Wisuda ke-8 PoltekMu: Ijazah Hanya Awal, Ujian Sesungguhnya Yaitu Menjaga Jiwa Manusia

Suara Muhammadiyah

23 October 2026

134
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Politeknik Muhammadiyah (PoltekMu) Makassar menggelar Wisuda ke-8 pada Kamis, 22 Oktober 2026 di Sandeq Hotel Claro Makassar. 

Ketua Badan Pembina Harian PoltekMu, Arifuddin Ahmad menggugah wisudawan untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional, amanah, dan berkemajuan. 

Ia menyampaikan pesan mendalam bagi para wisudawan dari empat program studi unggulan PoltekMu. Keempat prodi yaitu Radiologi, Teknologi Elektromedis (TEM), Teknologi Laboratorium Medis (TLM), dan Sanitasi. 

Arifudddin menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan vokasi kesehatan tidak boleh berhenti sekadar pada lembaran ijazah, gelar, atau kecepatan mendapatkan pekerjaan.

"Wisuda bukanlah akhir dari pembelajaran, melainkan transformasi dari seorang pencari ilmu menjadi pengemban amanah keilmuan," tegas dia. 

Guru Besar Ilmu Hadis itu juga mengutip QS. At-Taubah [9]: 105 tentang pentingnya membuktikan ilmu melalui kerja nyata (amal).

 Ia juga mengaitkan makna profesionalisme dan kualitas kerja dengan konsep keislaman ihsan sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Mulk [67]:  2 yang menyebut terma aḥsanu ‘amalan, amal yang terbaik. Demikian juga HR. Muslim No. 1955a. 

Kata dia, Alumni PoltekMu harus mematri di hati bahwa profesionalisme bukan sekadar tuntutan dunia kerja, melainkan manifestasi ibadah.

"Keahlian membuat seseorang mampu bekerja, tetapi nilai ihsanlah yang mendorongnya bekerja dengan sebaik-baiknya. Seorang tenaga kesehatan yang teliti, mematuhi standar profesi, dan menjaga keselamatan pasien sedang menjalankan nilai ihsan dalam ruang pengabdiannya," tegas dia. 

Menurut Arifuddin, meski memiliki kekhasan disiplin ilmu yang berbeda, empat program studi di PoltekMu Makassar dinilai memiliki satu benang merah universal, yaitu menjaga martabat dan keselamatan jiwa manusia (ḥifẓ al-nafs). Hal itu sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Ma'idah [5]: 32.

Dalam sambutannya, Ia menggambarkan bagaimana keempat bidang ini saling melengkapi sebagai satu kesatuan sistem pelayanan kesehatan. Radiologi: Membantu melihat dan memetakan masalah kesehatan secara visual.

Teknologi Laboratorium Medis (TLM): Mlmengungkap petunjuk dan kepastian biologis di balik spesimen, sementara Teknologi Elektromedis (TEM) memastikan keandalan serta keamanan teknologi peralatan medis. Sementara itu, Sanitasi mencegah potensi ancaman kesehatan langsung dari lingkungan masyarakat.

Tidak hanya itu, Arifuddin juga menekanka bahwa dalam menghadapi tantangan otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) di industri kesehatan, alumni PoltekMu juga harus bertransformasi dari sekadar job seeker (pencari kerja) menjadi problem solver (pemecah masalah) yang berkarakter.

"Di era digital, teknologi boleh melesat maju. Namun, kejujuran, empati, serta kepedulian terhadap keselamatan manusia harus tetap menjadi kompas utama praktik profesi. Keterampilan tanpa integritas bisa membahayakan, dan niat baik tanpa kompetensi juga berisiko. Lulusan PoltekMu harus hadir membawa keahlian yang dipercaya dan akhlak yang dihormati," pesan Wakil Ketua PWM Sulsel itu. 

"Hari ini kalian mengenakan toga. Suatu saat toga itu akan dilepaskan, tetapi amanah keilmuan yang melekat tidak boleh ditanggalkan. Ingatlah, di balik hasil laboratorium ada manusia yang menunggu kepastian. Di balik citra radiologi ada pasien yang berharap kesembuhan. Di balik alat kesehatan ada keselamatan yang harus dijaga," tegas Arifuddin.

Ia melanjutkan, di balik lingkungan bersih ada kehidupan masyarakat yang dilindungi. Alumni PoltekMu tidak boleh hanya bercita-cita menjadi tenaga kesehatan yang sukses, tetapi juga menjadi tenaga kesehatan yang kehadirannya membawa keberkahan.

Tawaran Beasiswa dan Kesempatan Kerja Di Luar Negeri 

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, menawarkan beasiswa peningkatan kemampuan bagi calon pekerja migran Indonesia di sektor kesehatan dari Politeknik Muhammadiyah Makassar.

 Program tersebut disiapkan untuk memperkuat daya saing tenaga kesehatan Indonesia dalam mengakses peluang kerja di luar negeri.

 Dzulfikar menyampaikan  tawaran itu saat memberikan orasi ilmiah pada Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-8 Politeknik Muhammadiyah (PoltekMu) Makassar Tahun 2026 di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Kamis 22 Oktober 2026.

“Saya siapkan 100 beasiswa untuk upgrade bahasa. Kalau kurang, kita tambah lebih 100,” ujar Dzulfikar di hadapan para wisudawan dan tamu undangan disambut tepuk tangan meriah hadirin

Dzulfikar menjelaskan, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu bekal penting bagi tenaga kesehatan Indonesia yang ingin bekerja di pasar internasional.

Kata dia, sejumlah negara, seperti Taiwan, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Jerman, disebut memiliki peluang kerja yang dapat diakses tenaga kesehatan Indonesia sesuai kompetensi dan persyaratan yang berlaku.

Ia berharap kesempatan beasiswa tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesiapan lulusan pendidikan vokasi, khususnya di bidang kesehatan, agar mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja internasional.

Menurut Dzulfikar, peluang bekerja di luar negeri harus diiringi persiapan yang matang, mulai dari penguasaan bahasa, keterampilan profesional, hingga kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan budaya kerja di negara tujuan.

Selain kesiapan teknis, ia mengingatkan para wisudawan agar terus meningkatkan kompetensi di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, terutama akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).


Ia menegaskan, lulusan perguruan tinggi tidak boleh berhenti belajar setelah meraih gelar akademik dan menutup diri atas kemajuan teknologi yang semakin cepat. 

Kemampuan memperbarui pengetahuan dan keterampilan perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter, integritas, dan moralitas.

“Knowledge is power. Pengetahuan itu adalah kekuatan. Tetapi karakter lebih penting,” ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu 

Menurut dia, kecakapan akademik dan keterampilan teknis perlu ditopang oleh kejujuran, empati, serta tanggung jawab profesional. Karakter tersebut menjadi bekal penting untuk membangun kepercayaan dan menjaga kualitas hubungan di dunia kerja.

Dzulfikar juga mengingatkan para wisudawan agar menghargai dukungan dan pengorbanan orang tua selama menempuh pendidikan. Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat digunakan secara bertanggung jawab serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-8 PoltekMu Makassar Tahun 2026 tersebut turut dihadiri perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, DBudhi Akbar, M.Si. dan Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof. Dr. Budu, Ph.D., SpM(K), M.Med.Ed.; 

Hadir pula Ketua PWM Sulsel Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag, Ketua Badan Pembina Harian PoltekMu Makassar, Prof. Dr. KH. Arifuddin Ahmad, M.Ag.; serta jajaran senat, dosen, tenaga kependidikan, tamu undangan, dan keluarga wisudawan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Sejumlah 203 murid kelas II, III, dan V SD Muhammadiyah Program Khus....

Suara Muhammadiyah

19 February 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kesehatan Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPKU) men....

Suara Muhammadiyah

30 April 2025

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (U....

Suara Muhammadiyah

4 May 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Indonesia menargetkan diri untuk masuk dalam tiga besar destinasi wisat....

Suara Muhammadiyah

23 June 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penguatan akidah, pendidikan agama dalam keluarga, dan pengamalan ni....

Suara Muhammadiyah

19 October 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah