Beras Mentari, Icon Kedaulatan Pangan dan Simbol Persatuan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
992
Jambore Nasional JATAM I di Kebumen Jawa Tengah

Jambore Nasional JATAM I di Kebumen Jawa Tengah

Beras Mentari, Icon Kedaulatan Pangan dan Simbol Persatuan

Oleh: Wahyudi Nasution, MPM PP Muhammadiyah dan Ketua Panitia Jamnas JATAM I Kebumen

Beras Mentari menjadi ikon kedaulatan pangan sekaligus simbol pemersatu Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM). Kehadiran varietas ini bukan sekadar jawaban atas kebutuhan pangan, melainkan penanda arah baru bagi gerakan petani yang ingin berdaulat atas hasil keringatnya sendiri. Di tengah krisis pangan global, hadirnya Beras Mentari adalah kabar gembira sekaligus tonggak penting bagi perjuangan kemandirian pangan bangsa.

Beras Mentari lahir dari wakaf intelektual tiga peneliti dan pemulia padi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto: Prof. Totok Agung DH, Dr. Agus Riyanto, dan Dr. Dyah Susanti. Pada event Jambore Nasional (Jamnas) JATAM di Kebumen tanggal 19–21 September 2025, ketiganya mewakafkan inovasi tersebut kepada Muhammadiyah yang diterima langsung oleh Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah, Dr. M. Nurul Yamin. Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, hadir membuka Jamnas JATAM dan memberi nama varietas padi baru itu MENTARI. Mentari, matahari, adalah simbol Muhammadiyah sekaligus simbol kehidupan yang sangat lekat dengan aktivitas pertanian.

Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) menyambut wakaf intelektual ini dengan penuh kesadaran bahwa kemandirian pangan hanya bisa dibangun melalui kolaborasi. Ilmu dari kampus, iman yang menggerakkan jamaah, dan semangat gotong royong petani bersatu dalam satu gerakan. Beras Mentari menjadi titik temu antara dunia riset, dunia tani, dan dunia dakwah—tiga kekuatan yang bila dipadukan akan melahirkan perubahan besar.

Lebih dari itu, Beras Mentari bukan hanya komoditas. Ia adalah simbol persatuan, tanda bahwa jamaah bisa bergerak bersama, dan bukti bahwa Muhammadiyah hadir dengan solusi konkret bagi bangsa. Dengan Beras Mentari, petani tidak lagi diposisikan sekadar penghasil bahan mentah, melainkan menjadi subjek utama yang berdaulat atas benih, hasil panen, dan distribusi pangan.

Pada akhirnya, Beras Mentari adalah ajakan untuk kembali percaya pada kekuatan sendiri. Jika umat mampu bersatu, jika ilmu dan iman bertemu, maka kedaulatan pangan bukan sekadar wacana, tetapi kenyataan yang bisa diwujudkan. Inilah warisan intelektual dan spiritual yang harus dijaga, disebarkan, dan diwariskan bagi generasi mendatang.

Oleh karena itu, JATAM membuka kesempatan bagi para peneliti lainnya yang berniat mewakafkan karya intelektualnya untuk bersama-sama mewujudkan daulat pangan bangsa. Fastabiqul-khairat, berlomba-lomba lah dalam kebajikan.

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Membuka Lembaran Cerita di Tahun Baru: Menyusuri Alam Pegunungan Lintas Provinsi Bersama Keluarga O....

Suara Muhammadiyah

5 January 2026

Wawasan

Empirisme dalam Perspektif Islam Oleh: Kumara Adji Kusuma, Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ....

Suara Muhammadiyah

18 October 2025

Wawasan

Toleransi Bukan Mimpi: Pelajaran Berharga dari Abraham's Children Oleh : Donny Syofyan, Dosen ....

Suara Muhammadiyah

14 February 2025

Wawasan

Jalan Sunyi Orang Tua kita Memberikan Keteladanan Oleh: Rumini Zulfikar (Gus Zul) "Kami perintahka....

Suara Muhammadiyah

2 April 2024

Wawasan

Muludan: Interpretasi Spirit Profetik Kenabian Menuju Transform Sosial Oleh: Izhar Tawaqal Caniago,....

Suara Muhammadiyah

18 September 2024