. Hal tersebut terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi refleksi dan penyusunan rencana tindak lanjut. Sejumlah peserta menekankan pentingnya penguatan kaderisasi di tingkat ranting sebagai prioritas program ke depan.
Salah satu peserta, Sholahudin Fatkhur, S.Ag., mengusulkan agar PRM Gamping Kota mulai membangun sinergi dengan pemangku kepentingan di tingkat wilayah, seperti lurah dan panewu. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah setempat dapat memperkuat efektivitas dakwah dan program pemberdayaan masyarakat di wilayah Gamping.

