Akselerasi Kader Demi Percepatan Dakwah Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

761
Konsolidasi Kader Muhammadiyah

Konsolidasi Kader Muhammadiyah

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Jumat malam, Rakornas Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah membahas Konsolidasi Kader Muhammadiyah. Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan Muhammadiyah yang begitu pesat memerlukan kehadiran kader dalam jumlah besar untuk menunjang dakwah Persyarikatan. Melalui berbagai Amal Usaha yang dimilikinya, Muhammadiyah memerlukan keberadaan kadernya untuk mengisi peran, melakukan percepatan di berbagai aspek kehidupan. 

Dalam sesi Konsolidasi Kader Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi kaderisasi, Agung Danarto mendorong perlunya mengaktifkan kembali korps instruktur Muhammadiyah. Korps ini diharapkan dapat memanaskan mesin perkaderan di Muhammadiyah. Sehingga proses perkaderan mampu bergerak dinamis sesuai dengan harapan. 

"Untuk menunjang agenda besar itu, kader Muhammadiyah pun dituntut menguasai paham Islam menurut Muhammadiyah, memahami Muhammadiyah sebagai gerakan, dan memahami strategi perjuangan Muhammadiyah," tegas Agung dalam Rakornas Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah (24/10). 

Menurutnya, seorang kader harus berpaham Islam menurut Muhammadiyah, sebagaimana tertuang dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah. Pertama, tauhid. "Inilah yang harus dibina betul," ujarnya. 

"Kedua, hidup bermasyarakat. Ini menjadi ciri khas dari Muhammadiyah untuk senantiasa memberikan manfaat kepada masyarakat. Ketiga, menjadikan hukum Islam sebagai pedoman hidup. Keempat, berkewajiban berjuang menegakkan Islam. Kelima, mengikuti jejak nabi dalam berjuang. Keenam, melakukan perjuangan secara terorganisir. Dan yang terakhir, mengupayakan terciptanya masyarakat Islam yang adil dan makmur," tegasnya. 

Muhammadiyah menurutnya adalah sebuah gerakan. Karena bersifat gerakan, maka harus ada target dan capaian dalam setiap program yang dijalankan. Hal ini memerlukan peran dari para kader. 

"Kader di sini memiliki makna tenaga inti penggerak organisasi dan menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah dalam mencapai tujuan," ucap Agung di Ballroom Hotel Lorin Solo. 

Bagi Agung, idealnya seorang kader Muhammadiyah adalah mereka yang tegak lurus dengan putusan organisasi. Bukan berarti tanpa adanya perbedaan. Namun bagaimana dengan adanya perbedaan itu dapat diolah menjadi kekuatan. Jika terjadi perbedaan, diperlukan sikap terbuka untuk berdebat tanpa mengumbarnya ke media sosial. (diko)

 

 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Tim Robotika SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) sukses mengh....

Suara Muhammadiyah

7 February 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan ....

Suara Muhammadiyah

10 October 2023

Berita

PEMALANG, Suara Muhammadiyah - Pelaksanaan ujian Tahfidz Qur'an SMA Muhammadiyah 4 Belik gandeng Lem....

Suara Muhammadiyah

17 January 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka) berhasil meraih capa....

Suara Muhammadiyah

29 October 2025

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Liburan semester genap tidak dimanfaatkan santri Pondok Pesant....

Suara Muhammadiyah

11 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah